Latest Post

Solok Selatan (Rangkiangnagari)Personil kesigapan Polres Solok Selatan kembali terlihat dalam mendengarkan laporan masyarakat yang masuk melalui Call Center 110. Kali ini, laporan terkait pohon kelapa tumbang yang menghalangi jalan umum di Jorong Padang Alai, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, langsung mendapat respon cepat dari petugas.

Kejadian tersebut dilaporkan oleh Dadang Pratama pada Jumat, 05 Juni 2026, sekitar pukul 17.10 WIB melalui layanan Call Center 110. Dalam laporannya, pelapor menyampaikan bahwa sebuah pohon kelapa tumbang melintang di badan jalan umum dan juga mengenai kabel internet sehingga mengganggu akses masyarakat.

Menerima laporan tersebut, Pamapta III Polres Solok Selatan Ipda Reza Martadinata bersama personel SPKT segera menuju lokasi guna melakukan pengecekan dan penanganan.

Sesampainya di lokasi, petugas menemukan pohon kelapa tumbang melintang di badan jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Untuk mempercepat proses penanganan, personel Polres Solok Selatan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Solok Selatan dan masyarakat setempat untuk melakukan pembersihan serta pemindahan pohon dari badan jalan.

Berkat kerja sama yang baik antara petugas, BPBD, dan warga, pohon tumbang berhasil dievakuasi sehingga akses jalan kembali dapat dilalui oleh masyarakat dengan aman dan lancar.

Kapolres Solok Selatan AKBP M. Faisal Perdana, SIK menegaskan bahwa layanan Call Center 110 merupakan sarana yang disiapkan Polri untuk memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat dalam berbagai situasi yang membutuhkan kehadiran petugas.

"Setiap laporan yang masuk melalui Call Center 110 akan ditindaklanjuti secara cepat oleh personel di lapangan. Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keamanan, akuntansi, dan keselamatan bersama. Terima kasih kepada warga yang telah peduli dan segera melaporkan kejadian tersebut," ungkap Kapolres.

Polres Solok Selatan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang maupun gangguan lainnya yang dapat membahayakan pengguna jalan. Jika menemukan kejadian serupa, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center Polri 110 yang aktif melayani selama 24 jam. 

Payakumbuh (Rangkiangnagari) - Kota Payakumbuh kembali meloloskan dua inovasi karya pelajar ke babak final Kompetisi Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026, melanjutkan tradisi prestasi daerah tersebut yang dalam lima tahun terakhir konsisten meraih gelar juara tingkat provinsi dan pernah mewakili Sumbar pada Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional 2024.

Dua inovasi yang berhasil masuk tahap penilaian tingkat provinsi setelah melalui proses seleksi pada Kamis (4/6/2026) yaitu SAVIOR (Smart Agriculture Vision Observer and Responder) karya siswa SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah pada kategori Kompetisi Inovasi Teknologi Tepat Guna serta INOCER (Intelligence Food Composition Checker and Rekomendasi) karya siswa SMP Islam Raudhatul Jannah pada kategori Teknologi Tepat Guna.

Keberhasilan tersebut memperkuat posisi Payakumbuh sebagai salah satu daerah dengan ekosistem inovasi pelajar yang berkembang di Sumatera Barat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat Yozarwardi Usama Putra mengapresiasi capaian para pelajar Payakumbuh yang dinilai mampu menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

"Payakumbuh keren. Rawat inovasi-inovasi ini serta anak-anak kita agar terus berpikir intelektual," kata Yozarwardi saat penilaian di Payakumbuh, Kamis.

Menurut dia, munculnya berbagai inovasi dari kalangan pelajar menunjukkan budaya penelitian, kreativitas, dan kemampuan memecahkan permasalahan telah tumbuh dengan baik di daerah tersebut.

Ia menilai pembinaan yang berkelanjutan perlu terus dilakukan agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya menghasilkan prestasi dalam kompetisi, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Payakumbuh Syafwal mengatakan pemerintah daerah melakukan penjaringan dan seleksi secara bertahap sebelum menetapkan inovasi yang diikutsertakan pada kompetisi tingkat provinsi.

“Dalam usulan inovasi ini kami melakukan penjaringan dan seleksi yang matang. Inovasi yang dipilih juga selaras dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam mendukung misi ketahanan pangan nasional,” katanya.

Ia menjelaskan SAVIOR dirancang untuk membantu pemantauan dan respons terhadap kondisi pertanian secara lebih efektif melalui pemanfaatan teknologi, sedangkan INOCER merupakan sistem cerdas yang mampu memeriksa komposisi pangan sekaligus memberikan rekomendasi bagi pengguna.

Menurut Syafwal, kedua inovasi tersebut menunjukkan kemampuan generasi muda Payakumbuh dalam mengembangkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan saat ini.

Koordinator Inovasi Kota Payakumbuh Robby Hafanos mengatakan tim penilai dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menyatakan dukungan terhadap keinginan inovasi yang berkembang di daerah.

“Kami berdialog langsung dengan Kepala DPMD Sumbar dan beliau menyampaikan dukungan terhadap keinginan inovasi daerah, mulai dari fasilitasi hak kekayaan intelektual hingga promosi produk inovasi bagi pemenang kompetisi,” ujarnya.

Robby berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda Payakumbuh untuk terus menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan di lingkungan sekitar melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.

“Mudah-mudahan pencapaian ini menjadi energi positif bagi generasi muda, baik milenial maupun Gen Z, agar lebih responsif terhadap permasalahan di sekitar dan mampu menjadi problem solver melalui inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Keberhasilan meloloskan dua inovasi sekaligus ke babak final kompetisi tingkat provinsi memperpanjang catatan prestasi Payakumbuh sebagai salah satu daerah dengan ekosistem inovasi pelajar yang berkembang di Sumbar. 

Payakumbuh (Rangkiangnagari) - Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meluncurkan Gerakan Payakumbuh Resik (Responsif, Ekonomis, Sirkular, Inklusif, dan Kolaboratif) pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sebagai upaya memperkuat pengurangan sampah, penghijauan lingkungan, dan mengendalikan perubahan berbasis partisipasi masyarakat.

Peluncuran gerakan tersebut dilakukan saat Apel Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di GOR Nan Ompek, Kelurahan Tanjung Pauh, Jumat (5/6/2026), sekaligus menandai dimulainya berbagai program lingkungan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Melalui Gerakan Payakumbuh Resik, masyarakat didorong membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memperluas penanaman pohon, serta memperkuat penerapan sirkular ekonomi guna mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Zulmaeta mengatakan gerakan tersebut diluncurkan sebagai respons terhadap meningkatnya tantangan lingkungan, mulai dari permasalahan sampah, polusi, hingga dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat

“Sebagai kota yang terus bertumbuh, kita harus menyadari bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat ikut bergerak nyata menyukseskan Gerakan Payakumbuh Resik,” ujarnya.

Menurut dia, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema Terinspirasi oleh Alam, Untuk Iklim, dan Untuk Masa Depan. Di tingkat nasional, tema tersebut diterjemahkan melalui slogan Saatnya Bekerja untuk Iklim atau #NowForClimate sebagai ajakan memperkuat aksi nyata menjaga lingkungan.

Ia menjelaskan dunia saat ini menghadapi tiga tantangan besar yang saling berkaitan, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Masa depan iklim ditentukan oleh keputusan dan tindakan yang kita lakukan hari ini. Kita tidak bisa lagi hanya berbicara tanpa aksi nyata,” ujarnya.

Zulmaeta menambahkan Gerakan Payakumbuh Resik dirancang sebagai gerakan kolaboratif dan berkelanjutan yang bertujuan membangun perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Gerakan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang mendorong penguatan nilai-nilai ekologis dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai ekologis harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, hingga menjaga ruang hijau di lingkungan masing-masing,” katanya.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota Payakumbuh juga meluncurkan maskot Gerakan Payakumbuh Resik bernama SI-Lah (Siko Memilah) yang akan menjadi ikon kampanye edukasi lingkungan dan pemilahan sampah di tengah masyarakat.

Selain peluncuran gerakan dan maskot, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Payakumbuh juga diisi dengan penanaman pohon di kawasan GOR Nan Ompek, aksi gotong royong membersihkan lingkungan di sepanjang Batang Agam, serta pembagian tas belanja ramah lingkungan kepada masyarakat di Pasar Ibuh.

Zulmaeta menyampaikan apresiasinya kepada petugas kebersihan, komunitas peduli lingkungan, aktivis lingkungan, pelajar, dan masyarakat yang selama ini berperan aktif menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di Kota Payakumbuh.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi yang kuat, saya yakin Payakumbuh dapat menjadi kota yang bersih, sehat, dan berkontribusi dalam upaya pengendalian perubahan iklim,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Rida Ananda, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah, camat, lurah, serta perwakilan instansi dan komunitas lingkungan.

Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan Gerakan Payakumbuh Resik menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat budaya peduli lingkungan, mengurangi timbulnya sampah, memperluas ruang hijau, serta mendukung upaya pengendalian emisi melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.