Latest Post

Padang (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kota Payakumbuh, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyepakati pendanaan bersama untuk mempercepat pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Paliko sebagai layanan transportasi massal yang menghubungkan kedua daerah.

Selain menyiapkan penerangan bersama, ketiga pemerintah daerah akan mengupayakan dukungan pemerintah pusat melalui skema Buy The Service (BTS) untuk mendukung operasional Trans Paliko.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi implementasi BRT Trans Paliko, pembentukan Tim Akselerasi Angkutan Massal, dan penyusunan nota kesepahaman (MoU) di Ruang Rapat Zainal Bakar, Istana Gubernur Sumatera Barat, Kamis (6/8/2026).

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Rida Ananda mengatakan Pemko Payakumbuh mendukung pengembangan Trans Paliko karena transportasi umum menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat.

“Transportasi umum merupakan kebutuhan penting masyarakat sehingga kami mendukung penuh inisiatif pengembangan BRT Trans Paliko,” kata Rida.

Pemko Payakumbuh juga merencanakan pengadaan 13 unit kendaraan listrik untuk melayani angkutan perkotaan. Rida mengatakan rencana tersebut perlu diintegrasikan dengan jaringan Trans Paliko agar kedua layanan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kita juga akan mengadakan 13 unit kendaraan listrik untuk angkutan perkotaan. Oleh karena itu, perlu adanya sinkronisasi antara trayek kendaraan listrik dengan Trans Paliko,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh Rajman Sunardi mengatakan kehadiran angkutan massal diharapkan menyediakan pilihan mobilitas yang lebih efisien sekaligus mengurangi beban biaya transportasi masyarakat.

“Keberadaan angkutan massal ini salah satunya bertujuan mengurangi beban ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut Rajman, Dishub Payakumbuh saat ini tengah menyusun Studi Kelayakan (FS) angkutan perkotaan dan menguji coba layanan angkutan gratis bagi pelajar. Hasil kajian tersebut akan diselaraskan dengan rencana operasional Trans Paliko.

Ia mengatakan rute dan kapasitas layanan perlu diatur secara terukur agar tidak terjadi tumpang tindih dengan angkutan lokal, termasuk dengan rencana trayek kendaraan listrik di Payakumbuh.

“Integrasi trayek listrik Trans Paliko dengan rencana trayek kendaraan perlu dibahas lebih lanjut agar tidak terjadi tumpang tindih,” ujarnya.

Rajman juga mengatakan perhitungan kapasitas angkut harus dilakukan secara cermat karena jumlah penumpang dan kebutuhan armada akan menentukan efisiensi Biaya Operasional Kendaraan (BOK) serta kebutuhan subsidi.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat Adib Alfikri mengatakan Pemprov Sumbar bersama Pemko Payakumbuh dan Pemkab Lima Puluh Kota memiliki kesamaan pandangan untuk mempercepat pengembangan Trans Paliko.

“Seluruh pihak sepakat dan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan BRT Trans Paliko,” kata Adib.

Untuk mempercepat proses tersebut, ketiga pemerintah daerah akan membentuk Tim Akselerasi Angkutan Massal. Tim tersebut akan ditetapkan melalui surat keputusan dengan pembagian tugas dan kewenangan masing-masing sehingga koordinasi lintas daerah memiliki dasar kelembagaan yang jelas.

Dari sisi pembiayaan, beban pendanaan akan dibagi berdasarkan kemampuan fiskal masing-masing daerah.

“Pembiayaan akan kami lakukan secara bersama antara pemerintah provinsi, Payakumbuh dan Lima Puluh Kota dengan memperhatikan kemampuan fiskal masing-masing daerah,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga akan mengajukan dukungan kepada Kementerian Perhubungan melalui skema BTS maupun sumber dana lainnya untuk mendukung operasional operasional Trans Paliko.

Apabila kebutuhan anggaran belum dapat dialokasikan dalam APBD berjalan, pemerintah daerah akan mengusulkannya dalam RAPBD sebagai program prioritas. Pemprov Sumbar juga akan menyurati Pemko Payakumbuh dan Pemkab Lima Puluh Kota untuk menyiapkan alokasi anggaran masing-masing.

Ketiga pemerintah daerah selanjutnya menyusun draf MoU antara Gubernur Sumatera Barat, Wali Kota Payakumbuh, dan Bupati Lima Puluh Kota sebagai dasar kerja sama pengembangan dan penyelenggaraan BRT Trans Paliko.

Kajian teknis akan dilakukan secara bertahap, meliputi kapasitas angkut, efisiensi BOK, rute integrasi, dan kemungkinan penambahan koridor di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.

Adib mengatakan pengembangan Trans Paliko harus diarahkan pada layanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui transportasi massal yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kita ingin Trans Paliko menjadi transportasi massal yang terintegrasi, berkelanjutan, meringankan beban masyarakat, dan pada akhirnya menjadi ikon transportasi daerah,” ujarnya. 

Diretur Keuangan Bank Nagari Roni Edrian  berfoto bersama dengan tim transformasi digital

Padang, Rangkiang Nagari - PT Bank Nagari terus mempertegas komitmennya dalam mendukung percepatan transformasi digital tata kelola keuangan pemerintah daerah melalui pembentukan Tim Internal Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Tim Internal TP2DD Bank Nagari yang berlangsung di Kantor Pusat Bank Nagari, Padang, Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra, jajaran Direksi, serta seluruh anggota tim lintas divisi yang akan menjadi motor penggerak implementasi program digitalisasi transaksi pemerintah daerah di lingkungan Bank Nagari.

Tim Internal TP2DD Bank Nagari diketuai oleh Hendri Budiman dari Divisi Dana dan Treasury, dengan melibatkan berbagai unit kerja strategis yang memiliki peran dalam pengembangan layanan transaksi digital pemerintah daerah. 

Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, mengatakan pembentukan Tim Internal TP2DD merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat koordinasi, mempercepat implementasi program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), sekaligus meningkatkan kualitas layanan Bank Nagari kepada pemerintah daerah di Sumatera Barat.

"Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Nagari memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang mampu mendukung transformasi digital pemerintah daerah. Pembentukan Tim Internal TP2DD ini menjadi wujud komitmen kami dalam mempercepat implementasi transaksi keuangan daerah yang semakin modern, aman, transparan, dan terintegrasi," ujar Gusti Candra.

Menurutnya, digitalisasi transaksi pemerintah daerah tidak hanya memberikan kemudahan dalam pengelolaan keuangan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Melalui sinergi lintas divisi, Tim Internal TP2DD akan berperan sebagai pusat koordinasi dalam mendukung implementasi berbagai program digitalisasi, mulai dari integrasi sistem pembayaran, pengembangan layanan transaksi non-tunai, hingga percepatan interkoneksi sistem antara Bank Nagari dengan pemerintah daerah. 

Dengan koordinasi yang lebih terstruktur, berbagai kebutuhan implementasi ETPD di tingkat pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota diharapkan dapat direalisasikan secara lebih cepat, efektif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh pemangku kepentingan.

Selain itu, pembentukan tim ini juga menjadi bagian dari upaya Bank Nagari dalam memperkuat ekosistem layanan digital yang mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan berbasis elektronik (smart government) di Sumatera Barat.

Selama ini Bank Nagari telah menghadirkan berbagai inovasi layanan digital untuk pemerintah daerah, di antaranya implementasi kanal pembayaran non-tunai, digitalisasi penerimaan daerah, layanan host-to-host, Cash Management System, QRIS, Virtual Account, hingga berbagai solusi pembayaran elektronik lainnya yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ke depan, Bank Nagari akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia, Kementerian Dalam Negeri, Otoritas Jasa Keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat implementasi ETPD di seluruh wilayah Sumatera Barat. 

Melalui pembentukan Tim Internal TP2DD, Bank Nagari optimistis mampu menjadi katalisator transformasi digital daerah sekaligus memperkokoh posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun sistem keuangan yang modern, efisien, transparan, dan berkelanjutan.

 "Digitalisasi bukan sekadar transformasi teknologi, tetapi juga transformasi pelayanan. Bank Nagari akan terus berinovasi untuk menghadirkan layanan keuangan terbaik yang mampu mendukung kemajuan daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutup Gusti Candra.(rel.01).


 

Direktur Operasional Bank Nagari Zilfa Efrizon menerima penghargaan pada ajang PRIMA Executive Gathering 

Padang, Rangkiang Nagari – PT Bank Nagari kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Platinum Awards – The Highest Transaction in Digital Channels pada ajang PRIMA Executive Gathering – PRIMA Awards 2026 yang diselenggarakan oleh PT Rintis Sejahtera di Mulia Resort, Nusa Dua, Bali, Kamis (6/8/2026).

Penghargaan bergengsi tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada Bank Nagari atas capaian transaksi digital tertinggi melalui jaringan PRIMA, sekaligus menjadi pengakuan atas keberhasilan perseroan dalam mempercepat transformasi layanan perbankan digital yang aman, andal, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah.

Capaian ini semakin memperkuat posisi Bank Nagari sebagai Bank Pembangunan Daerah yang mampu bersaing dalam menghadirkan layanan transaksi digital yang modern, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan layanan perbankan elektronik. 

Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bukti bahwa transformasi digital yang dijalankan Bank Nagari berada pada jalur yang tepat dan mendapat kepercayaan tinggi dari masyarakat.

"Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan amanah sekaligus motivasi bagi Bank Nagari untuk terus berinovasi. Capaian ini tidak hanya mencerminkan tingginya aktivitas transaksi digital, tetapi juga menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya terhadap kualitas layanan digital Bank Nagari. Kepercayaan tersebut adalah aset yang sangat berharga bagi kami," ujar Gusti Candra.

Menurutnya, transformasi digital telah menjadi salah satu fokus utama Bank Nagari dalam memperkuat daya saing sebagai Bank Pembangunan Daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah.

"Kami terus membangun ekosistem layanan keuangan digital yang lengkap, aman, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan nasabah. Digitalisasi bukan hanya menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu memberikan pengalaman layanan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi, memperluas inklusi keuangan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," jelasnya.

Gusti menambahkan, ke depan Bank Nagari akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, UMKM, serta berbagai mitra strategis dalam mempercepat digitalisasi layanan keuangan.

"Kami akan terus memperkuat inovasi melalui pengembangan berbagai kanal digital, peningkatan keamanan sistem informasi, serta integrasi layanan yang semakin modern. Bank Nagari ingin terus menjadi mitra keuangan terpercaya yang mampu memberikan solusi perbankan terbaik bagi masyarakat Sumatera Barat," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Operasional Bank Nagari, Zilfa Efrizon, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari konsistensi Bank Nagari dalam mengembangkan layanan digital yang mudah, aman, cepat, dan nyaman digunakan oleh seluruh nasabah.

"Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Bank Nagari dalam menghadirkan layanan digital yang semakin berkualitas. Lebih dari itu, penghargaan ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap berbagai kanal transaksi digital Bank Nagari," ujar Zilfa.

Menurut Zilfa, transformasi digital yang dilakukan Bank Nagari tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga memastikan setiap inovasi mampu memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah dalam setiap transaksi.

Saat ini Bank Nagari terus memperkuat berbagai kanal layanan digital, mulai dari Ollin by Nagari, ATM, QRIS, EDC, Virtual Account, hingga berbagai layanan pembayaran digital lainnya yang terintegrasi dengan jaringan nasional.

"Peningkatan volume transaksi digital yang berhasil kami capai menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya menggunakan layanan digital Bank Nagari dalam aktivitas sehari-hari. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang lebih adaptif, cepat, aman, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh nasabah maupun mitra bisnis," katanya.

Ia menambahkan bahwa digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung program pemerintah, khususnya percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, perluasan transaksi non-tunai, serta peningkatan inklusi keuangan di Sumatera Barat.

Bank Nagari optimistis, melalui inovasi digital yang berkelanjutan, perseroan akan terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses keuangan digital, serta memperkuat posisinya sebagai bank pembangunan daerah yang modern, kompetitif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Di akhir keterangannya, Gusti Candra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi atas pencapaian tersebut.

"Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh nasabah yang telah mempercayakan transaksi perbankannya kepada Bank Nagari. Terima kasih kepada para pemegang saham, regulator, mitra kerja, dan seluruh insan Bank Nagari atas dedikasi dan kolaborasi yang luar biasa. Ke depan, kami akan terus menjaga kepercayaan ini dengan menghadirkan layanan yang semakin inovatif, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Prestasi ini bukanlah garis akhir, melainkan semangat untuk terus tumbuh dan memberikan yang terbaik bagi Sumatera Barat dan Indonesia," tutup Gusti Candra.(rel.*01).


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.