Latest Post

Pasaman (Rangkiangnagari)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman kembali mencatatkan pencapaian penting dalam pengelolaan keuangan daerah dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

Capaian ini sekaligus mempertahankan WTP secara berturut-turut selama 13 tahun terakhir. 

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dilakukan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Barat, Sudarminto Eko Putra, kepada Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Ketua DPRD Pasaman di Kantor BPK Perwakilan Sumbar, Kota Padang, Jumat (29/5).

Berdasarkan data BPK RI Perwakilan Sumbar, Kabupaten Pasaman tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat tindak lanjut rekomendasi tertinggi di Sumatera Barat, Pasaman juga berada di atas sejumlah daerah di Sumbar.

Capaian tersebut menegaskan bahwa opini WTP tidak hanya sebatas diberikan secara administratif, tetapi juga berkaitan erat dengan komitmen pemerintah daerah dalam komitmen setiap catatan dan rekomendasi audit.

Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan bahwa pemeriksaan LKPD merupakan instrumen penting untuk memastikan laporan keuangan daerah disusun secara wajar dan sesuai dengan ketentuan peraturan-undangan.

“Pemeriksaan LKPD merupakan pemeriksaan keuangan oleh BPK dengan tujuan memberikan keyakinan bahwa laporan disajikan secara wajar. Opini ini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan,” ujar Bupati Welly Suhery.

Beliau juga menyampaikan penghargaan kepada BPK RI Perwakilan Sumbar atas pelatihan dan pendampingan yang diberikan selama proses pemeriksaan.

“Terima kasih kepada BPK RI Perwakilan Sumbar yang telah membina, memberikan masukan dan saran, sehingga kami mampu mempertahankan opini ke 13 kali secara berturut-turut,” tambahnya.

Ketua DPRD Pasaman juga mengapresiasi capaian tersebut dan menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Demikian pula DPRD bersama pemerintah daerah akan memastikan seluruh rekomendasi BPK ditindaklanjuti sesuai batas waktu yang ditentukan.

“Alhamdulillah kami sampaikan apresiasi atas capaian WTP ini. Ke depan, tindak lanjut rekomendasi BPK akan terus kami kawal bersama agar sesuai ketentuan dan tepat waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Sumbar, Sudarminto Eko Putra, mengingatkan bahwa setiap pemerintah daerah wajib rekomendasikan rekomendasi hasil pemeriksaan dalam jangka waktu 60 hari setelah LHP diterima.

Ia menegaskan bahwa opini WTP harus diiringi dengan komitmen berkelanjutan dalam perbaikan tata kelola keuangan daerah.

“BPK melakukan pemeriksaan untuk memberikan keyakinan memadai apakah laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai ketentuan. menjanjikan seluruh rekomendasi dapat ditindaklanjuti dalam 60 hari ke depan,” katanya.

Dengan tercapainya hal ini, Kabupaten Pasaman kembali menyatakan posisinya sebagai salah satu daerah dengan penyelenggaraan pengelolaan keuangan yang konsisten di Sumatera Barat. Namun demikian, tantangan menjaga kualitas tindak lanjut rekomendasi BPK tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus dijaga secara berkelanjutan.(wl).

Pasaman (Rangkiangnagari)Sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disembelih di Masjid Raya Alahan Mati, Kecamatan Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman, dalam suasana penuh kekeluargaan dan haru pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.

Kehadiran bantuan hewan kurban dari Presiden RI tersebut disambut antusias oleh masyarakat sekitar yakni, warga Pauh, Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpang Alahan Mati Kabupaten Pasaman. 

Bupati Pasaman Welly Suhery yang hadir langsung dalam kegiatan itu didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Dan Kesra, Setda Pasaman Asrial Arfandi Hasan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kominfo Pasaman, Fatrizon, serta sejumlah jajaran OPD lainnya. 

Bupati Welly menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Pasaman.

“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Pasaman, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden RI. Bantuan ini bukan hanya sekedar kurban hewan, tetapi juga bentuk perhatian, kasih sayang, dan kepedulian Presiden kepada masyarakat di Pasaman,” ujar Bupati Welly.

Menurut Bupati Welly, perhatian pemerintah pusat pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H menjadi kebanggaan sekaligus kebahagiaan tersendiri bagi warga Pasaman, khususnya masyarakat Alahan Mati.

Bupati Welly menilai bantuan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pemerintah pusat hadir dan peduli hingga ke daerah-daerah.

“Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dan niat tulus Presiden. Kami masyarakat Pasaman merasa sangat tersentuh dan bangga atas perhatian yang diberikan,” tambahnya.

Prosesi penyembelihan hewan kurban berlangsung khidmat dan juga disaksikan tokoh masyarakat Pauh, Alahan Mati, para pengurus masjid, Pemerintah Kecamatan Simpati serta warga yang memadati lokasi kegiatan.

Pada kesempatan itu, Bupati Welly juga mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat persatuan, semangat berbagi, serta nilai pengorbanan dan keikhlasan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita jadikan momentum Iduladha 1447 Hijriah ini untuk memupuk persatuan dan kesatuan, belajar tentang pengorbanan dan keikhlasan demi bersama-sama mewujudkan Pasaman Bangkit yang berkarakter, maju, dan berkelanjutan,” tutupnya. (wl)

Pasaman (Rangkiangnagari)Semangat persatuan, kebhinekaan, dan nasionalisme menggelora dalam Upacara Peringatan

Hari Lahir Pancasila yang digelar Pemerintah Kabupaten Pasaman di halaman Kantor Bupati Pasaman, Senin (1/6/2026).

Bupati Pasaman, Welly Suhery, memimpin langsung upacara pembacaan sekaliguskan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Dalam amanatnya, Welly Suhery mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkokoh persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.

“Hari ini kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Ini bukan sekedar seremoni tahunan, namun momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam setiap jiwa insan Indonesia,” ujar Bupati Welly.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya menjadi perekat bangsa Indonesia yang majemuk, tetapi juga menawarkan jalan menuju terciptanya perdamaian dunia yang berkeadilan.

Menurut Welly, Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa dalam menghadapi berbagai dinamika zaman. Di tengah-tengah global, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnis dapat dipersatukan dalam satu ikatan kebangsaan.

“Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Dari sila pertama hingga sila kelima, kita belajar bahwa kebhinekaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu,” tegasnya.

Bupati yang akrab disapa Da Pode itu juga menekankan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga kesepakatan dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Ia menyebut nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi roh Pancasila sangat relevan dalam menjembatani perbedaan dan membantu konflik di berbagai belahan dunia. 

Kontribusi Indonesia melalui kekuatan perdamaian PBB, peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah menjadi bukti nyata pengamalan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Lebih lanjut, Welly mengingatkan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik maupun kemajuan teknologi, tetapi juga dari kualitas moral, karakter, dan persatuan masyarakatnya.

“Kita ingin Indonesia maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kemajuan yang dibangun harus tetap berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Pasaman untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, dunia pendidikan, birokrasi, dunia usaha, maupun ruang digital yang kini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Pasaman. Semangat persahabatan yang mengemuka sepanjang pelaksanaan upacara menjadi pengingat bahwa Pancasila tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mewujudkan perdamaian di tingkat nasional maupun dunia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Pasaman H. Parulian, Ketua DPRD Kabupaten Pasaman, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, para Staf Ahli Bupati, Asisten Daerah, Wakil Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita, para Kepala Perangkat Daerah, para Camat, serta peserta upacara dari berbagai unsur masyarakat. (Tim).

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.