Latest Post

Padang Aro (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan kembali meraih opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2025. Ini merupakan opini WTP ke-10 yang diraih Kabupaten Solok Selatan. 

Opini WTP ini menjadi bukti penilaian atas pemenuhan tata kelola administrasi keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) atau prinsip akuntansi yang berlaku umum. 

Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan penyerahan LHP ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. 

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualiyas pengelolaan keuangan daeeah sebagai bentik tanggungjawab kepada masyarakat serta wujud sinergi dalam membangun daerah yang lebih baik,” kata Khairunas dalam keterangannya usai penyerahan LHP di Kantor BPK Perwakilan Sumatera Barat, Jumat (29/5/2026).

Lebih lanjut, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Solok Selatan Marfiandhika Arief mengatakan pendapat WTP ini diperoleh dari BPK setelah dilakukan pengujian atas pengelolaan keuangan daerah. Opini ini menjadi bentuk tingkat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan di Solok Selatan. 

Menurutnya, opini WTP ini dapat dicapai berkat kerja sama seluruh pengelola keuangan di seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait lainnya. 

“Meski begitu memang terdapat catatan dari BPK untuk melakukan optimalisasi pendapatan daerah. Salah satunya adalah pemutakhiran aplikasi,” kata Marfiandhika dihubungi terpisah. 

Ke depan, Marfiandhika berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah dengan menggunakan digitalisasi. 

“Ke delan kami bertekad untuk melakukan transformasi pengelolaan keuangan menjadi sepenuhnya digital,” tutupnya. (Dt)

Solok Selatan.(Rangkiangnagri)Satgas Anti Tambang Ilegal Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Solok Selatan gencar melakukan upaya pemberantasan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah hukumnya. Dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Muhammad Yogie Biantoro, S.Tr.K., SIK, petugas melakukan penertiban di dua titik lokasi berbeda pada Kamis (27/05/2026) pagi.

Operasi penertiban yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB ini menyasar kawasan Pamong Ketek dan Km. 12 yang berada di Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Untuk mencapai medan yang cukup berat tersebut, personel harus menempuh waktu perjalanan sekitar 2 jam menuju lokasi.

Kapolres Solok Selatan AKBP M. Faisal Perdana, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Yogie Biantoro menjelaskan bahwa penertiban ini bermula dari patroli rutin yang dilakukan oleh personel Satreskrim guna mengantisipasi sekaligus menindak tegas praktik penambangan pembohong yang merusak lingkungan.

“Saat tim melakukan patroli di dua kawasan tersebut, personel menemukan lokasi yang kuat diduga menjadi tempat penambangan emas tanpa izin menggunakan alat berat berupa excavator,” ujar AKP Muhammad Yogie.

Di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat adanya aktivitas ilegal tersebut, di antaranya: Box / Asbuk (peralatan yang digunakan untuk penyaringan emas).

Sayangnya, saat petugas melakukan penyisiran dan pengecekan secara menyeluruh di sekitar area penambangan, tidak ditemukan satu pun pelaku di lokasi tersebut. Diduga rencana kedatangan petugas telah bocor atau para pelaku langsung melarikan diri begitu mengetahui pergerakan aparat.

Guna memberikan efek jera dan memastikan aktivitas ilegal tersebut tidak kembali beroperasi, petugas mengambil tindakan tegas di tempat.

“Seluruh barang bukti berupa pondok dan peralatan asbuk langsung kami lakukan pemusnahan di lokasi dengan cara dibakar dan dihancurkan agar tidak dapat dipergunakan kembali,” tegas Kasat Reskrim.

Polres Solok Selatan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak lagi melakukan aktivitas penambangan tanpa izin resmi karena selain melalui jalur hukum, tindakan tersebut juga memicu kerusakan ekosistem dan bencana alam. 

Pihak kepolisian juga menegaskan akan terus melakukan patroli secara berkala demi menjaga kelestarian lingkungan di Solok Selatan. (Dt)

Dharmasraya (RangkiangNagari) - Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bersama Wakil Bupati Leli Arni menunaikan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Agung Dharmasraya, Rabu (27/05/2026).
Pelaksanaan Shalat Idul Adha berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Dharmasraya. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro dan Kepala Kejaksaan Negeri Dharmasraya Indra Gunawan.

Hadir pula Sekretaris Daerah, Medison, Kepala Kantor Kementerian Agama H. Masdan, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh H. Hamid Arwani, kepala OPD, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, Bundo Kanduang hingga generasi muda.

Bertindak sebagai imam Shalat Id, Ustadz Dolizal Putra yang juga merupakan Imam Besar Masjid Agung Dharmasraya serta qari nasional.
Sebelum pelaksanaan Shalat Id, bupati perempuan pertama di Sumatera Barat itu menyampaikan sambutan dan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh masyarakat Dharmasraya.
Dalam sambutannya, Annisa mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum meningkatkan keimanan, ketakwaan dan mempererat silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat.

Ia mengatakan, semangat pengorbanan dan keikhlasan keluarga Nabi Ibrahim AS menjadi teladan penting dalam kehidupan, terutama dalam membangun kebersamaan, kepedulian sosial dan semangat gotong royong demi kemajuan daerah.

Dalam kesempatan itu, Annisa juga menyampaikan bahwa jumlah hewan kurban di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2026 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan dari seluruh kecamatan, jumlah hewan kurban tahun 2026 tercatat sebanyak 1.338 ekor, terdiri dari 1.211 sapi, 42 kerbau dan 85 kambing.
Sementara pada tahun 2025 lalu, jumlah hewan kurban tercatat sebanyak 1.241 ekor, dengan rincian 1.089 sapi, 36 kerbau dan 123 kambing. Selain itu, ia turut mendoakan 83 Jamaah Calon Haji asal Dharmasraya yang telah diberangkatkan tahun ini agar diberikan kesehatan, keselamatan dan memperoleh haji yang mabrur.

Sementara itu, khutbah Idul Adha disampaikan oleh Prof. Dr. H. Hasan Zaini yang mengangkat tema tentang makna pengorbanan, keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Dalam khutbahnya, Prof Hasan Zaini mengingatkan bahwa ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, namun juga menjadi simbol kesediaan umat Islam mengorbankan ego, kepentingan pribadi dan sifat individualisme demi kepentingan yang lebih besar.
Ia juga mengajak jamaah menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial, kepedulian terhadap sesama serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Menurutnya, semangat pengorbanan dan gotong royong harus terus dijaga sebagai pondasi membangun masyarakat yang Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.