Latest Post

Payakumbuh (Rangkiangnagari) - Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, teken Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Poltekkes Pengadaan Nasional Pekanbaru serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh.

“Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal bagi kita semua, bermanfaat bagi masyarakat Kota Payakumbuh, mampu mendorong terciptanya SDM yang unggul dan berintegritas serta menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba di Kota Payakumbuh,” ujar Wali Kota Zulmaeta di ruang kerja, Selasa (5/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Pemko Payakumbuh menjalin kerja sama dengan Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, serta Poltekkes Pengadaan Nasional Pekanbaru dalam rangka pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Sementara itu, Pemko Payakumbuh menjalin kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Payakumbuh terkait pencegahan dan pemberantasan pengendalian serta peredaran gelap narkotika.

Dalam sambutannya, Zulmaeta menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

“Suatu daerah tidak akan maju tanpa didukung oleh SDM yang berkualitas serta tanpa ilmu pengetahuan, kita tidak akan mampu berkembang secara optimal,” ujar Zulmaeta.

Ia berharap, melalui kerja sama ini akan lahir berbagai inovasi serta program nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan dan memperkuat institusi marwah.

Lebih lanjut, kerja sama dengan perguruan tinggi tersebut diarahkan pada penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Zulmaeta juga menegaskan bahwa permasalahan narkotika merupakan ancaman serius bagi generasi muda. 

“Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tentram yang bersih dari narkoba,” tutupnya.

Oleh karena itu, lanjut Zulmaeta, kerja sama dengan BNN Kota Payakumbuh fokus pada program penguatan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika), termasuk melalui edukasi masyarakat dan peningkatan kesadaran akan bahaya narkoba. (Rn)

Payakumbuh (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat fondasi literasi generasi muda dengan menggelar Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kota Payakumbuh Tahun 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dibuka langsung oleh Bunda Literasi Kota Payakumbuh, Ny. Eni Zulmaeta, di Aula Perpustakaan Daerah, Selasa (05/05/2026).

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong anak-anak semakin mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” kata Ny. Eni Zulmaeta.

Ia mengatakan, literasi tidak hanya soal membaca, tetapi juga membangun cara berpikir kritis dan karakter generasi muda.

Lomba bertutur tersebut mengusung tema “Panggung Para Bintang Bercerita” dengan materi cerita kepahlawanan dan legenda rakyat Sumatera Barat yang diikuti puluhan siswa dari berbagai sekolah.

Panitia mencatat 48 siswa dari SD/MI negeri dan swasta ambil bagian, menandakan tingginya antusiasme sekolah dalam mendukung pemberdayaan literasi berbasis budaya lokal.

“Cerita rakyat yang dibawakan anak-anak tidak sekedar hiburan, tetapi juga sarat nilai moral dan karakter pendidikan,” ujar Wakil Bunda Literasi Payakumbuh, Ny. Yeni Elzadaswarman, yang turut hadir dalam pembukaan kegiatan itu.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh merancang lomba ini sebagai bagian dari strategi membangun masyarakat literat sekaligus menggali potensi anak dalam seni bertutur.

Tiga pembelajar dari ISI Padang Panjang dipercaya sebagai dewan juri untuk menilai kemampuan peserta, mulai dari penguasaan materi hingga ekspresi dan teknik bercerita.

“Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan dengan baik,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan.

Kegiatan itu berlangsung selama dua hari, 5–6 Mei 2026. Panitia menyiapkan total hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang, dengan rincian juara I sebesar Rp5 juta, juara II Rp4 juta, dan juara III Rp3 juta, serta hadiah bagi juara harapan.

“Dukungan semua pihak menjadi kunci sukses kegiatan ini. Kami optimis lomba bertutur dapat menjadi langkah dalam meningkatkan minat baca dan literasi anak-anak di Payakumbuh,” tutupnya. (Rn)

Payakumbuh (Rangkiangnagari) - Kelurahan Payolansek, mengoptimalkan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai langkah konkret mendekatkan layanan dasar kepada masyarakat sekaligus menekan angka stunting dan kemiskinan.

“Bapak Wali Kota Zulmaeta ingin posyandu benar-benar hadir membantu masyarakat, menekan stunting, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Payakumbuh,” kata Lurah Payolansek Aldi Kristian, Selasa (05/05/2026).

Aldi menjelaskan, Posyandu 6 SPM mencakup enam bidang utama, yakni kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pendidikan, sosial, serta ketenteraman dan peringatan umum (trantibuum).

Menindaklanjuti Arah Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, Aldi mengatakan program ini digelar rutin setiap Senin pertama setiap bulan sebagai wadah pelayanan terpadu lintas sektor di tingkat kelurahan.

“Pelaksanaan rutin ini memudahkan masyarakat mengakses layanan dasar sekaligus menjadi ruang koordinasi antara masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Posyandu 6 SPM merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.

Regulasi tersebut mendorong penguatan fungsi posyandu tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga sebagai pusat layanan sosial dan pembangunan masyarakat.

“Dengan payung regulasi yang jelas, kami dapat mengintegrasikan berbagai layanan sehingga lebih efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Menurut Aldi, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi nyata yang mereka hadapi di lapangan.

Masukannya kemudian menjadi dasar bagi organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dalam merancang solusi sesuai bidang masing-masing.

“Banyak permasalahan yang teridentifikasi langsung dari masyarakat, dan itu menjadi bahan bagi OPD untuk bergerak cepat memberikan solusi,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihak kelurahan akan terus mendukung dan memperkuat pelaksanaan Posyandu 6 SPM karena dinilai memberikan dampak nyata terhadap percepatan pembangunan di tingkat akar rumput.

“Posyandu 6 SPM ini menjadi instrumen kita dalam memastikan pelayanan dasar benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya. (MC)Rn)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.