Prof Abd Hakam, Kiprah Nasional dan Internasional Oleh. Basril Basyar Prof Dr. Ir. Abdul
Prof Dr. Ir Abdul Hakam, MT
Prof Dr. Ir. Abdul Hakam, MT adalah salah seorang dosen yang begitu banyak berkiprah di tengah masyarakat. Apalagi ditengah bencana yang datang secara silih berganti di Sumatera Barat.
Keahlian nya dibidang teknik sipil geoteknik, Likuifaksi tanah sangat dibutuhkan, dikaitkan dengan kondisi struktur tanah yang rawan bencana di Sumatera Barat.
Tidak mengherankan kalau Abdul Hakam sering diminta bantuan melakukan kajian tentang struktur bangunan, tanah dan fenomenanya. Tidak saja gedung, tetapi juga jembatan dan jalan serta perbukitan dan Lereng.
Pemikirannya telah didesiminasikan ke berbagai instansi, dinas dan lembaga- lembaga vertikal di Sumatera Barat. Saat ini ia juga melakukan kajian tentang struktur dan analisis terkait likuifaksi tanah.
Hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat telah merasakan "makan tangan" atau kemampuan serta keahlian Prof Hakam, dibidang geoteknik dan prilaku tanah.
Prof Abdul Hakam dikenal luas di kalangan akademik dan jajaran pemerintahan. Ia asli putra Padang Panjang tetapi lahir di Malang, 26 Desember 1968. Usia yang masih muda untuk melanjutkan pengabdiannya di berbagai lembaga.
Perjalanan pendidikan Hakam dimulai ketika menyelesaikan pendidikan S.1 teknil sipil Unand tahun, 1991. Ia melanjutkan pendidikan S.2 di ITB Bandung dan selesai 1994.
Tidak puas dengan strata S.2, ia menambah pendidikan di Australia tepatnya di University of New South Wales, Sydney. Suatu ketika ia menceritakan, memang tidak mudah menempuh pendidikan di negara lain.
Kebutuhan biaya yang begitu besar, membuat Hakam juga bekerja di tempat lain.
Di Universitas Andalas kiprahnya tidak diragukan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi 1 di Senat Akademik Unand (2021-2026), Ketua Pusat Studi Bencana sampai 2018, tim profesi ahli bangunan gedung di beberapa kabupaten/ kota di Sumatera Barat.
Hakam berpengalaman membantu melahirkan Peraturan Daerah Tentang Pembangunan infrastruktur Berkelanjutan di Provinsi Sumatera Barat.
Keahliannya dibidang Likuifaksi (pencairan tanah) juga ditulis dalam bentuk buku. Selama beberapa tahun terakhir ia menyelesaikan buku dengan judul, "Prosedur Kesiapsiagaan Likuifaksi", "Analisis Praktis Potensi Likuifaksi," "Stabilitas Lereng dan Penstabilan Lereng" dan Rekayasa Pondasi 200 BiG serta beberapa hasil penelitian lain.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) juga melirik Prof Hakam sebagai mitra. Melalui Pusat Studi Bencana Unand menjalin beberapa kerjasama dengan pakar-pakar Bencana Unand yang terhimpun pada Pusat Studi Bencana ( PSB).
Lahirnya Program Studi (Prodi) Magister Manajemen Bencana ( MMB) yang telah melahirkan beberapa Magister Manajemen Bencana adalah buah dari kerjasama ini.
Begitu pula dengan forum-forum ilmiah internasional. Tercatat Unand dengan pelaksana SPs Pascasarjana telah menyelenggarakan lima kali seminar internasional dengan enam pembicara dari Asean dan luar Asean.
International Conference Disaster Management- th5 adalah produk dari kerjasama antar negara. Kegiatan ini banyak membantu para dosen dan mahasiswa pada tingkat akhir.
Kiprah Prof Abdul Hakam di kancah internasional cukup cemerlang. Beberapa kali menjadi pembicara di seminar internasional seperti yang diselenggarakan di Bangkok, India, Jepang, Malaysia, Australia serta di beberapa negara rentan bencana lain.
Dengan kiprah yang begitu besar dan mengharumkan nama institusi di kancah nasional dan internasional, mestinya Hakam tetap dalam genggaman Unand. Secara moralitas, dedikasi dan integritasnya tidak pernah cacat dan tercela.***





