Latest Post

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari)Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Solok, Susi Sofianti Saidani, SH, MM, memimpin apel pagi yang dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Kominfo, Senin (27/04). 

Apel pagi tersebut diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Dinas Kominfo.

Kegiatan diawali dengan laporan kehadiran masing-masing kepala bidang sebagai bentuk evaluasi kedisiplinan pegawai.

Dalam amanatnya, Kadis Kominfo menyampaikan bahwa pelaksanaan apel pagi ke depan akan dilaksanakan secara rutin di masing-masing OPD sebagaimana arahan dari BKPSDM. 

Ia menekankan pentingnya disiplin dalam mengikuti apel pagi sebagai bagian dari pembentukan karakter dan tanggung jawab aparatur.

Selain itu, Kadis Kominfo juga mengingatkan seluruh pegawai untuk selalu berhati-hati dalam bekerja serta meningkatkan kualitas kinerja. 

Ia berharap seluruh jajaran dapat saling bekerja sama dan menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

“Kita harus membangun kerja sama yang baik dan menjaga kekompakan dalam bekerja. Pembinaan akan terus kita tingkatkan demi perbaikan bersama,” ujarnya.

Kadis Kominfo juga menyampaikan harapannya agar Dinas Kominfo dapat memberikan dampak positif bagi semua pihak. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam menjalankan tugas terdapat sikap-sikap yang dianggap tegas atau keras, yang semata-mata bertujuan untuk kebaikan bersama.

Lebih lanjut, ia meminta agar dibuatkan jadwal pelaksanaan apel pagi di masing-masing OPD guna meningkatkan kedisiplinan dan keteraturan.

Apel pagi diakhiri dengan doa bersama sebelum seluruh peserta kembali menjalankan aktivitas kerja masing-masing.(Lz)

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari)Suasana GOR Batu Tukang di Koto Baru, Kecamatan Kubu gang, Sabtu (25/4/2026), tampak lebih semarak dari biasanya. Ratusan Pramuka Penggalang dari berbagai sekolah berkumpul, mengikuti seleksi tahap pertama calon peserta Jambore Nasional XII Tahun 2026.

Sebanyak 160 siswa dari 48 SMP dan MTs se-Kabupaten Solok ambil bagian dalam proses ini. Mereka datang dengan satu tujuan: menjadi bagian dari 32 peserta terpilih yang akan mewakili daerah pada ajang nasional.

Seleksi ini bukan sekadar proses penyaringan, melainkan juga ruang pelatihan karakter. Ketua Kwartir Cabang 0302 Kabupaten Solok, H. Candra, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Jambore Nasional memerlukan persiapan yang tidak hanya teknis, tetapi juga mental dan nilai-nilai kepramukaan.

“Kita ingin menjadi peserta yang terpilih benar-benar siap, baik dari segi kemampuan maupun sikap. Ini adalah representasi Kabupaten Solok di tingkat nasional,” ujarnya.

Menurutnya, panitia telah menyiapkan mekanisme seleksi yang terstruktur dengan melibatkan tim khusus agar proses berjalan objektif dan profesional.

Sejak pagi, para peserta telah menjalani rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi hingga berbagai tahapan uji kemampuan. Ketua panitia seleksi, Afrizal M. Zen, menjelaskan bahwa setiap peserta harus melewati lima tahap seleksi yang dirancang untuk mengukur keterampilan dan kesiapan mereka sebagai Pramuka Penggalang.

“Seleksi ini dilakukan dalam dua fase. Tahap awal akan menyaring sekitar 70 peserta, sebelum akhirnya terpilih 32 orang terbaik, terdiri dari 16 putra dan 16 putri,” kata Afrizal.

Di tengah keseriusan proses seleksi, terselip suasana hangat. Afrizal yang akrab disapa Kak Kumis, pada hari yang sama juga merayakan ulang tahunnya yang ke-63. Momen tersebut ditandai dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah seorang pengurus, menambah suasana kekeluargaan dalam kegiatan itu.

Bagi para peserta, seleksi ini menjadi langkah awal menuju pengalaman yang lebih luas. Jambore Nasional bukan hanya ajang pertemuan Pramuka seluruh Indonesia, tetapi juga ruang belajar tentang kebersamaan, kemandirian, dan kepemimpinan.

Melalui proses ini, Kabupaten Solok berharap dapat mengirimkan duta-duta terbaik yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai kepramukaan dalam setiap langkah mereka.(Lz)

Solsel ( Rangkiangnagari ) – Kabupaten Solok Selatan mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri         atas keberhasilannya dalam menurunkan angka kemiskinan . Tak main-main, Solok Selatan menduduki peringkat pertama            dalam jajaran kabupaten terbaik untuk wilayah regional Sumatera.      

 

Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan mendapat penghargaan     ini berhasil dicapai berkat kerja sama super tim yang dilakukan         lintas OPD. 

 

“Alhamdulillah  kita tidak menyangka bisa mendapatkannya    dianugerahi ini . Ini merupakan hasil kerja keras yang tidak        hanya dilihat oleh tingkat kementerian , namun juga berbagai       dan lainnya ,” kata Khairunas ditemu di kantornya , Senin ( 27/4 ).      

Tak hanya kepada OPD terkait , Khairunas juga mengapresiasi       upaya pemerintah yang juga didukung oleh Forum Tanggung Jawab       Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) hingga UMKM yang telah menggali potensi daerah dan membuka           Lapangan kerja . 

 

Meski begitu , prestasi ini tentu menjadi cambuk bagi       Kabupaten Solok Selatan untuk terus berupaya meningkatkan      perekonomian hingga membuka potensi investasi dan     lapangan kerja baru di daerah .    

 

Selain itu , penguasaan data mulai dari tingkat pemerintah       terbawah harus terus dilakukan untuk memastikan berbagai      informasi memiliki data yang memadai .   

Selain mendapatkan penghargaan , Solok Selatan juga     mendapatkan penghargaan dana berupa Rp 3 miliar dari       pemerintah pusat . 

Terpisah ,  Sekretaris Daerah Solok Selatan Dr. H. Syamsurizaldi menyebut penilaian dilakukan atas penurunan         tingkat kemiskinan selama beberapa tahun berturut-turut .     

 

" Solok Selatan memang memiliki tren angka kemiskinan yang terus turun dan selalu berada di bahwa target pemerintah ," imbuhnya .                

 

Sebagai gambaran , Data Badan Pusat Satistik ( BPS) Solok Selatan menunjukkan tingkat kemiskinan di Solok Selatan terus menurun dari tahun ke tahun , sejak tahun 2023 hingga 2025 berada di angka 2.57, 2.3, dan 2.13 secara berturut-turut .                              

Selain selalu mengalami tren penurunan , angka ini juga terus        berada di bahwa tingkat kemiskinan nasional dan provinsi .       

Iklim investasi di berbagai sektor , mulai dari energi ,   perkebunan dan pertanian disebut sebagai sektor yang berperan dalam penurunan angka kemiskinan di Solok Selatan. Selain itu semakin berkembangnya UMKM juga ikut berkembang                           memberik an andil yang besar . (Dt )    


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.