Latest Post

 

Suasana pelantikan Ketua dan Pengurus LPJK RI. Terlihat Menteri PU Dody Hanggodo dan Ir. Insannul Kamil Ketua LPJK RI yang baru.


Jakarta. Rangkiang Nagari - Mantan Wakil Rektor III dan sekaligus Akademisi Universitas Andalas, Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng, dilantik sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstriksi (LPJK) Indonesia periode 2025-2029 oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, di Jakarta, Rabu (4/3).

Nanuk demikian akrab dipanggil dilantik bersamaan dengan enam anggota lain,  Ir. Betty Hariyani, S.T., M.H., M.T., Ir. Hambali, S.T., MT., Ir. Bastian Sodunggaron Sihombing, M.Eng, Dr. Ir. Michael Sofian Tanuhendrata, M.PM, MM., Dr. Ir. Sigit Adjar Susilo, MM., MT., dan Muhammad Ikhsan, S.T, M.Sc., Ph.D.

Sebelum dilantik Insannul Kamil bersama ratusan calon lain di Indonesia mengikuti seleksi secara ketat pada Pansel yang ditetapkan pemerintah.  Seluruh peserta harus mengikuti seleksi secara bertahap sampai pada  akhir dilakukan Fit and Proper Test di DPR.RI.

Staf pengajar Fakultas Teknik Universitas Andalas ini aktif dalam berbagai organisasi profesi dan kemasyarakatan. Saat ini dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Pusat.

Menteri PU Dody Hanggodo dalam sambutan pada acara pelantikan mengatakan dunia jasa konstruksi nasional saat ini butuh pengembangan dan pengawasan. Diperlukan orang-orang kompeten untuk melakukan hal itu, katanya. 

Dengan demikian kualitas pembangunan khusus jasa konstruksi bisa terjamin dan berkualitas.Ditegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bangsa Indonesia  kedepan jangan sampai amburadul atau asal jadi. Disinilah diminta peran Lembaga Pengembangan  Jasa Konstriksi (LPJK) Nasional. Ini merupakan lembaga yang sangat, kata Dody.

Insanul Kamil adalah sosok yang dekat dengan kalangan jurnalis, baik pusat ataupun daerah. Dr. Basril Basyar Penasehat PWI Pusat dan dosen Universitas Andalas memberikan apresiasi atas capaian Nanuk yang luar biasa ini.

Senior wartawan dari Sumbar ini mengingatkan kepada sang ketua agar tetap memberikan perhatian terhadap Sumbar yang membesarkannya selama ini.

Basril Basyar Ketua PWI Sumbar dua periode ini ikut bangga dan mendampingi Nanuk sebagai Ketua  Pengurus Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia ( MKI) Indonesia Sumbar.

Sekretaris MKI Sumbar Asril menyampaikan ucapan selamat atas nama pengurus MKI Sumbar terhadap kepercayaan yang diberikan kepada Nanuk, sang Ketua MKI Sumbar.. (*01).



Kabupaten Solok (Rangkiangnagari)Pemerintah Kabupaten Solok menerima kunjungan tim asesor dalam rangka asesmen wilayah Sekolah Literasi Indonesia terhadap Program Pelita 6 TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis – Hj. Syamsiar Nagari Paninjaun, Kecamatan X Koto Diatas, Jumat (06/02).

Kegiatan yang digelar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Solok di Koto Baru, Kecamatan Kubung itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Medison, Bunda Literasi Kabupaten Solok Nia Jon Firman Pandu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Eko Gunanto, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Elafki, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Hendriyanto, Camat X Koto Diatas, serta penggiat literasi dari TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis.

Dalam sambutannya, Bunda Literasi Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, menyampaikan penghargaan atas pencapaian TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis yang berhasil mencapai tingkat nasional di tengah tantangan rendahnya minat membaca masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Solok karena muncul dari gerakan masyarakat di tengah derasnya pengaruh digitalisasi.

“Di tengah era digital saat ini, TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis mampu menembus nominasi nasional. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Solok dan menunjukkan bahwa gerakan literasi masyarakat masih sangat kuat,” ujar Nia.

Ia menyoroti penggunaan Android dan teknologi digital yang berdampak pula mempengaruhi minat baca anak-anak. Bahkan menurutnya, penggunaan gawai dalam kegiatan sekolah perlu dikaji kembali, terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama.

“Digitalisasi tentu kita dukung, tetapi penggunaan Android yang tidak terkontrol bisa berdampak pada menurunnya minat baca anak-anak. Bahkan tugas sekolah sekarang banyak yang langsung diarahkan mencari di Google,” katanya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan tantangan lain dalam dunia pendidikan di Kabupaten Solok, seperti berkurangnya jumlah siswa di beberapa sekolah dasar negeri.

“Ada sekolah yang kelas satu sampai kelas tiga tidak ada murid, atau satu sekolah hanya memiliki sekitar dua puluh tiga siswa dari kelas satu sampai enam. Ini kenyataan yang kita hadapi,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap gerakan literasi masyarakat seperti TBM dapat terus diperkuat dan dikembangkan di kecamatan lain di Kabupaten Solok.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, menyampaikan apresiasi kepada pengelola TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis yang dinilai mampu menggerakkan literasi secara swadaya.

Ia mengatakan keberhasilan TBM tersebut bahkan mendapat perhatian dari tim penilai nasional.

“Salah satu tim penilai dari Jakarta menyampaikan bahwa hal yang membuat mereka terkesan adalah adanya masyarakat yang secara swadaya membangun taman bacaan, menyediakan tempat, dan menggerakkan literasi dengan sumber daya sendiri,” kata Medison.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan budaya membaca di tengah masyarakat.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Solok untuk terus mendukung perkembangan membaca taman masyarakat di berbagai nagari.

“Hari ini mungkin baru satu taman bacaan yang menonjol, tetapi kita berharap ke depan akan muncul TBM-TBM lain di Kabupaten Solok yang lahir dari inisiatif masyarakat,” ujarnya.

Medison menambahkan, berdasarkan hasil survei Universitas Gadjah Mada (UGM), Sumatera Barat masuk dalam tujuh besar provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi di Indonesia.

“Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus memperkuat gerakan literasi, terutama bagi generasi muda di Kabupaten Solok,” ujarnya.

Melalui asesmen tersebut, diharapkan TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis dapat terus berkembang sekaligus menjadi pemantik lahirnya gerakan literasi baru di berbagai nagari di Kabupaten Solok.(Lz)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari)Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Solok bekerja sama dengan PT AQUA Solok menggelar kegiatan Kajian Adem Ramadhan yang dirangkai dengan santunan kepada santri, anak yatim, serta garin dan marbot masjid di Kabupaten Solok.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan di Sambal Cobek Bakar A'cilie Hill Resto & Cafe, kawasan Kebun Teh Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Jumat (06/03).

Dalam kegiatan tersebut, PT AQUA Solok menyalurkan santunan kepada 180 orang penerima manfaat yang terdiri dari santri dari berbagai pondok pesantren, anak yatim serta garin dan marbot masjid yang ada di Kabupaten Solok.

Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Medison yang mewakili Bupati Solok sekaligus Ketua DMI Kabupaten Solok Jon Firman Pandu. Hadir pula Ajudan Bupati Solok Buya Asrial, Pimpinan Pabrik AQUA Solok Deden Somantri, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan lembaga di Kabupaten Solok.

Selain itu hadir pula para pimpinan pondok pesantren di antaranya Tengku Yulidurrahman (Pimpinan Pondok Pesantren Jabal Rahmah sekaligus Rais Syuriah PCNU Kabupaten Solok), Ustadz Beni Asri (Pimpinan Pesantren Darul Tauhid Selayo), serta Buya Yusri (Pimpinan Pesantren Syekh Abdul Aziz Koto Hilalang).

Turut hadir Ketua KONI Kabupaten Solok Doni Zulkifli, Ketua HIPMI Kabupaten Solok Jerzi Pafiliusco, Wakil Ketua KADIN Kabupaten Solok Yusrial Dani, Wali Nagari Batang Barus Defni Kelana, Wali Nagari Aie Luo Erman Dt. Rajo Batuah, Pengurus Pondok Tahfidz Darul A'mal Rahman Yundi, serta Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah bersama sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Pimpinan Pabrik AQUA Solok Deden Somantri dalam Perayaannya menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan yang sejak awal telah ditanamkan oleh pendiri AQUA Tirto Utomo.

Ia menjelaskan bahwa AQUA tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

“Pesan dari pendiri kami Bapak Tirto Utomo sangat jelas, bahwa AQUA tidak hanya hadir untuk mengembangkan bisnis, tetapi juga harus memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu kami terus menjalankan berbagai program konservasi alam terutama di sekitar sumber air dan kawasan pabrik, sekaligus menjaga hubungan sosial serta merawat nilai-nilai tradisi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Medison yang hadir mewakili Bupati Solok menyampaikan penghargaan kepada PT AQUA yang telah menggandeng DMI Kabupaten Solok dalam kegiatan sosial dan keagamaan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan organisasi keagamaan seperti ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik dalam membangun kepedulian sosial serta memperkuat peran masjid di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok kami mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh AQUA bersama DMI Kabupaten Solok ini. Kepedulian terhadap para santri, anak yatim serta garin dan marbot masjid merupakan bentuk perhatian yang sangat baik dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Zaki, Sekretaris DMI Kabupaten Solok sekaligus panitia pelaksana kegiatan menyampaikan rasa terima kasih dan terima kasih kepada PT AQUA atas kepeduliannya terhadap para santri serta masyarakat Kabupaten Solok.

Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan Kajian Adem Ramadhan tersebut memang memberikan perhatian lebih kepada para santri karena mereka merupakan generasi penerus yang kelak akan menjaga dan memakmurkan masjid serta membimbing umat di masa depan.

“Kami ingin memastikan para santri ini terus kita sentuh, kita perhatikan dan kita semangati. Karena mereka inilah yang kelak akan menjadi generasi penerus yang menjaga masjid dan membimbing umat,” ujarnya.

Kegiatan Kajian Adem Ramadhan tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama, buka puasa bersama serta penyerahan santunan kepada para santri, anak yatim serta garin dan marbot masjid, yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan keberkahan Ramadhan.(Lz)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.