Latest Post

Solok (Rangkiangnagari)Tim gabungan terpadu Satrekrim Polres Solok Kota dibawah komando Kanit Tipidter Ipda Ropi Arpindo,SH, dan Tim Kapolsek X Koto di Atas. Turun langsung kelokasi Menindak lanjuti pengaduan Warga, terhadap isu maraknya aktivitas korok Emas Ilegal (Ilegal Mining) di daerah Dusun Karimbang Desa Talago Gunung Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto di Atas Kabupaten SolokMinggu Malam (12/04)

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Solok Kota IPDA Ropi Arpindo, SH menegaskan, menegaskan Isu yang berkembang, dan atas perintah tegas Kapolres Solok Kota melalui Kasat Reskrim Polres Solok Kota. Dengan sigab diawali personel tim gabungan satreskrim Polres Solok Kota dan Polsek X Koto di Atas. 

Dengan sigap dan tegas bergerak dari mako Polres Solok Kota menuju ke lokasi yang diduga lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) yang bertempat di daerah Dusun Karimbang Desa Talago Gunung Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto di Atas Kabupaten Solok.

Kanit Tipidter Polres Solok Kota Ropi menyatakan, penertiban aktivitas penambangan emas ilegal ini kami lakukan. Adalah karena kita dari Polres mematuhi pengaduan masyarakat, yang menyatakan di daerah Sibarambang Kabupaten Solok, marak dengan aktivitas penambangan Emas Ilegal (Peti).

“Atas laporan itu, tim bergerak dengan sangat cepat berawal dari Mako Polres Solok Kota menuju Polsek X Koto di Atas, lanjut menelusuri daerah TKP. Dengan perjalanan jarak yang sangat jauh dengan medan yang berliku, berjalan kaki, serta menuju lokasi perjalanan wilayah perbukitan dengan pendakian serta penurunan yang terjal, memakan waktu kurang lebih dua jam, tim baru sampai dilokasi,” ujar Ropi.

Ropi menyatakan, dilokasi tim menemukan bekas-bekas yang diduga lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) daerah tersebut. Disana tim meneemukan bekas alat-alat atau sarana pendukung kegiatan penambangan emas tanpa izin. Yakni berupa tenda-tenda, gaul, dan bekas dompengan dan semua Barang Bukti dilakukan pemusnahan dengan cara pembakaran di lokasi TKP.

" Dan terhadap dugaan para pelaku serta alat beratnya diduga telah keluar serta melarikan diri pada saat tim gabungan melakukan penegakan hukum,"sebutnya. 

Lebih lanjut disampaikan Ropi, setelah menyita semua BB yang ditemukan, tim Personel gabungan Satreskrim Polres Solok Kota, Polsek X Koto di atas . Melakukan pemasangan Police Line dilokasi dan juga memberikan himbauan kepada masyarakat, agar tidak melakukan kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI) dilokasi tersebut.

Dia memaparkan, bahwa masih banyak kemungkinan tambang ilegal lain yang beroperasi. Oleh karena itu, dukungan dan laporan dari masyarakat sangat diperlukan bagi anggota untuk melakukan praktik ilegal ini secara menyeluruh.

“Masih banyak kemungkinan tambang ilegal lain yang beroperasi. Dukungan warga sangat diperlukan agar praktik ilegal ini bisa berjalan secara menyeluruh,” ujarnya.

Kapolres Solok Kota melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Solok Kota mengimbau, masyarakat untuk tidak melakukan penambangan ilegal di Wilayah Hukum Polres Solok Kota kedepanya.

“Larangan itu tertuang dalam Undang-Undang nomor 3 Tahun 2020 tentang pertambangan, mineral dan batubara dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp100 miliar,” ujarnya.

Imbauan ini dilakukan sebagai langkah upaya penanganan yang humanis terkait adanya aktivitas penambangan emas ilegal di Solok. Selanjutnya dia, imbauan sebagai upaya memberikan pemahaman terkait larangan aktivitas penambangan ilegal.

Ia berharap, masyarakat memahami dampak dari aktivitas penambangan emas ilegal itu, dan tidak hanya memikirkan pendapatan namun lebih memikirkan dampaknya ke depan. “Untuk itu dilarang keras melakukan penambangan ilegal dan kami imbau agar aktivitas ilegal itu dihentikan,” tegasnya.

Selain itu, Ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan keberadaan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih beroperasi di wilayah hukum polres Solok Kota. “Peran serta masyarakat sangat terbukti efektif dalam upaya pemberantasan penambangan ilegal,”ujarnya.(Lz)

 

Suasana pembukaan turnamen billiard Bank Nagari 

Padang (Rangkiangnagari) - Turnamen billiard Bank Nagari bertajuk “Even Break & Celebrate 64” berjalan lancar di Fabric Block Tabing, Kota Padang, Minggu (12/4/2026). Ajang tersebut menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antar karyawan pecinta billiard.

Turnamen tersebut diinisiasi Komunitas Pecinta Olahraga Billiard Bank Nagari yang diikuti oleh 64 peserta. Mereka merupakan karyawan yang berasal dari berbagai kantor cabang di seluruh wilayah Sumatera Barat (Sumbar).

Ketua panitia turnamen, Rizalul Fiqri mengatakan, kegiatan ini berjalan lancar berkat kolaborasi. Dia sendiri merupakan Wakil Ketua POBSI Kabupaten Agam periode 2022–2026. Turnamen juga didukung POBSI Kota Padang yang menghadirkan bendaharanya, Dhiyaa Rizqullah. Begitu juga dukungan penuh dari POBSI Sumbar.

Antusiasme luar biasa datang dari seluruh peserta.Dukungan dan partisipasi ini menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan Even Break & Celebrate 64 dengan baik dan lancar, katanya.

Ketua POBSI Sumbar, Irvan Amran, mengapresiasi terselenggaranya turnamen billiard Bank Nagari.

“Kami mengucapkan terima kasih atas inisiatif Komunitas Billiard Karyawan Bank Nagari yang telah berkontribusi dalam mendukung perkembangan olahraga billiard di Sumatera Barat. Kegiatan ini sangat positif dan menjadi langkah awal yang baik,” ujarnya.

Turnamen ini pertama kali diadakan di Sumbar dengan melibatkan 64 peserta dari internal satu institusi. Hal ini menjadikannya sebagai momentum penting dalam membangun semangat kompetisi sekaligus mempererat hubungan antar karyawan dalam suasana yang sportif.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi wadah dalam menjaring potensi atlet billiard berbakat yang dapat dikembangkan ke jenjang yang lebih tinggi. (*).



Kepala Cabang Bank Nagari Sawahlunto Ulfardhi 

Sawahlunto (Rangkiangnagari) - Bank Bank Nagari Salurkan Dividen Rp15,2 Miliar ke Pemko Sawahlunto, hasil keuntungan dari kinerja keuangan bank pada tahun buku 2025.

Pemimpin Bank Nagari Cabang Sawahlunto, Ulfardhi, menyatakan bahwa besaran dividen tergantung pada jumlah saham atau penyertaan modal serta perkembangan usaha bank milik daerah ini. Saat ini, Pemko Sawahlunto memiliki saham di Bank Nagari senilai Rp85,6 miliar atau sekitar 4 persen.

“Setiap tahun, Bank Nagari konsisten memberikan dividen kepada Pemko Sawahlunto. Penambahan saham nantinya akan saling menguntungkan, meningkatkan pendapatan daerah dan memperkuat struktur permodalan Bank Nagari,” ujar Ulfardhi, beberapa waktu lalu.(**).

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.