Latest Post

JAKARTA (RangkiangNagari) - Timnas Prancis menutup rangkaian persiapan menuju Piala Dunia 2026 dengan menundukkan Irlandia Utara 3-1 dalam laga uji coba internasional di Decathlon Arena Stade Pierre-Mauroy, Selasa.

Les Bleus menang berkat hat-trick Michael Olise. Sementara satu-satunya gol Irlandia Utara dicetak Patrick Kelly.

Kemenangan ini menjadi modal positif bagi pasukan Didier Deschamps sebelum bertolak ke Amerika Serikat untuk tampil di Piala Dunia 2026.

Prancis dijadwalkan memulai kompetisi tersebut dengan menghadapi Senegal pada 17 Juni di New Jersey.
Belanda vs Uzbekistan
Timnas Belanda menekuk Uzbekistan dengan skor tipis 2-1 dalam laga uji coba internasional menjelang Piala Dunia 2026 di Icahn Stadium, New York, Selasa.

De Oranje mengamankan kemenangan berkat dua gol penalti Cody Gakpo. Uzbekistan sempat menyamakan kedudukan lewat gol Igor Sergeev.

Hasil ini menjadi modal positif bagi tim asuhan Ronald Koeman sebelum memulai perjuangan mereka di putaran final Piala Dunia 2026.


Pasaman (Rangkiangnagari)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus berupaya meningkatkan pelayanan informasi publik kepada masyarakat melalui penguatan pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Media Center Diskominfo Kabupaten Pasaman, Rabu (10/6/2026). Rapat dipimpin Asisten III Administrasi Umum, Sekretariat Daerah (Setda), Roichard di ikuti Sekretaris Diskominfo Kabupaten Pasaman, Ahdi Susanto, mewakili Kepala Dinas Kominfo, didampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Rusdan, serta Kepala Bidang Teknologi Informasi dan e-Government, Nurhaqqi. 

Kegiatan ini juga diikuti sejumlah kepala seksi di lingkungan Diskominfo.

Dalam arahannya, Asisten Roichard mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai proses pelayanan publik dari sistem manual menjadi sistem digital yang lebih cepat, efisien, dan mudah diakses masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Kominfo telah menyediakan sarana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi publik melalui website resmi PPID Kabupaten Pasaman,” ujar Roichard.

Menurut Roichard, PPID memiliki peran strategis sebagai unit yang bertanggung jawab mengelola, mendokumentasikan, dan menyebarkan informasi publik yang dihasilkan pemerintah daerah. Hal tersebut merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Melalui PPID, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan dengan lebih mudah. ​​Selain itu, PPID juga melayani permohonan informasi, mendokumentasikan data, serta mempublikasikan informasi secara berkala,” jelas Roichard.

Ia menambahkan, masyarakat dapat mengajukan permohonan informasi secara langsung ke Dinas Kominfo maupun secara daring melalui website resmi PPID Kabupaten Pasaman.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo Ahdi Susanto didampingi Kepala Bidang Teknologi Informasi dan e-Government, Nurhaqqi, dan Kepala Informasi Komunikasi Publik (IKP) Rusdan menegaskan bahwa digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari di era modern saat ini.

“Birokrasi sebagai pelaksana pelayanan dan pembangunan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, PPID Kabupaten Pasaman perlu terus dibenahi agar tampil lebih menarik, informatif, dan mudah diakses masyarakat secara digital,” kata Ahdi.

Menurutnya, website resmi Pemerintah Kabupaten Pasaman sebagai portal utama layanan publik, termasuk aplikasi PPID yang terintegrasi di dalamnya, akan terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat secara optimal.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Rusdan, menyampaikan bahwa PPID Kabupaten Pasaman terus berupaya menjawab berbagai tantangan keterbukaan informasi dengan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat serta memperkuat infrastruktur teknologi informasi.

“PPID Kabupaten Pasaman telah memanfaatkan teknologi digital melalui website resmi PPID dan website Pemerintah Kabupaten Pasaman untuk mempermudah akses informasi publik bagi masyarakat,” ujarnya.

Rusdan juga menegaskan bahwa PPID Kabupaten Pasaman bertekad meningkatkan kualitas layanan informasi publik sehingga mampu meraih prestasi pada ajang Anugerah Keterbukaan Informasi Publik yang diselenggarakan Komisi Informasi.

“Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan keterbukaan informasi publik di setiap daerah. Oleh karena itu, memberikan kewajiban keterbukaan informasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan,” tutupnya.

Dengan berbagai upaya pembenahan dan penguatan sistem informasi digital, PPID Kabupaten Pasaman diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pelayanan informasi publik yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. (Tio).

Pasaman (Rangkiangnagari)Transformasi digital di Kabupaten Pasaman memasuki babak baru. Dalam upaya mempercepat pembangunan daerah berbasis data, Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) meluncurkan aplikasi android ADAMINDA (Akses Data Kompromin Daerah).

Sebuah aplikasi Android yang simpel serta mudah diakses berbasis android dan kecerdasan buatan _(Artificial Intelligence/AI)_ yang dirancang untuk mendukung kebijakan pengambilan secara cepat, akurat, dan _real-time_. ADAMINDA merupakan salah satu inovasi yang dirancang Kominfo selain inovasi lainnya seperti Inovasi SAKATO (Sistem Administrasi Kecamatan Terpadu Online) di Bidang TI dan e-Gov.

Pembuatan inovasi digital ini merupakan tindak lanjut dari Arah Bupati Pasaman, Welly Suhery, yang mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghadirkan inovasi dan inovasi pelayanan publik guna memperkuat tata kelola pemerintahan modern berbasis data.

“Setiap OPD harus mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Pemerintahan yang efektif harus didukung oleh data yang akurat dan mudah diakses,” tegas Bupati Welly dalam Arahnya pada apel gabungan beberapa waktu lalu.

Menjawab tantangan tersebut, Diskominfo Pasaman menghadirkan ADAMINDA sebagai _platform digital_ terintegrasi yang memungkinkan akses, pencarian, pemrosesan, hingga visualisasi data sektoral daerah hanya melalui perangkat _smartphone Android_.

Kepala Diskominfo Pasaman, Fatrizon, menjelaskan bahwa ADAMINDA merupakan implementasi nyata penguatan Satu Data Indonesia di tingkat daerah sekaligus langkah strategis mendukung percepatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Sebagai Wali Data daerah, Diskominfo memiliki tanggung jawab memastikan ketersediaan data yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan sebagai dasar utama dalam perencanaan perencanaan pembangunan. ADAMINDA adalah jawaban atas kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Menurut Fatrizon, selama ini masih ditemukan berbagai kendala dalam pengelolaan data pemerintah, seperti belum terintegrasinya data lintas OPD, proses pengumpulan data yang masih manual, hingga akses informasi yang memerlukan waktu yang cukup panjang.

“Kondisi ini tentu saja menghambat proses analisis dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, kami merancang sebuah sistem yang mampu mengintegrasikan seluruh sektoral data dalam satu platform yang mudah diakses dan diperbarui secara _real-time_,” katanya.

ADMINDA hadir sebagai solusi inovatif yang menghubungkan berbagai sumber data OPD dalam satu ekosistem digital terpadu. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat memperoleh data pembangunan daerah secara lebih cepat, valid, dan terverifikasi sehingga mendukung perencanaan yang lebih presisi.

“Data yang cepat, akurat, dan terintegrasi adalah kunci pembangunan masa depan. ADAMINDA hadir untuk memastikan setiap kebijakan lahir dari data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,”. Ujar Fatrizon.

Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Statistik Sektoral (PSS) Diskominfo Pasaman, Asnil SY, didampingi Kasi Statistik Sektoral Anafiah, Kasi SDM dan Pemguatan Kelembagaan Statistik Sektoral Haryadi dan Kasi Persandian, Cyber ​​dan Keamanan Informasi Elfi menyebutkan bahwa ADAMINDA bukan sekadar aplikasi pengumpulan data, tetapi menjadi pusat integrasi informasi pembangunan daerah.

“Platform ini memudahkan pengumpulan data Kompromin dari seluruh OPD, menyimpan data dalam repositori intinya, menghubungkan data lintas perangkat daerah, sekaligus menyajikan statistik sektoral yang dapat digunakan untuk analisis dan perencanaan pembangunan,” jelas Asnil SY.

Lebih jauh, Asnil SY menyampaikan ADAMINDA juga mendukung penyediaan bukti dukung Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS), meningkatkan kualitas tata kelola data pemerintah, serta memperkuat proses pengambilan kebijakan berbasis bukti _(kebijakan berbasis bukti)_. Katanya.

Dengan hadirnya ADAMINDA, Kabupaten Pasaman menunjukkan komitmennya sebagai daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap mengakselerasi transformasi birokrasi digital. Inovasi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan. Ujar Asnil SY.

Selain menghadirkan manfaat strategis bagi tata kelola pemerintahan, pengembangan ADAMINDA juga melalui proses perancangan teknologi yang matang. Tim pengembang aplikasi yang terdiri dari Gani Agustiawan dan Rommy Laharisa mengungkapkan bahwa sejumlah tahapan telah dilalui sebelum aplikasi resmi tersebut diperkenalkan kepada publik.

Menurut Gani Agustiawan, proses pengembangan analisis dimulai dari kebutuhan pengguna, perancangan sistem, hingga tahap pengembangan aplikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam pengelolaan data daerah.

“Pengembangan ADAMINDA dilakukan melalui beberapa tahapan penting, mulai dari analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan aplikasi, hingga pengujian agar menghasilkan platform yang mudah digunakan dan mampu menjawab kebutuhan pengelolaan data daerah secara terintegrasi,” ujarnya.

Gani menjelaskan, ADAMINDA dibangun menggunakan teknologi _Application Programming Interface_ (API) yang memungkinkan integrasi data dari berbagai sumber dan perangkat daerah ke dalam satu platform digital yang terhubung secara real-time.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi API menjadi kunci utama dalam menghadirkan sistem yang cepat, fleksibel, dan mudah diakses oleh pengguna, baik dari kalangan pemerintah maupun masyarakat.

“ADAMINDA dirancang agar mudah digunakan, memiliki akses yang cepat, serta memberikan manfaat yang nyata bagi OPD maupun masyarakat luas. Dengan teknologi yang terintegrasi, pengguna dapat memperoleh data yang dibutuhkan secara lebih praktis dan akurat,” kata Gani.

Gani menambahkan, ADAMINDA merupakan sistem digital yang berfungsi untuk mengelola, mengintegrasikan, dan menyediakan akses terhadap data daerah Kabupaten Pasaman secara terpadu. Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu menjadi pusat informasi pembangunan daerah yang dapat mendukung berbagai kebutuhan perencanaan dan evaluasi pembangunan.

Lebih lanjut Gani mengatakan bahwa aplikasi tersebut tidak hanya memberikan kemudahan dalam pengelolaan data, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data.

“Melalui ADAMINDA, pemerintah dapat mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat karena didukung oleh data yang valid dan terkini. Di sisi lain, sistem ini juga meningkatkan efisiensi kerja serta transparansi layanan publik kepada masyarakat,” jelasnya.

Keunggulan lainnya, aplikasi ADAMINDA dapat diakses langsung melalui ponsel pintar berbasis Android sehingga pengguna tidak lagi bergantung pada proses pencarian data yang rumit dan memakan waktu.

“Dengan akses melalui perangkat Android, penggunaan data menjadi lebih cepat, praktis, dan aktual. Informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh kapan saja dan di mana saja sehingga mendukung percepatan pembangunan daerah berbasis data,” tutup Gani dan Rommy. (Tio).

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.