Latest Post

Solsel (RangkiangNagari) - Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Barat memberikan Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Kabupaten Solok Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 1–3 Oktober 2026, bertempat di SD Negeri 06 Durian Taruang, Kecamatan Sangir.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan GTK dalam memberikan pendampingan pemulihan mental dan emosional, baik bagi peserta didik maupun bagi diri mereka sendiri, khususnya ketika menghadapi situasi darurat atau pascabencana.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan, H. Hamudis, S.Pd. Dalam sambutannya, Hamudis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BGTK Provinsi Sumatera Barat selaku penyelenggara, para narasumber, serta seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan yang dinilai penting bagi penguatan layanan pendidikan di satuan pendidikan. Kamis (1/10)

“Terima kasih kepada panitia penyelenggara, para narasumber, dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan penting ini. Dukungan psikososial merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik,” ujar Hamudis.

Menurut Hamudis, kondisi kesejahteraan psikososial murid dan tenaga pendidik merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keberhasilan proses pembelajaran dan tumbuh kembang anak. Terlebih saat ini, tantangan yang dihadapi peserta didik maupun guru semakin kompleks, mulai dari persoalan kesehatan mental, tekanan akademik, hingga dampak berbagai peristiwa sosial dan bencana.

“Oleh karena itu, kemampuan memberikan dukungan psikososial bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan sudah menjadi kebutuhan mendasar di sekolah,” katanya.

Hamudis berharap melalui pelatihan tersebut dapat tercapai sejumlah hal penting. Pertama, meningkatnya pemahaman GTK mengenai konsep dasar dukungan psikososial serta kemampuan mengenali tanda-tanda gangguan psikososial pada peserta didik maupun rekan kerja.

Kedua, terbangunnya keterampilan praktis GTK dalam melakukan identifikasi, intervensi awal, serta rujukan secara tepat sesuai ketentuan dan jaringan layanan yang tersedia di daerah.
“Ketiga, kita berharap semakin kuat jejaring kerja antara sekolah, tenaga kesehatan, dan layanan sosial, sehingga layanan bagi anak dan guru dapat berjalan secara terkoordinasi dan berkelanjutan,” lanjut Hamudis
Dalam kesempatan tersebut, Hamudis juga menekankan sejumlah prinsip penting yang perlu menjadi perhatian peserta selama mengikuti pelatihan dan ketika menerapkannya di satuan pendidikan masing-masing.
Pertama, penerapan prinsip keselamatan dan kerahasiaan. Informasi pribadi peserta didik maupun rekan kerja yang membutuhkan pendampingan harus dilindungi dan tidak disebarluaskan secara sembarangan.


Kedua, penggunaan pendekatan yang berbasis bukti dan ramah anak, dengan mengedepankan respons yang empatik, tidak memberikan stigma, serta tetap memperhatikan konteks sosial dan budaya lokal.

Ketiga, Hamudis meminta agar pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan semata, tetapi menghasilkan aksi nyata di sekolah.

“Pelatihan ini harus menghasilkan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan segera di satuan pendidikan masing-masing. Apa yang diperoleh selama pelatihan hendaknya dapat menjadi bekal bagi GTK dalam memberikan dukungan yang tepat ketika peserta didik maupun rekan kerja membutuhkan,” tegasnya.

Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas GTK di Kabupaten Solok Selatan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, inklusif, responsif, dan mendukung kesehatan serta kesejahteraan psikososial seluruh warga sekolah.

“Dengan semakin meningkatnya kemampuan GTK dalam memberikan dukungan psikososial, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi ruang yang mampu memberikan rasa aman, kepedulian, dan dukungan bagi peserta didik serta tenaga pendidik dalam menghadapi berbagai tantangan.” Tutup Hamudis

Solsel (RangkiangNagari) - Sang Merah Putih kembali berkibar satu tiang penuh pada hari peringatan Hari Kesaktian Pancasila di langit Kabupaten Solok Selatan. Setelah sebelumnya, pada 30 September 2026 bendera ini dikibarkan setengah tiang unutk menghormati gugurnya para pahlawan dalam peristiwa G30S.

Jajaran Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama dengan TNI dan Polri juga menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis (1/10) pagi. Peringatan ini dilakukan untuk mengenang keberhasilan bangsa Indonesia dalam mempertahankan ideologi Pancasila
Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan seluruh bangsa dan negara bahwa Pancasila bukan sekadar slogan dan seremoni saja. Lebih dari itu, Pancasila juga merupakan simbol kekuatan untuk menghadapi berbagai ancaman terhadap keutuhan negara.


Selain itu juga untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai perjuangan pahlawan untuk mempertahankan Pancasila sebagai ideologi di masa kini, meski tantangan yang dihadapi sudah berbeda.
Upacara ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Solok Selatan Dr. Syamsurizaldi sebagai Inspektur Upacara. Kemudian perwira upacara AKP Imtihan Isa dari Polres Solok Selatan dan Komandan Upacara adalah Kapt. Inf. Syafruddin dari Danramil 012 Sangir
Pembaca naskah Pembukaan UUD 1945 Budi Krismanto dan pembaca ikrar yakni Nova Tri Rahmadani yang merupakan ASN Kabupaten Solok Selatan. Doa dibacakan oleh perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Solok Selatan, dan diiringi dengan musik dari korps musik SMP 12 Solok Selatan


Solsel (RangkiangNagari) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama dengan seluruh pihak yang terlibat dalam Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak tahun 2026 mendeklarasikan pelaksanaan Pilwana Serentak Badunsanak. Deklarasi ini sebagai komitmen bersama mewujudkan proses pemilihan yang tertib, aman, damai, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi mengatakan semangat badunsanak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Pilwana. Perbedaan pilihan diharapkan tidak menjadi alasan untuk memutus persaudaraan dan mengganggu ketenteraman di tengah masyarakat
"Tujuannya agar Pilwana terselenggara secara tertib, aman, damai dan badunsanak, sehingga terpilih Wali Nagari yang berkualitas, jujur dan amanah," kata Yulian dalam sambutannya pada kegiatan Launching Pemilihan Wali Nagari Serentak Dan Aplikasi Sistem Informasi Kinerja Perangkat (Sikap) Nagari di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan, Kamis (30/9).


Deklarasi ini disampaikan oleh seluruh Calon Wali Nagari se-Kabupaten Solok Selatan yang akan berkontestasi pada Pilwana tahun ini. Selain itu juga oleh seluruh pihak yang terlibat seperti Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN), Bamus, Wali Nagari, dan jajarannya
Yulian mengatakan wali nagari terpilih juga diharapkan mampu melanjutkan program-program pemerintah dengan baik, sekaligus melakukan pembenahan terhadap program yang masih belum berjalan optimal.

Dengan terlaksananya Pilwana Serentak Badunsanak, diharapkan terpilih pemimpin nagari yang mampu membawa nagari masing-masing menjadi lebih maju dan mandiri, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat
Masyarakat Solok Selatan pun diajak bersama-sama menyukseskan Pilwana 2026 dengan menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan selama seluruh tahapan pemilihan

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.