Latest Post

Lima Puluh Kota (Rangkaiangnagari) - Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyampaikan apresiasi atas dedikasi Letkol Inf. Ucok Namara sekaligus menyambut Letkol Inf. Adi Nofriadi Nata sebagai Komandan Kodim 0306/50 Kota yang baru dalam acara pisah sambut di Markas Kodim 0306/50 Kota, Tanjung Pati, Rabu (13/05/2026).

“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Forkopimda, serta masyarakat selama ini berjalan sangat baik demi menjaga stabilitas daerah, ketentraman masyarakat, serta mendukung pembangunan di daerah kita,” kata Wako Zulmaeta.

Dalam kegiatan itu, Zulmaeta hadir bersama Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, Sekretaris Daerah Rida Ananda, Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Eni Zulmaeta, Ketua GOW Yeni Elzadaswarman, Ketua DWP Elfriza Chece Rida Ananda, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemko Payakumbuh.

Zulmaeta mengatakan Pemko Payakumbuh memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Letkol Inf. Ucok Namara atas pengabdian dan kerja sama yang terjalin selama memimpin Kodim 0306/50 Kota.

Ia menilai kepemimpinan Ucok Namara mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen daerah.

“Kami merasakan beliau menunjukkan kepemimpinan yang humanis, komunikatif, dan kebersamaan selama bertugas di wilayah Payakumbuh dan Lima Puluh Kota,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga perdamaian dan perdamaian masyarakat. 

Oleh karena itu, ia berharap sinergi yang telah terjalin selama ini dapat terus diperkuat di bawah kepemimpinan Dandim yang baru.

Zulmaeta juga menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan Letkol Inf. Adi Nofriadi Nata dalam melanjutkan kerja sama yang telah terbangun selama ini antara Kodim 0306/50 Kota dengan pemerintah daerah dan Forkopimda.

“Kami yakin dan percaya, dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki, sinergi yang selama ini terbangun dengan baik akan semakin kuat ke depannya,” ujarnya.

Ia menambahkan pergantian jabatan di lingkungan TNI merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus kesinambungan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Kemajuan daerah tidak dapat tercapai tanpa keamanan, kekompakan, dan sinergi seluruh elemen,” tutupnya.

Sementara itu, Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf. Adi Nofriadi Nata menyatakan komitmennya untuk menjaga kolaborasi bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan di Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Kami sangat berharap daerah kita bisa maju, aman, dan tertib. Karena itu kami ingin terus berkolaborasi dengan baik untuk menjalankan program pemerintah,” katanya.

Adi Nofriadi mengatakan tidak memerlukan dukungan semua pihak agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal.

Ia juga mengajak seluruh daerah menjaga kekompakan demi menciptakan suasana yang kondusif.

Pada kesempatan yang sama, Letkol Inf. Ucok Namara menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat atas dukungannya selama dirinya bertugas sekitar 1,5 tahun di wilayah tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama selama ini dan mohon maaf apabila selama bertugas di sini ada melakukan kesalahan,” kata Ucok Namara.

Usai berakhir masa yang dituangkan sebagai Dandim 0306/50 Kota, Letkol Inf. Ucok Namara akan mengemban amanah baru sebagai Pabandya-1/Lator Spaban V/Bin Proglatsi Sopsad di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad).

Ia berharap Kodim 0306/50 Kota terus berkembang dan mampu mempertahankan sinergi yang telah terbangun demi mendukung kemajuan Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Semoga Kodim 0306/50 Kota ke depan semakin baik dan sinergi terus terjaga,” tutupnya. (Rn)


Payakumbuh (Rangkiangnagari) - Kehadiran gedung baru Puskesmas Padang Tinggi Piliang menjadi langkah Pemerintah Kota Payakumbuh dalam memperkuat fasilitas kesehatan primer dan mendekatkan layanan kesehatan yang cepat serta humanis kepada masyarakat.

“Pembangunan bidang kesehatan merupakan salah satu prioritas utama kita. Kesehatan adalah fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang produktif, kuat, dan sejahtera,” kata Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta saat meresmikan, Rabu (13/05/2026).

Puskesmas memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Puskesmas harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, ramah, profesional, dan berkualitas kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang,” kata Zulmaeta.

Ia mengatakan pembangunan gedung baru Puskesmas Padang Tinggi Piliang menjadi bentuk komitmen Pemko Payakumbuh dalam meningkatkan akses serta mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, fasilitas kesehatan yang representatif harus mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin berkembang.

“Kita ingin menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih representatif, modern, dan nyaman,” ujarnya.

Zulmaeta mengatakan kualitas bangunan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tenaga kesehatan.

Ia juga meminta seluruh petugas mengedepankan izin, kesopanan, serta kecepatan dalam melayani masyarakat.

“Saya berharap puskesmas ini mampu menjadi fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan terbaik dan profesional serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, Pemko Payakumbuh juga melaksanakan Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit menular maupun tidak menular.

Zulmaeta mengatakan pengendalian penyakit hipertensi seperti, diabetes melitus, tuberkulosis, dan stunting membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, tidak hanya tenaga kesehatan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk membudayakan perilaku hidup sehat, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, menjaga lingkungan tetap bersih, dan mendukung program prioritas kesehatan pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.

Menurut dia, dedikasi dan semangat tenaga kesehatan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan.

“Saya titip gedung baru ini agar dirawat bersama. Besar harapan saya, Puskesmas Padang Tinggi Piliang menjadi puskesmas percontohan dalam pelayanan kesehatan masyarakat yang responsif dan inovatif,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dr. Yanti mengatakan pembangunan Puskesmas Padang Tinggi Piliang dilaksanakan pada tahun 2025 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Pemerintah daerah juga menyesuaikan pembangunan dengan standar teknis terbaru agar pelayanan menjadi lebih optimal.

Menurut dia, gedung baru tersebut mendukung peningkatan kapasitas layanan kesehatan dasar, termasuk penyediaan fasilitas yang lebih nyaman, ruang pelayanan yang lebih memadai, dan akses yang ramah bagi penyandang disabilitas.

“Gedung baru ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar agar lebih representatif, nyaman, dan efisien,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah saat ini terus mendorong transformasi layanan kesehatan primer melalui Integrasi Layanan Primer (ILP), digitalisasi pelayanan kesehatan, serta penguatan peran kader dan masyarakat dalam upaya promotif dan preventif.

“Puskesmas Padang Tinggi Piliang tidak hanya menjadi tempat pengobatan, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat,” kata dr. Yanti.

Ia berharap kehadiran gedung baru itu mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan primer sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di Kota Payakumbuh.

“Kepada seluruh tenaga kesehatan, jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat mengabdi. Jadikan senyum, kasih sayang, dan kepedulian sebagai budaya pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya. (Rn)

Padang (Rangkiangnagari) - Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengingatkan program bantuan rehabilitasi 8000 rumah tidak layak huni (RTLH) dari Kementerian Kesehatan RI guna mempercepat penurunan angka tuberkulosis (TBC) di Kota Payakumbuh.

Usulan tersebut disampaikan saat menghadiri kuliah umum bersama Wakil Menteri Kesehatan RI di Aula Prof. M. Syaaf, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Selasa (12/05/2026).

“Untuk percepatan penurunan kasus TBC di Payakumbuh, kami meminta 100 paket perbaikan rumah tidak layak huni, karena sebagian besar kasus TBC ini berawal dari kondisi rumah yang tidak layak,” kata Wako Zulmaeta.

Ia menilai penanganan TBC tidak cukup hanya melalui layanan kesehatan, tetapi juga memerlukan intervensi terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Oleh karena itu, lanjut Zulmaeta, Pemko Payakumbuh mendorong program rehabilitasi rumah bagi penderita TBC yang berasal dari keluarga kurang mampu, khususnya kelompok desil 1 hingga 4.

“Kita ingin penderita TBC yang rumahnya tidak layak bisa mendapat bantuan rehabilitasi rumah. Ini penting agar upaya penanganan TBC berjalan maksimal,” ujarnya.

Sebab, menurutnya, kategori Rumah Yang Tidak Layak Huni, selain tidak menyediakan terhadap struktur bangunan dan kecukupan luas, juga tidak memenuhi terhadap aspek kesehatan, seperti pencahayaan, sirkulasi udara serta faktor pencemar lainnya yang mempengaruhi kesehatan penghuninya.

Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus mengapresiasi kehadiran kepala daerah, termasuk Zulmaeta, dalam kuliah umum tersebut.

Ia menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan sektor kesehatan dan penyediaan gizi masyarakat.

“Bagaimana menjadi bangsa yang unggul jika SDM-nya lemah. Karena itu pemerintah menyelenggarakan program makan bergizi gratis, bantuan gizi untuk balita dan ibu hamil, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pembangunan rumah sakit dengan fasilitas lengkap sampai ke daerah,” katanya.

Benyamin juga meminta kepala daerah rutin turun ke lapangan untuk memastikan kecukupan gizi masyarakat serta menjaga langsung kondisi kesehatan warga.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah.

“Harapan kita kepala daerah rutin melakukan kontrol ke lapangan untuk menjaga kecukupan gizi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut, hingga kini terdapat 25.037 penderita TBC di Sumatera Barat, namun baru sekitar 62 persen yang berhasil teridentifikasi.

Kondisi itu dinilai berbahaya karena penderita yang belum ditemukan masih berpotensi menularkan penyakit kepada masyarakat lain.

“Kota Payakumbuh ada 709 kasus TBC dan baru ditemukan sekitar 57 persen atau 404 orang. Nanti anggarannya akan kami berikan, karena pada umumnya penderita TBC berasal dari keluarga tidak mampu,” katanya.

Menurut Benyamin, pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan rehabilitasi rumah bagi penderita TBC dari kelompok ekonomi bawah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menyeluruh untuk memutus rantai penularan penyakit.

“Kita ingin kasus TBC ini segera diselesaikan dan masyarakat bisa terbebas dari TBC,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas menyebutkan kampus tersebut terus berkontribusi melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk memproduksi satu juta botol tinta Pemilu 2024 berbahan dasar gambir hasil penelitian dosen.

“Fakultas Kedokteran Unand telah lebih dulu berdiri sejak tahun 1955 di Bukittinggi dengan tujuan melahirkan dokter di tanah Sumatera. Sampai hari ini sudah ribuan dokter lahir dan mengabdi di seluruh Indonesia hingga mancanegara,” katanya.

Ia menambahkan, TBC masih menjadi tantangan besar kesehatan nasional karena Indonesia termasuk negara dengan jumlah penderita TBC tertinggi di dunia.

Oleh karena itu, ia mendorong kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mempercepat pemberantasan penyakit tersebut.

“Misi kita memerdekakan Sumbar dan Indonesia dari TBC. Karena itu diperlukan dukungan semua pihak untuk melengkapi fasilitas dan memperkuat penanganannya,” tutupnya. (Rn)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.