Latest Post

JAKARTA (RangkiangNagari) - Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah memenangkan adu penalti melawan Thailand menyusul imbang 2-2 selama 120 menit dalam final di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam.
Ini adalah trofi internasional pertama Indonesia di luar medali emas SEA Games yang beberapa kali diperoleh Indonesia.

Dean James membawa Indonesia unggul 1-0 untuk kemudian disamakan Iklas Sanron. Thailand berbalik memimpin 2-1 pada babak perpanjangan waktu lewat Peeradol Chamrasamee sebelum Elkan Baggott menyamakan kedudukan 2-2.
Indonesia akhirnya menang setelah menyudahi adu penalti dengan 4-2 setelah dua Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya gagal melaksanakan tugasnya dengan baik untuk Thailand.

Indonesia pun menjuarai edisi perdana FIFA ASEAN Cup.
Indonesia menciptakan peluang lebih dahulu melalui tendangan Luke Vickery yang diblok kiper Thailand Saranon Anuin.

Thailand berbalik mengancam melalui tendangan voli Chanathip Songkrasin yang melambung di atas mistar gawang Indonesia.
Indonesia kembali mengancam melalui sundulan Justin Hubner yang menyamping dari gawang.

Indonesia mendominasi laga dengan beberapa kali menciptakan peluang, sedangkan Thailand mengandalkan serangan balik.
Pada babak kedua, Thailand menciptakan peluang dari sundulan Supachai Chaided, yang menyamping dari gawang Indonesia.

Indonesia berbalik mengancam dari tendangan Ragnar Oratmangoen yang melenceng dari gawang Thailand.
Supachai Chaided kembali membuat peluang berbahaya setelah memanfaatkan kesalahan lini pertahanan Indonesia, tapi tendangannya gagal mengarah ke gawang.

Thailand kembali membuat peluang dari tendangan Kakana Khamyok, namun menyamping dari gawang Emil Audero.

Tim Gajah Putih balik mengancam dari tendangan pemain pengganti Anan Yodsangwal, namun Emil Audero sigap mementahkannya
Thailand harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-80 setelah pemain bertahan Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua.
Indonesia lalu memimpin 1-0 pada menit ke-84 setelah tendangan bebas Dean James mengenai pemain Thailand Iklas Sanron yang lalu masuk ke gawang Anuin.

Tak berapa lama kemudian Thailand menyamakan kedudukan setelah umpan silang Seksan Ratree dikonversi menjadi gol oleh Iklas Sanron pada menit ke-87.

Elkan Baggott hampir membawa Indonesia memulihkan keunggulan tapi sundulannya yang meneruskan umpan Dean James, dimentahkan oleh Anuin.

Indonesia terus berupaya mengonversi surplus jumlah pemain untuk menjebol lagi gawang Thailand tapi tak berhasil sehingga laga dilanjutkan ke babak tambahan.
Thailand berbalik unggul pada menit ke-110 babak tambahn setelah umpan Anan Yodsangwal ikonversi menjadi gol oleh Peeradol Chamrasamee dari serangan balik.

Tapi Indonesia menyamakan kedudukan setelah umpan tarik Rizky Ridho yang sempat dihalau tangan kiper Thailand, disambut Elkan Baggott dengan tendangan yang membobol gawang Thailand pada menit ke-116.
Skor 2-2 bertahan akhir babak tambahan usai sehingga laga ditentukan oleh adu tendangan penalti.

Indonesia memenangkan adu penalti setelah Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses memasukkan bola ke gawang Thailand, sedangkan Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya gagal memasukkan untuk Thailand.


PADANG (RangkiangNagari) - Kontingen panahan Kota Padang meraih 32 medali pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Capaian tersebut terdiri dari 9 medali emas, 9 perak, dan 14 perunggu setelah seluruh nomor pertandingan di semua divisi tuntas digelar.
Kota Padang menurunkan 32 atlet panahan untuk berlaga pada berbagai nomor dan divisi. Para atlet mampu menunjukkan performa baik hingga membawa pulang puluhan medali.

Ketua Perpani Kota Padang Alfi Beben One mengapresiasi capaian para atlet. Ia mengatakan Perpani Kota Padang terus memperluas pembinaan melalui pembukaan klub-klub baru.

“Kami di Padang ni lagi semangat-semangatnya membuka klub-klub baru untuk Kota Padang. Sekarang kita buka yang pertama tuh lapangan di DPRD Kota Padang, dan yang kedua Perpani di Kelurahan Bandar Buat, Kompleks Unand,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Pembukaan klub baru menjadi bagian dari upaya memperbanyak atlet panahan Kota Padang. Perpani menyiapkan pembinaan sejak usia muda untuk memperkuat regenerasi atlet.
Alfi juga menyebut Kota Padang berpeluang menjadi tuan rumah Porprov 2028. Kondisi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus mengejar prestasi lebih tinggi.

“Insyaallah Kota Padang mungkin 2028 menjadi tuan rumah Porprov. Jadi bagaimana kita membuat atlet kita sebanyak mungkin untuk menjadi juara, mendapat mendulang emas,” katanya.
Atlet panahan Kota Padang Sadjila Nuke Febidara tampil cemerlang pada divisi recurve. Ia menyapu bersih seluruh medali emas pada divisi tersebut sekaligus menjadi penyumbang emas terbanyak bagi kontingen Kota Padang.
“Alhamdulillah, saya bisa mendapatkan 4 medali emas dari divisi recurve. Saya sangat bersyukur bisa menyapu bersih semua medali emas di divisi ini,” ujarnya.

Sadjila menjelaskan aturan usia atlet panahan ditentukan berdasarkan divisi. Divisi standard bow atau busur kayu membatasi usia hingga 20 tahun. Divisi recurve dan compound tidak memiliki batasan usia atau terbuka untuk semua kelompok usia.

JAKARTA (RangkiangNagari) - Tim Nasional Indonesia mencetak sejarah dengan meraih gelar juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam. Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung perjuangan skuad Garuda dari tribun kehormatan stadion.
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Indonesia memecah kebuntuan melalui tendangan bebas Dean James pada menit ke-84. Namun, Thailand berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Iklas Sanron pada menit ke-87.

Laga kemudian berlanjut ke babak tambahan waktu. Thailand berbalik unggul melalui gol Peerapol Chamrasamee pada menit ke-111. Indonesia kembali menunjukkan semangat juang dengan menyamakan skor menjadi 2-2 melalui Elkan Baggott pada menit ke-116.

Skor imbang bertahan hingga 120 menit pertandingan berakhir. Penentuan juara pun harus dilakukan melalui adu penalti. Indonesia tampil lebih tenang dan sukses memenangkan adu penalti dengan skor 4-2 untuk memastikan gelar juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup.
Keberhasilan tersebut menjadi catatan sejarah bagi sepak bola nasional. Indonesia menjadi negara pertama yang mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup sejak turnamen tersebut digelar di bawah naungan FIFA.
Dalam keterangannya seusai pertandingan, Presiden Prabowo Subianto mengaku bangga atas perjuangan yang ditunjukkan para pemain sepanjang laga.

"Saya sangat gembira dan bangga melihat perjuangan Tim Nasional Indonesia. Mereka menunjukkan semangat pantang menyerah hingga akhir pertandingan. Ini menjadi catatan sejarah bagi Indonesia di kompetisi internasional yang diselenggarakan FIFA," ujar Presiden Prabowo.

Kemenangan ini disambut meriah oleh puluhan ribu suporter yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno. Gelar juara tersebut sekaligus menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola Indonesia dan menambah kepercayaan diri skuad Garuda dalam menghadapi kompetisi internasional berikutnya.


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.