Tim Buku Leason Learning Bencana Hidrometeorologi Terus Menggali Kearifan Lokal
Pertemuan Tim penyusunan buku Pembelajaran Bencana Hidrometeorologi dengan Kalaksa BPBD Padang Pariaman Emri Nurman S.STP. MSi
Pariaman, Rangkiang Nagari- Tim penyusunan buku Pembelajaran Bencana Hidrometeorologi Sumatera terus melakukan pendalaman terhadap potensi kearifan lokal yang bisa memberikan sumbangan terhadap penanggulangan bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat.
Tim dipimpin Prof Hakam. PhD, didampingi Prof Fauzan, PhD dengan anggota Prof Bambang Istijono, Dr Rina Yuliet. Dr Basril Basyar, Drs Rinaldi Eka Putra MSi dan empat orang mahasiswa Masgister Manajemen Bencana ( MMB).
Kunjungan Tim diawali berdiskusi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Bertemu dengan Kalaksa BPBD Ermi Nurman. S.STP. Tim berdiskusi guna menggali kearifan lokal yang dimiliki dan masih hidup ditengah masyarakat kaitan dengan penanggulangan bencana.
Selesai pertemuan Tim dengan Kalaksa BPBD Padang Pariaman Emri Nurman S.STP foto bersama di depan kantor.Masyarakat Pariaman terkenal memiliki hubungan kekerabatan yang kuat dengan berbagai komponen dan tingkatan sosial kemasyarakatan. Disini juga banyak tokoh-tokoh adat dan ulama serta cerdik pandai yang punya ilmu tentang alam.
Mereka memiliki memori kolektif kuat dalam menyikapi berbagai persoalan termasuk bencana alam. Kearifan lokal seperti ini, bisa menjadi sumbangan yang berharga bagi penanggulangan bencana, baik pada masa pra atau mitigasi maupun ketika tanggap darurat dan pemulihan.
Tokoh panutan memiliki pengindraan yang kuat dalam hal mitigasi bencana. Mereka bisa menangkap tanda-tanda alam sebagai alarm akan terjadi bencana.
Potensi tokoh adat dan agama seperti ini ternyata belum dikekola secara maksimal, sehingga belum dapat berkontribusi dalam penanggulangan bencana.
Belum lagi kearifan lokal, rasa kepedulian yang tinggi ketika melihat dunsanak atau masyarakat ditimpa bencana. Gerakan bantuan dari perantauan di berbagai daerah dan luar negeri segera datang.
Memori kolektif kebersamaan dalam bentuk " badoncek" hanya dimiliki masyarakat Pariaman. Ketika anggota masyarakat mengalami kesulitan dalam menjalankan kehidupan, maka anggota masyarakat lain akan "badoncek". Artinya membantu bersama-sama.
Kearifan lokal seperti ini terpelihara sampai saat ini. Ketika bencana alam menerjang dan diantara mereka ditimpa musibah, maka yang lain ikut membantu. Begitupun dengan musibah bencana alam.
Memori kolektif seperti ini mesti diaktualkan terus. Dia akan menjadi kekayaan yang tidak bernilai dalam tatanan kehidupan masyarakat. Kalaksa BPBD Padang Pariaman Emri Nurman S.STP, MSi mengucapkan terima kasih atas sharing yang disampaikan secara bersama-sama itu. Kelaksa berjanji akan mendalami hal itu.
Prodi Magister Manajemen Bencana ( MMB) dan PSB ( Pusat Studi Bencana) Universitas Andalas mendapat tugas dari BNPB untuk menyusun buku Pembelajaran (Leason Learning) atas Bencana Hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Sumatera.
Penulisan hal-hal khusus dalam bencana Sumbar sedang dalam tahap akhir. Buku ini diharapkan selesai menjelang Desember 2026.( 01).




