Solsel ( Rangkiangnagari ) Upaya menjaga kelestarian   populasi ternak lokal serta mendukung program swasembada      pangan ,  Pemerintah Kabupaten Solok Selatan    melalui Dinas Pertanian ,  Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pemotongan hewan ternak           betina  yang  masih produktif pada hari raya kurban     mendatang .

 

Imbauan ini bukan tanpa alasan . Ternak betina produktif       seperti sapi , kerbau , kambing , dan domba memiliki peran penting sebagai penghasil keturunan . Dengan kata lain , keberadaannya menjadi kunci kepunahan populasi ternak di daerah .                      

 

Hewan Betina produktif adalah ' pabrik ' ternak .Jika      Jika dipotong ,  maka kita kehilangan potensi lahirnya generasi     ternak berikutnya ,” kata Irwan Supriadi , Kepala Bidang     Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam kete rangannya pada      Senin  (20/04 )  pagi .

Irwan menyebut , pelarangan pemotongan ternak betina     produktif bertujuan untuk menjaga populasi , mendukung     swasembada daging , serta meningkatkan kesejahteraan    peternak melalui ketersediaan bibit ternak yang berkelanjutan di tingkat lokal .        

 

Larangan tersebut bukan sekadar imbauan , melainkan amanat      undang-undang  yang  memiliki konsekuensi hukum , sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan , lanjutnya .               

 

Meski demikian , pemotongan ternak betina tetap     diperbolehkan dengan syarat tertentu , yaitu apabila ternak      tersebut telah dinyatakan tidak produktif oleh petugas      berwenang . Kriteria tersebut antara lain berumur lebih dari 8 tahun , mengalami kecelakaan yang mengharuskan             Pemotongan paksa , mandul atau tidak dapat diproduksi , serta menimbulkan penyakit menular yang membahayakan            manusia .

 

Sebagai bentuk komitmen , DPKPP melalui Bidang    Peternakan dan Kesehatan Hewan terus melakukan sosialisasi      kepada masyarakat , baik melalui kantor wali nagari maupun       kecamatan .  Selain itu , juga dilakukan pemasangan spanduk     imbauan bertajuk “Hentikan Pemotongan Ternak Betina     Produktif ” di  berbagai titik strategi .  

Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan     pemeriksaan  status  reproduksi ternak secara gratis melalui Unit Puskeswan terdekat , seperti Puskeswan Muaralabuh ( Kecamatan Pauh Duo), Puskeswan Sungai Gading ( Kecamatan Sangir Balai Janggo ), dan Puskeswan Sangir di Padang Aro .                      

 

Memotong satu ekor betina produktif sama saja dengan       menghentikan masa depan peternak kita . Satu ekor betina yang diselamatkan hari ini adalah harapan bagi ratusan ternak di ma sa depan ,” tutupnya . (DT )