Latest Post

Padang (Rangkiangnagari) - PT Bank Nagari kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan The Best Indonesia Finance Award 2026 pada kategori Regional Development Bank-Asset di atas Rp30 Triliun. Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Economic Review tersebut, Bank Nagari berhasil memperoleh predikat Gold Award (A)-- Excellent (4 Stars), sebuah pencapaian yang menjadi bukti atas konsistensi perusahaan dalam menjaga kesehatan keuangan, memperkuat tata kelola, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Penghargaan ini diberikan kepada lembaga jasa keuangan yang dinilai mampu menunjukkan kinerja terbaik di tengah dinamika industri perbankan nasional yang semakin kompetitif. Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mengacu pada sejumlah indikator utama yang menjadi tolok ukur kesehatan suatu institusi keuangan, meliputi Profil Risiko, Permodalan, Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), Likuiditas, dan Profitabilitas. Kelima aspek tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko, menjaga permodalan, menerapkan tata kelola yang baik, mempertahankan likuiditas, serta menghasilkan laba secara berkelanjutan.

Direktur Keuangan Bank Nagari, Roni Edrian, mengatakan penghargaan yang diraih merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras seluruh insan Bank Nagari dalam menjaga kinerja perusahaan secara konsisten. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang selama ini memberikan kepercayaan kepada Bank Nagari.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Bank Nagari serta dukungan penuh dari para pemegang saham, nasabah, regulator, dan seluruh mitra strategis. Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga amanah untuk terus menghadirkan layanan perbankan yang sehat, inovatif, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta pembangunan daerah,” ujar Roni Edrian.

Ia menjelaskan industri perbankan saat ini tengah menghadapi perubahan yang sangat cepat, terutama akibat perkembangan teknologi digital, perubahan perilaku konsumen, serta meningkatnya tuntutan terhadap kualitas layanan. Oleh karena itu, Bank Nagari terus melakukan berbagai langkah strategi untuk memperkuat fundamental bisnis agar mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus mempertahankan daya saing di tingkat nasional. 

“Salah satu fokus utama perusahaan adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko. Melalui penerapan prinsip kehati-hatian, penguatan tata kelola perusahaan, serta peningkatan kualitas risiko manajemen, Bank Nagari berupaya memastikan bahwa setiap langkah ekspansi bisnis tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan,” ucapnya.

Selain memperkuat aspek tata kelola, Bank Nagari juga terus mengembangkan inovasi layanan berbasis digital sebagai bagian dari transformasi perusahaan. Digitalisasi menjadi salah satu strategi utama dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses layanan perbankan secara cepat, aman, dan efisien. Berbagai inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengalaman nasabah sekaligus memperluas jangkauan layanan hingga berbagai lapisan masyarakat.

“Kami terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, manajemen risiko, dan layanan inovasi. Fokus kami tidak hanya pada pencapaian kinerja keuangan, tetapi juga bagaimana Bank Nagari mampu menjadi bank pembangunan daerah yang adaptif, terpercaya, dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Nagari memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi di Sumatera Barat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang berfokus pada penguatan sektor-sektor produktif, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, serta pengembangan berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Keberadaan Bank Nagari tidak hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Dukungan pembiayaan kepada sektor produktif dan UMKM diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing usaha lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.

Di sisi lain, penerapan prinsip Good Corporate Governance yang konsisten menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Bank Nagari terus memperkuat budaya perusahaan yang mengedepankan integritas, transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Raihan Gold Award (A) - Excellent (4 Stars) pada ajang The Best Indonesia Finance Award 2026 semakin mempertegas posisi Bank Nagari sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah dengan kinerja keuangan yang sehat, tata kelola perusahaan yang kuat, serta daya saing yang terus meningkat di tingkat nasional. Penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kontribusi memperkuat terhadap pembangunan daerah.

Ke depan, Bank Nagari berkomitmen melanjutkan transformasi secara berkelanjutan dengan memperkuat layanan inovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, serta menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan. Melalui berbagai strategi tersebut, Bank Nagari optimis dapat terus tumbuh bersama masyarakat, memperkuat memperkuat menjadi bank pembangunan daerah yang modern dan terpercaya, sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan daerah maupun perekonomian nasional.(*) 

Payakumbuh (Rangkiangnagari) – Pemerintah Kota Payakumbuh kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Sumatera Barat setelah Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang (Sapaku), Kecamatan Payakumbuh Selatan, ditetapkan sebagai Juara I Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 400.10-413-2026.

Prestasi tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi di tingkat kelurahan.

Surat Keputusan Gubernur diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Barat Yozarwardi Usama Putra kepada Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda di ruang kerja Wali Kota Payakumbuh, Senin (20/7/2026).

Kepala DPMD Provinsi Sumatera Barat Yozarwardi Usama Putra menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Payakumbuh dan Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang atas keberhasilan meraih predikat terbaik di tingkat provinsi.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta menghadirkan berbagai inovasi di tingkat kelurahan. Ia berharap persiapan menuju penilaian tingkat nasional terus dimatangkan agar Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang mampu memberikan hasil terbaik sebagai wakil Provinsi Sumatera Barat.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga Kota Payakumbuh kembali meraih prestasi di tingkat provinsi.

“Dengan tercapainya prestasi ini, diharapkan seluruh unsur kelurahan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat bahu-membahu mendukung Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang meraih hasil terbaik di tingkat nasional,” katanya.

Menurut Elzadaswarman, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kolaborasi antara pemerintah, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang selama ini aktif mendukung pembangunan di tingkat kelurahan.

Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh kelurahan di Kota Payakumbuh untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas pemberdayaan masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jangan sampai semangat membangun hanya muncul karena adanya perlombaan. Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat terus meningkat dan inovasi terus dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kelurahan merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan daerah sehingga kualitas pelayanan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan wilayah sangat ditentukan oleh kinerja pemerintah kelurahan.

“Saya berharap seluruh kelurahan di Kota Payakumbuh terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan tidak henti-hentinya melahirkan berbagai inovasi untuk kemajuan wilayah masing-masing,” ujarnya.

Keberhasilan Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang diraih setelah melalui proses penilaian selama sekitar tiga bulan. Dalam penilaian tersebut, kelurahan ini bersaing dengan Kelurahan Bukit Surungan, Kota Padang Panjang, dan Kelurahan Campago Guguk Bulek, Kota Bukittinggi.

Tim penilai menetapkan Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang sebagai juara setelah memperoleh nilai tertinggi pada berbagai aspek penilaian, meliputi bidang pemerintahan, kewilayahan, kemasyarakatan, inovasi, serta pengembangan potensi unggulan daerah.

Sementara itu, Lurah Sawahpadang Aua Kuniang Deop Darius menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh, masyarakat, serta seluruh unsur yang terlibat dalam proses penilaian.

Ia menyatakan Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang siap mempersiapkan diri secara maksimal untuk mewakili Provinsi Sumatera Barat pada Kelurahan Lomba Tingkat Nasional dengan mempertahankan berbagai inovasi dan praktik terbaik yang telah dikembangkan.

Dengan ditetapkannya sebagai Juara I tingkat provinsi, Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang resmi mewakili Provinsi Sumatera Barat pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2026. Capaian tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi Pemerintah Kota Payakumbuh untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta inovasi di seluruh kelurahan sehingga mampu melahirkan prestasi yang berkelanjutan di tingkat daerah maupun nasional. 

Padang Aro (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kabupaten bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Solok Selatan terus mendorong optimalisasi peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid. Ini menjadi upaya untuk meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sekaligus memperkuat program pengentasan kemiskinan.

Bupati Solok Selatan H. Khairunas menegaskan bahwa zakat merupakan ajaran yang mengandung nilai kepedulian dan keadilan sosial. Menurutnya, zakat tidak hanya berfungsi membersihkan harta, tetapi juga menjadi sarana membantu masyarakat yang membutuhkan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperkuat perekonomian umat.

“Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen pemberdayaan. Apabila dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, zakat mampu menjadi kekuatan dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga penanggulangan bencana,” kata Khairunas dalam Berbagainya pada kegiatan Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) UPZ Masjid di Hotel Pesona Alam Sangir, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, masjid memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Oleh karena itu, keberadaan UPZ di masjid dinilai sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi sehingga penyalurannya lebih terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Ia mengajak seluruh pengurus masjid menjadi mitra strategi Baznas dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menunaikan zakat sesuai syariat Islam sekaligus mendukung pembentukan dan penguatan UPZ di masjid.

“Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berkomitmen terus mendukung tata kelola zakat melalui kolaborasi bersama Baznas. Semoga kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun gerakan sadar zakat di Solok Selatan dengan pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Solok Selatan, Zulfajriadi, mengatakan saat ini telah terbentuk sekitar 40 UPZ di berbagai wilayah di Solok Selatan. Namun, dari jumlah tersebut baru sekitar 10 UPZ masjid yang secara konsisten aktif menghimpun dana ZIS.

“Kondisi ini menjadi dasar bagi Baznas untuk terus melakukan sosialisasi, optimalisasi, dan akselerasi peran UPZ masjid. Tujuannya adalah menggali potensi zakat, infak, dan sedekah yang ada di Solok Selatan agar volume penghimpunan semakin meningkat, sekaligus mendorong keaktifan UPZ di setiap nagari,” paparnya.

Selain meningkatkan penghimpunan dana umat, lanjutnya, Baznas juga terus memperkuat kapasitas pengurus agar pengelolaan zakat berjalan secara amanah, transparan, dan akuntabel sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat semakin meningkat.

Senada, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok Selatan Fitriyoni menegaskan bahwa Baznas dan UPZ merupakan instrumen penting dalam pengumpulan sekaligus pendistribusian zakat kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

Untuk itu, ia berharap pengurus UPZ masjid tidak hanya aktif menghimpun zakat, tetapi juga memastikan pendistribusiannya tepat sasaran karena pengurus masjid merupakan pihak yang paling memahami kondisi masyarakat di lingkungannya. 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.