Latest Post

BBerangkat haji di usia muda dianjurkan seperti di utarakan Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari Hafid Dauli dan Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander.


Padang, - Berangkat haji usia muda sangat dianjurkan, karena akan banyak manfaat yang diberikan. Yang jelas berangkat haji di usia muda akan menyempurnakan pelaksanaan ibadah haji.

Demikian disampaikan Harry Alexander Anggota Badan Pelaksana BPKH ( Badan Pelaksana Keuang Haji) RI dalam acara talkshow di Radio Sushi FM bersama Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari Havid Dauli. SPt , Selasa  pagi (3/3).

Menurut Harry seorang anak muda yang berangkat haji akan merasakan bagaimana ia menerima manfaat dari ibadahnya. Ia bisa bergaul dengan anak-anak muda muslim dari seluruh dunia.

Ia akan memahami karakter dan budaya berbagai bangsa di dunia. Bahkan kalau ia aktif,  bukan tidak mungkin bisa berkomunikasi lebih lanjut untuk berbagai bidang kegiatan.

Berhaji di usia muda sangat dianjurkan karena memperoleh banyak manfaat. Oleh sebab itu peran orang sangat diharapkan, mulai menabung haji mulai dari usia dini, bahkan nol tahun.  " percayalah bahwa uang yang disetorkan, tidak akan pernah hilang dan berkurang", kata Hafid Dauli Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari. 

Menurut Harry yang memberikan keterangan secara bergantian, saat ini tren anak muda ikut berhaji sedang disenangi anak muda. Sebagai pemeluk agama Islam, kita dianjurkan lebih dahulu mengunjungi ka'bah, tempat kita menghadapi ketika sholat.

Seperti diketahui saat ini banyak diantara anak muda berlibur dan jslan-jalan ke Jepang dan Korea. Tidak apa-apa kalau juga mengunjungi Mekah dan Madinah.

Saat ini antrean atau daftar tunggu untuk ikut haji sudah mencapai 24-26 tahun.  Kalau seseorang baru pensiun mendaftar dapat dibayangkan sudah usia sekitar 90 tahun ia terpanggil berhaji.

Sudah tua dan tidak sempurna lagi melaksanakan rukun dan wajib haji. Kasihan, kata Harry. 

Menurut Hafid Dauli, untuk.menabung haji caranya tidak sulit. Pada tahap awal orang tua bisa menggunakan namanya pada buku tabungan. Begitu usia mencapai 13 tahun, namanya sudah dapat diganti dengan nama anaknya.

Jumlah setoran pertama tidak perlu juga banyak-banyak, minimal Rp 100 ribu. Begitu ditambah terus ia ajan mencapai angka pas untuk biaya haji. Setoran untuk pengambilan nomor atau porsi cukup pada angka Rpb25 juta. Pada tahap pelunasan diwajibkan setor Rp 55 juta.

Sekiranya kewajiban ini sudah dipenuhi, para calon hanya menunggu panggilan berangkat. Dia tidak akan menambah lagi lain-lain termasuk sisa dari biaya yang ditetapkan.

Seperti diketahui pada tahun 2026 ini juga.lah biaya haji mencapai Rp 89 juta. Kewajiban jemaah cuma Rp 55 juta. Sisanya ditanggung pemerintah melalui subsidi dana BPKH.

Arab Saudi Tambah Kuota

Disisi lain Harry mengatakan,  setelah semua fasilitas selesai pembangunan,  pada tahun 2030 akan ditambah kuota haji. Kalau hari ini hanya pada angka 221 ribu, maka setelah tahun 2030 ajan ditingkatkan jadi 1 juta pertahun. Kalau demikian halnya, seluruh antrean yang ada sekarang sekitar 5 juta akan selesai dalam tempo tahun. Insya Allah,  katanya.

(*01).




 

Shadiq Pasadique anggota DPR.RI  buka bersama dengan wartawan anggota MOI Sumbar


PADANG, Rangkiang Nagari — Dewan Pimpinan Wilayah Media Online Indonesia (DPW MOI) Sumatera Barat menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat I, Shadiq Pasadigoe, Selasa (3/3/2026). 

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Pauh Piaman menjadi momentum silaturahmi sekaligus ajang penyerapan aspirasi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. (H.C.) H. Shadiq Pasadigoe yang duduk di Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan buka bersama tersebut merupakan bagian dari agenda resesnya di daerah pemilihan.

“Buka bersama ini adalah dalam rangka reses dan menyaring aspirasi masyarakat Sumbar untuk wilayah Dapil I. Aspirasi ini nantinya akan dibawa ke DPR RI pusat untuk diperjuangkan sesuai mekanisme dan kewenangan yang ada,” ujarnya.

Ia menegaskan, masa reses menjadi kesempatan strategis bagi anggota legislatif untuk turun langsung ke masyarakat, mendengar persoalan riil di lapangan, serta merumuskan langkah-langkah tindak lanjut di tingkat nasional, khususnya yang berkaitan dengan bidang tugas Komisi XIII yang membidangi reformasi regulasi dan hak asasi manusia.

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan konstruktif tersebut, Ketua DPW MOI Sumbar Anulzufri  menyampaikan harapan agar Dr. (H.C.) Shadiq Pasadigoe dapat membantu mencarikan solusi terhadap kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muara Padang yang saat ini dinilai mengalami over kapasitas.

Menurutnya, kelebihan jumlah warga binaan berdampak pada efektivitas pembinaan, aspek keamanan, serta kenyamanan lingkungan sekitar. Karena itu, diperlukan solusi jangka panjang yang komprehensif.

DPW MOI Sumbar mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan relokasi Lapas Muara Padang ke wilayah yang memiliki lahan lebih luas, seperti ke kawasan Kepulauan Mentawai atau pulau lain di Sumatera Barat yang masih tersedia lahan kosong.

Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif solusi dalam mengatasi persoalan over kapasitas sekaligus menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih representatif dan berorientasi pada pembinaan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Shadiq Pasadigoe menyatakan akan menampung dan mengkaji usulan yang disampaikan, serta berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait sesuai dengan fungsi pengawasan dan legislasi DPR RI.

Kegiatan buka bersama itu pun ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi antara insan pers dan wakil rakyat dalam mengawal kepentingan masyarakat Sumatera Barat, khususnya dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada publik.

Payakumbuh (Rangkiangnagari) - Pemko Payakumbuh menggencarkan stabilisasi pasokan dan harga pangan saat Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar di Pasar Padang Kaduduak, Payakumbuh Utara, Kamis (05/03/2026).

“Kita terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan agar tetap terjangkau masyarakat, terutama saat terjadi gejolak harga seperti menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta melalui Asisten II Yasrizal.

Ia menegaskan, langkah tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi pangan sekaligus memastikan kebutuhan pokok warga tetap terpenuhi dengan harga yang lebih ringan dibandingkan harga pasar.

Pemko Payakumbuh melalui Dinas Ketahanan Pangan menyediakan sejumlah strategi komoditas dengan subsidi harga, antara lain beras lokal Anak Daro, beras SPHP, telur ayam, gula pasir, bawang merah, dan minyak goreng.

Yasrizal berharap kegiatan itu mampu menciptakan stabilisasi harga di tengah masyarakat selama Ramadhan.

“Kami ingin masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan aman dan harga yang wajar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Edfidel Arda, menjelaskan menggelar kegiatan tersebut untuk mengantisipasi strategi pengadaan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih murah.

“Kami menyasar langsung masyarakat Kota Payakumbuh. Warga cukup menunjukkan fotokopi KTP agar program ini tepat sasaran,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan menyediakan beras lokal Anak Daro dengan harga Rp150.000 per 10 kilogram dari harga pasar Rp170.000, dengan stok 2.750 kilogram.

Beras SPHP dijual Rp60.000 per kemasan dari harga pasar Rp64.000 dengan ketersediaan 600 kilogram.

Telur ayam dijual Rp47.000 per nampan dari harga pasar Rp53.000 dengan stok 275 nampan. Gula pasir dipasarkan Rp14.000 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp18.000 per kilogram dengan ketersediaan 275 kilogram.

Bawang merah dijual Rp20.000 per kilogram dari harga pasar Rp23.000 per kilogram dengan stok 275 kilogram. Sementara minyak goreng dipasarkan Rp29.000 per pouch dari harga pasar Rp31.400 per pouch dengan ketersediaan 275 pouch.

Edfidel menambahkan, kegiatan tersebut didukung dana CSR Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp10 juta.

“Harapan kita, dengan dukungan ini dapat memperkuat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara rutin ke depan,” tutupnya.

Salah seorang warga, Fahmi Yurnita, warga Kelurahan Tigo Koto Diate, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemko Payakumbuh karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemko Payakumbuh atas Gerakan Pangan Murah ini. Kegiatan seperti ini sangat membantu kebutuhan rumah tangga kami, apalagi menjelang Ramadhan. Kami berharap program ini bisa rutin dilaksanakan,” tutupnya. (Rn)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.