Latest Post

PASAMAN (Rangkiangnagari) - Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Pasaman terus mempersiapkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat yang akan dilaksanakan di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.

Berbagai persiapan mulai dilakukan, baik dari sisi fisik atlet, teknik permainan, tim kekompakan maupun kesiapan mental untuk menghadapi kompetisi pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Pengurus Cabang (Pengcab) PBVSI Kabupaten Pasaman saat ini dipimpin oleh Salamat Simamora, yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, bersama Ropi Aprizal selaku sekretaris.

Ketua Pengcab PBVSI Kabupaten Pasaman, Salamat Simamora, mengatakan berkomitmen mempersiapkan atlet secara maksimal agar mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik Kabupaten Pasaman pada Porprov Sumatera Barat.

“Kami terus melakukan persiapan dan pelatihan kepada atlet. Selain kemampuan teknik dan fisik, kekompakan serta mental bertanding juga menjadi perhatian. Kita berharap seluruh atlet dapat tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik untuk Kabupaten Pasaman,” ujar Salamat.

Menurutnya, keikutsertaan pada Porprov bukan hanya tentang mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pelatihan atlet bola voli di Kabupaten Pasaman.

Sementara itu, Sekretaris Pengcab PBVSI Kabupaten Pasaman, Ropi Aprizal, menyampaikan bahwa persiapan tim dilakukan secara bertahap dan diarahkan untuk membangun tim yang solid sebelum bertanding di Batusangkar.

“Kita berusaha mempersiapkan semuanya dengan sebaik mungkin, mulai dari latihan, kesiapan atlet sampai kebutuhan tim selama mengikuti pertandingan. Harapannya, seluruh atlet dapat menjaga kondisi, disiplin dalam latihan dan mampu bermain dengan penuh semangat,” kata Ropi.

26 Atlet Disiapkan untuk Porprov

Dalam menghadapi Porprov Sumatera Barat, PBVSI Kabupaten Pasaman menyiapkan 26 atlet yang terdiri dari tim putra dan putri.

Untuk tim putra berjumlah 14 atlet, dengan rincian 10 atlet mendapatkan dukungan pembiayaan dari KONI Kabupaten Pasaman, sementara 4 atlet lainnya mengikuti secara mandiri.

Sedangkan untuk tim putri berjumlah 12 atlet, terdiri dari 10 atlet yang mendapatkan dukungan pembiayaan dari KONI Kabupaten Pasaman dan 2 atlet lainnya secara mandiri.

Dukungan pembiayaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang keberangkatan dan keikutsertaan atlet Pasaman pada ajang Porprov.

PBVSI Kabupaten Pasaman juga berharap dukungan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah, KONI, masyarakat dan seluruh insan olahraga, sehingga para atlet dapat menjalani persiapan dengan baik hingga pelaksanaan pertandingan.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, tim bola voli Kabupaten Pasaman diharapkan mampu tampil penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas dan memberikan penampilan terbaik saat berlaga di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.

Keikutsertaan pada Porprov ini sekaligus menjadi momentum bagi PBVSI Kabupaten Pasaman untuk terus meningkatkan pembinaan dan melahirkan atlet-atlet bola voli yang mampu bersaing di tingkat Sumatera Barat maupun jenjang yang lebih tinggi. 

Solsel (RangkiangNagari) - Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Barat memberikan Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Kabupaten Solok Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 1–3 Oktober 2026, bertempat di SD Negeri 06 Durian Taruang, Kecamatan Sangir.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan GTK dalam memberikan pendampingan pemulihan mental dan emosional, baik bagi peserta didik maupun bagi diri mereka sendiri, khususnya ketika menghadapi situasi darurat atau pascabencana.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan, H. Hamudis, S.Pd. Dalam sambutannya, Hamudis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BGTK Provinsi Sumatera Barat selaku penyelenggara, para narasumber, serta seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan yang dinilai penting bagi penguatan layanan pendidikan di satuan pendidikan. Kamis (1/10)

“Terima kasih kepada panitia penyelenggara, para narasumber, dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan penting ini. Dukungan psikososial merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik,” ujar Hamudis.

Menurut Hamudis, kondisi kesejahteraan psikososial murid dan tenaga pendidik merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keberhasilan proses pembelajaran dan tumbuh kembang anak. Terlebih saat ini, tantangan yang dihadapi peserta didik maupun guru semakin kompleks, mulai dari persoalan kesehatan mental, tekanan akademik, hingga dampak berbagai peristiwa sosial dan bencana.

“Oleh karena itu, kemampuan memberikan dukungan psikososial bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan sudah menjadi kebutuhan mendasar di sekolah,” katanya.

Hamudis berharap melalui pelatihan tersebut dapat tercapai sejumlah hal penting. Pertama, meningkatnya pemahaman GTK mengenai konsep dasar dukungan psikososial serta kemampuan mengenali tanda-tanda gangguan psikososial pada peserta didik maupun rekan kerja.

Kedua, terbangunnya keterampilan praktis GTK dalam melakukan identifikasi, intervensi awal, serta rujukan secara tepat sesuai ketentuan dan jaringan layanan yang tersedia di daerah.
“Ketiga, kita berharap semakin kuat jejaring kerja antara sekolah, tenaga kesehatan, dan layanan sosial, sehingga layanan bagi anak dan guru dapat berjalan secara terkoordinasi dan berkelanjutan,” lanjut Hamudis
Dalam kesempatan tersebut, Hamudis juga menekankan sejumlah prinsip penting yang perlu menjadi perhatian peserta selama mengikuti pelatihan dan ketika menerapkannya di satuan pendidikan masing-masing.
Pertama, penerapan prinsip keselamatan dan kerahasiaan. Informasi pribadi peserta didik maupun rekan kerja yang membutuhkan pendampingan harus dilindungi dan tidak disebarluaskan secara sembarangan.


Kedua, penggunaan pendekatan yang berbasis bukti dan ramah anak, dengan mengedepankan respons yang empatik, tidak memberikan stigma, serta tetap memperhatikan konteks sosial dan budaya lokal.

Ketiga, Hamudis meminta agar pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan semata, tetapi menghasilkan aksi nyata di sekolah.

“Pelatihan ini harus menghasilkan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan segera di satuan pendidikan masing-masing. Apa yang diperoleh selama pelatihan hendaknya dapat menjadi bekal bagi GTK dalam memberikan dukungan yang tepat ketika peserta didik maupun rekan kerja membutuhkan,” tegasnya.

Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas GTK di Kabupaten Solok Selatan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, inklusif, responsif, dan mendukung kesehatan serta kesejahteraan psikososial seluruh warga sekolah.

“Dengan semakin meningkatnya kemampuan GTK dalam memberikan dukungan psikososial, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi ruang yang mampu memberikan rasa aman, kepedulian, dan dukungan bagi peserta didik serta tenaga pendidik dalam menghadapi berbagai tantangan.” Tutup Hamudis

Solsel (RangkiangNagari) - Sang Merah Putih kembali berkibar satu tiang penuh pada hari peringatan Hari Kesaktian Pancasila di langit Kabupaten Solok Selatan. Setelah sebelumnya, pada 30 September 2026 bendera ini dikibarkan setengah tiang unutk menghormati gugurnya para pahlawan dalam peristiwa G30S.

Jajaran Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama dengan TNI dan Polri juga menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis (1/10) pagi. Peringatan ini dilakukan untuk mengenang keberhasilan bangsa Indonesia dalam mempertahankan ideologi Pancasila
Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan seluruh bangsa dan negara bahwa Pancasila bukan sekadar slogan dan seremoni saja. Lebih dari itu, Pancasila juga merupakan simbol kekuatan untuk menghadapi berbagai ancaman terhadap keutuhan negara.


Selain itu juga untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai perjuangan pahlawan untuk mempertahankan Pancasila sebagai ideologi di masa kini, meski tantangan yang dihadapi sudah berbeda.
Upacara ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Solok Selatan Dr. Syamsurizaldi sebagai Inspektur Upacara. Kemudian perwira upacara AKP Imtihan Isa dari Polres Solok Selatan dan Komandan Upacara adalah Kapt. Inf. Syafruddin dari Danramil 012 Sangir
Pembaca naskah Pembukaan UUD 1945 Budi Krismanto dan pembaca ikrar yakni Nova Tri Rahmadani yang merupakan ASN Kabupaten Solok Selatan. Doa dibacakan oleh perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Solok Selatan, dan diiringi dengan musik dari korps musik SMP 12 Solok Selatan

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.