Latest Post

 

Suasana diskusi dan ekspose Pemerintah Tanah Datar tentang kearifan lokal menghadapi bencana meteorologi 


Tanah Datar, Rangkiang Nagari - Tim Penyusun Buku Pembelajaran Bencana Hidrometeorologi  (Leason Learning) Universitas Andalas mendapat banyak masukan dari  Jajaran Pemerintah Tanah Datar, di Batusangkar Senin (12/10).

Dipimpin langsung Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, S.STP pertemuan berlangsung penuh makna dengan membahas berbagai persoalan bencana terutama yang terkait meteorologi.

Daerah Tanah Datar termasuk daerah yang dilanda bencana banjir dan banjir bandang dahsyat akhir November 2025. Sedikitnya 35 nagari di berbagai kecamatan (termasuk wilayah Malalo, Batipuh Selatan, Lembah Anai, dan Sungai Batang Sumpur) mengalami hantaman material banjir.

Diskusi Tim Penyusun Buku disela-sela kegiatan mendengarkan ekspose dari Pemerintah daerah Kabupaten Tanah Datar 

Pada waktu dilaporkan dua orang meninggal dunia dan satu orang sempat dilaporkan hilang pada pendataan awal. Sementara wilayah lain di Sumbar dan sekitarnya mengalami korban jiwa yang lebih besar akibat rangkaian cuaca ekstrem tersebut.

Dilaporkan juga Lahan pertanian warga mengalami kerusakan parah, meliputi sawah sekitar 500 hektar yang tertimbun lumpur dan material sisa galodo.

Menurut Sekda Abdurrahman menghadapi bencana yang begitu dahsyat pihak pemerintah kabupaten selalu siaga dengan melakukan rapat evaluasi setiap hari.

Sementara bantuan terus mengalir guna membebaskan masyarakat dari ancaman kelaparan terutama daerah terisolir. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama TNI/Polri, BNPB, dan relawan melakukan evakuasi darurat, pengajuan bantuan rehabilitasi lahan ke Kementerian Pertanian, serta pengusulan pembangunan kembali sabo dam (bendungan pengendali sedimen) di titik-titik rawan seperti Nagari Guguak.

Sofian Ali Zumara  kepala BPBD Tanahdatar dalam penjelasan kepada tim menguraikan upaya yang dilakukan termasuk pada saat tanggap darurat.  Salah satu hal yang menarik yang mungkin bisa dijadikan kearifan lokal adalah ketika masyarakat bergotong royong membantu masyarakat yang ditimpa musibah.

Ketika dibuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pengungsi berbagai bantuan datang dari masyarakat nagari yang ada di sekitar daerah terdampak.   Sayur mayur seperti tomat, cabe , kentang dan wortel berdatangan.

Bahkan bantuan itu juga mengalir dari masyarakat daerah yang terdampak bencana lainnya. Bisa dibayangkan, disaat mereka ditimpa musibah, masih bisa membantu yang lain. Selama masa tanggap darurat, kebutuhan masyarakat terpenuhi, kata Sekda Tanah Datar.

Kearifan lokal lain yang bisa dijadikan catatan adalah tingginya solidaritas antar masyarakat. Ketika terjadi bencana di Malalo Batipuh Selatan, tidak satupun masyarakat yang tidur di tenda pengungsian. Mereka ditampung di rumah-rumah masyarakat di Batu Taba daerah tetangganya.

Dengan tangan terbuka mereka menerima para pengungsi dari daerah Malalo dalam waktu yang panjang. Seperti diketahui ketika terjadi bencana banjir meteorologi di akhir 2025, pemerintah Tanah Datar sempat empat kali memperpanjang masa tanggap darurat.

Prof Fauzan ahli bencana dari Universitas Andalas mengutip Peraturan BNPB Nomor 4 Tahun 2020 mengatakan bahwa penanggulangan bencana sebenarnya bisa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP). Dana itu boleh digunakan pada masa Status Keadaan Darurat Bencana, keadaan tertentu, serta saat ada pertimbangan risiko bencana berdampak luas yang ditetapkan oleh Kepala BNPB.  

Secara spesifik, penggunaan DSP mencakup tiga fase status keadaan darurat bencana. Pertama  Siaga Darurat yaitu Masa ketika ada ancaman bencana dan tindakan pencegahan perlu segera dilakukan. Ia mencontohkan evakuasi dini, penempatan peralatan kedaruratan, sistem peringatan dini.

Tanggap Darurat yaitu masa segera setelah bencana terjadi untuk penanganan darurat  seperti pencarian dan penyelamatan korban, evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, dan perbaikan infrastruktur vital secara darurat.  

Sedangkan yang ketiga adalah Transisi Darurat ke Pemulihan yaitu masa setelah tanggap darurat berakhir namun kondisi darurat masih dirasakan, sebelum masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.  

Prof Fauzan juga menjelaskan syarat pencairan dan penggunaan Dana Siap Pakai ( DSP) tersebut. Harus ada Surat Keputusan (SK) Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana yang dikeluarkan secara resmi  Bupati/Wali Kota daerah bersangkutan. Termasuk juga untuk provinsi oleh Gubernur atau Presiden di tingkat nasional.

Disisi lain staf pengajar Fakultas Teknik Sipil ini mengatakan bahwa DSP dapat dicairkan tanpa SK Kepala Daerah jika ada pertimbangan risiko bencana berdampak luas yang ditetapkan langsung oleh Kepala BNPB. 

Batas waktu penggunaan DSP hanya berlaku selama masa status keadaan darurat sepanjang masih ditetapkan dan disetujui, demikian Fauzan.

Rombongan tim Penyusun Buku Pembelajaran Bencana Hidrometeorologi ini terdiri dari Prof Werry Darta Taifur, Dekan Fak. Teknik Prof Is Prima Ananda, Prof Fauzan, Prof Hakam, Prof Yonariza. Dr. Basril Basyar,  Dr Rina Yuliet serta didukung mahasiswa magister manajemen bencana. (*01).

 

Dirut Bank Nagari Gusti Candra ketika menerima penghargaan

Jakarta. Rangkiang Nagari- Bank Nagari terus menambah panjang daftar prestasi tahun 2026. Terbaru, Bank Nagari diganjar penghargaan TOP SDGs Award 2026, atas aksi kepedulian dalam pembangunan berkelanjutan.

Penghargaan diserahkan dalam acara yang diadakan di Grand Capitol Ballroom Manhattan Hotel, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Disebutkan, penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian terhadap tiga aspek utama yakni, SDGs Initiative, SDGs Implementation, dan CSR/TJSL Funds.

Penghargaan ini menjadi apresiasi terhadap upaya perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam strategi bisnis serta pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Gusti Candra mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada INFOBRAND.ID, TRAS N CO dan Tim Penilai yang telah memberikan apresiasi dan penghargaan.

Ia menyebutkan, apresiasi ini merupakan kontribusi serta sinergi dan kolaborasi nyata dari seluruh pengurus dan pegawai Bank Nagari, serta mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah selaku pemegang saham, masyarakat, nasabah dan para mitra.

“Kami meyakini bahwa apabila kita banyak berbuat kebaikan dengan tulus, ringan tangan dan cepat tanggap, maka Allah SWT akan memberikan kemudahan dan kesuksesan kepada perusahaan,” kata Gusti Candra.

Ia mengungkapkan, pegawai akan mencintai perusahaan, dan masyarakat serta nasabah akan mendukung karena perusahaan ini diurus dan dihuni oleh orang-orang baik dan tulus. Dengan sendirinya pencapaian kinerja akan mudah diperoleh.

TOP SDGs Award 2026 diselenggarakan oleh TRAS N CO Indonesia bersama INFOBRAND.ID. Ajang yang memasuki tahun kelima ini memberikan apresiasi kepada perusahaan yang dinilai mampu menyelaraskan tujuan pembangunan berkelanjutan dengan strategi bisnisnya.

Dalam proses penilaiannya, riset TOP SDGs Index 2026 menggunakan metode desk research dengan menganalisis laporan keberlanjutan atau sustainability report perusahaan tahun 2025 yang telah dipublikasikan secara resmi.

Riset tersebut mencakup lebih dari 500 perusahaan di Indonesia, mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), anak perusahaan BUMN, perusahaan publik, hingga perusahaan swasta nasional.

CEO TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo mengatakan, penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama. Pertama, SDGs Initiative, yang menilai inisiatif, konsep, dan gagasan perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip SDGs ke dalam aktivitas bisnis, baik secara internal maupun eksternal.

Kedua, SDGs Implementation, yang menilai pelaksanaan program keberlanjutan berdasarkan informasi dalam laporan resmi perusahaan. Ketiga, CSR/TJSL Funds, yang menilai alokasi dan realisasi anggaran untuk program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Tri menyebut, melalui ketiga aspek tersebut, penilaian tidak hanya memperhatikan komitmen perusahaan, tetapi juga pelaksanaan program dan dukungan pendanaan untuk kegiatan sosial serta lingkungan.

Sementara itu, CEO INFOBRAND.ID, Susilowati Ningsih juga menyampaikan bahwa perusahaan yang masuk dalam jajaran TOP 150 merupakan perusahaan yang mencapai skor akhir minimal 70 poin berdasarkan kriteria penilaian yang ditetapkan.

Ia menyebut, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas bisnis perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Sementara itu, CEO INFOBRAND.ID, Susilowati Ningsih juga menyampaikan bahwa perusahaan yang masuk dalam jajaran TOP 150 merupakan perusahaan yang mencapai skor akhir minimal 70 poin berdasarkan kriteria penilaian yang ditetapkan.

Ia menyebut, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas bisnis perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Pencapaian TOP SDGs Award 2026 juga menjadi momentum bagi Bank Nagari untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, nasabah, mitra usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, tanggung jawab sosial, dan kepedulian lingkungan, Bank Nagari diharapkan dapat terus berkontribusi terhadap pembangunan daerah sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“Bumi ini mesti kita jaga dan titipkan kepada generasi masa datang agar tetap memberikan manfaat dan keberlanjutan kepada semua umat manusia. Mari kita jaga keseimbangan antara mencari profit, dan perhatian terhadap kemanusiaan dan bumi yg kita tinggali,” pungkasnya. (*).

 


Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra  dan Direktur Keuangan Roni Edrian  menerima penghargaan

Jakarta, Rangkiang Nagari - PT Bank Nagari kembali menambah prestasi dan penghargaan bergengsi tingkat Nasional pada tahun 2026. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kepemimpinan yang inovatif, pengelolaan keuangan yang strategis, serta komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis di industri jasa keuangan.

Terbaru, Bank Nagari berhasil meraih penghargaan 8th Indonesia Best Financial Awards 2026 yang diselenggarakan The Iconomics di Jakarta pada Kamis, (15/10). Tak hanya itu, pada kesempatan yang sama, Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Gusti Candra, juga menerima penghargaan The 50 Most Innovative CEO Awards 2026, dan Direktur Keuangan, Roni Edrian, meraih 4th Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026.

Penghargaan yang diterima Gusti Candra merupakan bentuk apresiasi atas kepemimpinan yang inovatif dan visioner dalam mendorong transformasi, memperkuat daya saing, serta membangun budaya kerja yang adaptif terhadap perkembangan industri perbankan.

Kepemimpinan yang berorientasi pada inovasi menjadi salah satu elemen penting dalam menghadapi perubahan dan menjawab kebutuhan nasabah yang semakin dinamis.

Sementara itu, penghargaan 8th Indonesia Best Financial Awards 2026 yang diraih Bank Nagari menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat kinerja, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Capaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh insan Bank Nagari untuk terus berinovasi, meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Sumatera Barat.

Adapun penghargaan 4th Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026 yang diterima Roni Edrian merupakan apresiasi atas pentingnya peran strategis kepemimpinan keuangan dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan.

Inovasi dalam pengelolaan keuangan, peningkatan efisiensi, penguatan tata kelola, serta pengambilan keputusan yang tepat menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan dan keberlanjutan bisnis perusahaan.

Raihan ketiga penghargaan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara kepemimpinan yang visioner, pengelolaan keuangan yang inovatif, dan kinerja perusahaan yang berkelanjutan. Apalagi penghargaan ini melibatkan ribuan perusahaan dan responden di Indonesia. 

Dirut Bank Nagari, Gusti Candra menyebutkan, prestasi ini juga menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Bank Nagari untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing di tengah perkembangan industri perbankan yang semakin kompetitif.

“Terima kasih atas kerja sama, sinergi dan kolaborasi kita semua. Semoga terus diberikan kemudahan oleh Allah SWT agar Bank Nagari dapat melewati tantangan dan berbagai persoalan dengan baik sehingga tetap terus bertumbuh berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, penghargaan ini hasil kerja bersama antara pengurus dan pegawai Bank Nagari, serta didukung oleh pemerintah daerah selaku pemegang saham, dan tentunya para nasabah, masyarakat dan para mitra.

“Saya meyakini apabila kita semua, perusahaan kita, terus dan senantiasa menebar kebaikan dan kebajikan, maka pegawai akan mencintai perusahaan, nasabah akan mencintai perusahaan. Sehingga Insya Allah pencapaian kinerja akan dimudahkan Allah SWT,” pungkas Gusti.

Sementara itu, Direktur Keuangan Bank Nagari, Roni Edrian menambahkan, Bank Nagari berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi bisnis, mengembangkan inovasi layanan, meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik, serta menghadirkan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Melalui pencapaian ini, ia berharap dapat terus tumbuh sebagai bank daerah yang modern, kompetitif, dan terpercaya, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.

“Prestasi ini bukan sekadar penghargaan, melainkan motivasi untuk terus berinovasi, memperkuat kepercayaan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat serta kemajuan industri perbankan Indonesia,” tutupnya.

Sebagai informasi, penghargaan yang digelar The Iconomics menggunakan metode penilaian dan survey yang sangat independen ini diberikan kepada sejumlah CEO dan CFO di berbagai kategori sub-industri.


Penghargaan kepada CEO ditentukan berdasarkan gabungan 4 parameter utama dengan skala Likert 1–5 (nilai minimum rata-rata 4,0 atau lebih, serta minimum 300 responden dalam industri yang sama), yakni Popularity (Popularitas), Competency (Kompetensi), Crisis Leadership (Kepemimpinan dalam krisis), Personality (Kepribadian). (*)


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.