Latest Post

 


PASAMAN BARAT, Rangkiang Nagari – Implementasi Sistem Orkestrasi Peternakan Rakyat Terintegrasi (SOPRANO) di Kabupaten Pasaman Barat mulai memperkuat pengembangan ayam KUBE dari hulu hingga hilir. Peternak tidak hanya melakukan budidaya, tetapi mulai terhubung dengan pendampingan, kelembagaan, penetasan, pemotongan unggas halal, dan peluang pasar.

SOPRANO merupakan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I yang digagas Sukarli untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya pembangunan peternakan rakyat melalui kolaborasi multipihak.

Salah satu kelompok yang terlibat adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Khazanah, penerima bantuan ayam KUBE dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat.

Ketua KWT Khazanah, Lusi, mengatakan usaha kelompok terus berkembang.

“Kami tidak hanya membudidayakan ayam untuk menghasilkan ayam potong. Kelompok juga mengembangkan produksi telur, telur tetas, dan penetasan untuk menghasilkan bibit ayam,” kata Lusi.

Melalui SOPRANO, KWT Khazanah memperoleh pendampingan dan penyuluhan serta dihubungkan dengan komunitas peternak ayam KUBE. Kelompok ini juga telah bergabung dengan Paguyuban Peternak Ayam Kampung Pasaman Barat.

Keterhubungan tersebut memperluas akses peternak terhadap informasi bibit, pakan, kesehatan ternak, teknologi budidaya, serta peluang pemasaran.

DARI BUDIDAYA MENUJU HILIRISASI

Penguatan ekosistem ayam lokal juga mulai bergerak ke sektor hilir. Pasaman Barat telah memiliki tempat pemotongan unggas skala kecil yang dikembangkan oleh alumni pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA).

Pelatihan JULEHA difasilitasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Sumbar Halal Madani dan Halal Center IPB.

Melalui fasilitasi dan pembinaan berbagai pihak, fasilitas pemotongan unggas tersebut telah memperoleh Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan sertifikat halal. Keberadaan fasilitas ini memperkuat jaminan produk unggas yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

PELUANG PASAR PROGRAM MBG

Pada jangka menengah, ekosistem ayam KUBE tersebut akan terus diperkuat agar dapat mengakses pasar yang lebih luas. Salah satu peluang yang akan didorong adalah menghubungkan peternak dan fasilitas pemotongan unggas dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Upaya tersebut akan diikuti dengan penguatan kapasitas produksi, kontinuitas pasokan, mutu, keamanan pangan, dan pemenuhan persyaratan yang berlaku.

Implementasi SOPRANO di Pasaman Barat menunjukkan perubahan pendekatan pembangunan peternakan rakyat. Bantuan ternak menjadi titik awal. Selanjutnya peternak diperkuat melalui pendampingan, kelembagaan, peningkatan kapasitas, hilirisasi, jaminan keamanan produk, serta akses pasar.

Melalui orkestrasi tersebut, SOPRANO diarahkan untuk membangun peternakan rakyat yang produktif, memiliki nilai tambah, terhubung dengan pasar, dan mampu meningkatkan pendapatan serta kemandirian masyarakat.***

PASAMAN (Rangkiangnagari) - Memperingati Hari Tani Nasional ke-66 yang jatuh pada Kamis, 24 September 2026, Ketua DPRD Kabupaten Pasaman Nelfri Asfandi, S.Pt., M.Pt. menyampaikan ucapan dan apresiasi kepada para petani yang menjadi bagian penting dalam menopang kehidupan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan melalui publikasi peringatan Hari Tani Nasional dengan tema semangat dan penghargaan terhadap masyarakat petani.

Dalam pesan yang dipublikasikan, Nelfri Asfandi menekankan bahwa petani bukanlah pekerjaan yang rendah. Petani memiliki peran penting dalam menyediakan pangan sekaligus menopang kehidupan masyarakat.

“Petani bukan pekerjaan rendahan, petani adalah penopang kehidupan. Bangga jadi anak petani!”

Peringatan Hari Tani Nasional diperingati setiap tanggal 24 September, bertepatan dengan lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960. Pemerintah mencatat tanggal tersebut sebagai momentum untuk mengingat pentingnya peran petani dan persoalan agraria di Indonesia. 

Petani dan Ketahanan Pangan

Momentum Hari Tani Nasional juga menjadi pengingat bahwa keberadaan petani berkaitan erat dengan kebutuhan pangan masyarakat. Oleh karena itu, perhatian terhadap sektor pertanian tidak hanya mencakup produksi, tetapi juga kehidupan masyarakat di pedesaan.

Di Kabupaten Pasaman, isu pembangunan dan kepentingan masyarakat juga menjadi bagian dari pembahasan DPRD. Pada bulan September 2026, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman menyepakati APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 serta Propemperda 2027.

Dalam kesempatan tersebut, Nelfri Asfandi menyampaikan bahwa anggaran daerah perlu dimanfaatkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pasaman, Nelfri Asfandi juga tercatat memimpin sejumlah kegiatan DPRD sepanjang tahun 2026, termasuk agenda yang berkaitan dengan komunikasi pemerintah daerah dan masyarakat. �

Informasi Padang

Peringatan Hari Tani Nasional ke-66 pada tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin menghargai profesi petani serta memperkuat perhatian terhadap kerinduan sektor pertanian dan kehidupan masyarakat pedesaan.

Selamat Hari Tani Nasional ke-66. Petani kuat, pangan kuat, Indonesia sejahtera.

Solsel (RangkiangNagari) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mulai mematangkan persiapan Retret dan Pembekalan Wali Nagari Terpilih yang akan dilaksanakan pada Januari 2027. Kegiatan ini dipersiapkan sebagai wadah pembekalan bagi para wali nagari yang terpilih melalui Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak pada 7 Oktober 2026.

Persiapan retret dibahas dalam rapat yang dipimpin Asisten I Setdakab Solok Selatan, H. Efi Yandri. Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menyusun konsep kegiatan, materi pembelajaran, serta menentukan narasumber yang akan memberikan pembekalan kepada para wali nagari terpilih
Retret direncanakan berlangsung selama lima hari pada minggu kedua Januari 2027. Konsep kegiatan akan memadukan pembelajaran di dalam ruangan dengan kegiatan lapangan, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab pemerintahan nagari, tetapi juga dibentuk dari sisi kedisiplinan, kekompakan dan kepemimpinan.


Selama tiga hari pertama, para peserta akan mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan di hotel. Materi yang disiapkan mencakup wawasan kebangsaan, pemerintahan nagari, serta pengelolaan keuangan, yang dinilai menjadi pengetahuan fundamental bagi wali nagari dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di wilayahnya.

Sementara itu, dua hari berikutnya akan dilaksanakan di Visitor Centre dengan konsep kegiatan lapangan. Rangkaian kegiatan direncanakan meliputi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan outbound, yang diarahkan untuk membangun kedisiplinan, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama serta kemampuan mengambil keputusan dalam sebuah tim.
Asisten I H. Efi Yandri menyampaikan bahwa retret dan pembekalan tersebut bertujuan membekali wali nagari terpilih agar mampu menjalankan tugas secara optimal, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan nagari, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan hingga pemberdayaan masyarakat


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.