Tim Pengarah Rehab dan Rekon Sumatra Audiensi dan Diskusi di Universitas
Tim pengarah PRRP dari Kemenko PMK dan Wakil Rektor II Dr. Hefrizal Handra M.Soc.Sc serta Sekretaris Universitas Dr.Aidinil Zetra. MA
Tim Pengarah Rehab dan Rekon Sumatra Audiensi dan Diskusi di Universitas
Padang, Rangkiang Nagari - Tim Pengarah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra (PRRP) dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) melakukan audiensi dan diskusi dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Universitas Andalas, Kamis ( 22/10).
Tim dipimpin Merry Efriana menjabat sebagai Asisten Deputi Penanganan Bencana. Posisi nya di bawah Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana, Kemenko PMK.
Hadir Brigjen TNI Andre Julian sebagai Kepala Perencanaan dan Pengendalian (Karendal) Posko Nasional Satgas Penanggulangan dan Pemulihan Pascabencana (PRR).
Kedatangan Tim Pengarah ke Universitas dalam rangka mencari masukan dan usulan serta diskusi terkait dengan kegiatan penangan Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi Sumatera.
Rombongam juga membawa Tim Pakar Set Tim Pengarah Satgas PRRP Sumatera yaitu Charles Mekardi Ham dan Ridwan Yunus.
Dari Kemenko PM hadir Leontinus Alpha Edison, S.T. Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran. Sebelumnya direncanakan hadir via zoom Prof. Harkunti Rahayu Pertiwi
dan Prof Dwikorita Karnawati
Deputi Kantor Staf Presiden (KSP)
Seperti diketahui program Rehabilitasi dan Rekonstruksi terhadap bencana meteorologi yang terjadi akhir Nopember 2025 akan berlangsung sampai 2028. Sumatera Barat mendapatkan alokasi dana antara Rp 17 hingga Rp 19 triliun. Selama masa Rehabilitasi dan Rekonstruksi tersebut akan banyak dilakukan kegiatan dan bukan tidak mungkin terjadi kendala dan hambatan di masyarakat.
Oleh sebab itu Kemenko PMK sebagai tim pengarah akan selalu mencari masukan kepada pihak terkait. Utamanya perguruan tinggi. Sekaligus mencarikan jalan keluar bila ditemukan masalah. Lembaga Perguruan adalah pilihan yang tepat untuk itu.
Pertemuan di ruang rapat Rektor Universitas Andalas dihadiri perwakilan Universitas Negeri Padang, Universitas Muhammadiyah, Institut Teknologi Padang, Bung Hatta serta berbagai perguruan tinggi lain di kota Padang.
Dari Universitas Andalas hadir Direktur Pascasarjana Unand Prof apt Henny Lucida, Wadir 1 Dr. Ir. Rusfidra SPt, MSi, Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana ( MMB) Prof Yenny Narny, kaprodi Ilmu Lingkungan Dr. Jabang Nurdin.
Rektor Universitas Andalas diwakili Rektor II Dr. Hefrizal Handra, M.Soc.Sc menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Warek II mengatakan bahwa Universitas Andalas memiliki program S.2 Kebencanaan, MMB (Magister Manajemen Bencana) dan Pusat Studi Bencana (PSB) serta Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Budaya. Kajian dosen dari dua perspektif ini cukup banyak membantu dalam menjawab persoalan.
Universitas Andalas telah memberikan banyak sumbangan pemikiran dan gagasan besar terhadap masalah kebencanaan di daerah ini dan juga nasional. Hasil riset para guru besar, dosen S.3 dan S.2 begitu banyak, dapat dijadikan referensi menanggulangi bencana.
Kajian ini bisa dijadikan bahan masukan dan pembelajaran bagi bangsa dan negara, demikian Hefrizal.(*01).



.jpeg)


.jpeg)
