Latest Post

Pasaman (Rangkiangnagri)Bupati Pasaman Welly Suhery mengeluarkan peringatan keras kepada jajaran ASN saat memimpin apel pagi di Lapangan Halaman Kantor Bupati Pasaman, Senin (4/5/2026). Ia menyoroti sejumlah persoalan mendasar, mulai dari peningkatan kinerja, laporan satu tahun progul, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga sejumlah kegiatan dalam rangka peningkatan budaya kinerja aparatur.

Dalam pidato yang disampaikan di hadapan para pejabat eselon II, III, dan IV, serta jajaran staf Aparatur Sipil Negara (ASN) Bupati Welly menyampaikan bahwa ia menemukan adanya ketidaktertiban kendraan dinas yang tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya, kelengkapan yang tidak sesuai serta pelaksanaan Surat Edaran (SE) yang belum diindahkan.

Hal tersebut ia sampaikan seperti dinas kendraan tidak terparkir di garasi, tidak menggunakan stiker logo Pasaman, dan tidak melengkapi dokumen kendraan. 

Ia menyesalkan akan kondisi tersebut dan ia mengingatkan terkait dengan pelanggaran penggunaan kenderaan dinas itu, agar ditindak dengan tegas karena sudah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari akuntabilitas kinerja.

Saya tegaskan, semua kegiatan yang tidak disiplin, menggunakan aset tidak pada tempatnya dan di luar dasar hukum yang sah. Jangan main-main. Tanpa persetujuan kepala daerah, itu bisa berakhir pada masalah hukum,” ujar Bupati Welly dengan nada serius

Bupati Welly juga menegaskan hal tersebut tidak boleh dibiarkan. Untuk itu ia memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yakni Bidang Aset dan Akuntansi, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) untuk mengambil langkah langsung.

“Agar Bakeuda mengkoordinir, lakukan pengawadan langsung dan ambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku mulai hari ini,” Tegas Welly Suhery.

Karena menurut Welly Suhery, aset daerah harus dikelola secara baik, penuh rasa hormat dan dengan disiplin. Karena ia tidak menampik, dari pengelolaan tersebut berkaitan erat dengan pencapaian kinerja secara keseluruhan. 

“Bagaimana mungkin kinerjanya akan baik, jika aparaturnya tidak disiplin dan bertabggubgjawab”. Jelas Welly Suhery.

Percepatan Optimalisasi PAD

Selain menyoroti penggunaan aset kendraan dinas, Bupati Welly juga menyampaikan terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, pencapaian kinerja berupa kegiatan dan program dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dipercepat. 

"Saya juga meminta, agar segera diadakan pertemuan khusus percepatan, guna memastikan langkah-langkah konkrit berjalan, sehingga seluruh target dapat tercapai sesuai jadwal." Ujarnya.

Terkait pola bekerja juga Bupati Welly menghimbau agar jajaran aparatur dapat bekerja cepat. Kita tidak memiliki ruang untuk bekerja lambat. Karena setiap pencapaian harus mampu dibuktikan secara terukur. Pungkasnya.(Tio).

Pasaman (Rangkiangnagri)Isak tangis haru mewarnai keberangkatan ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Pasaman saat dilepas secara resmi oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery, di halaman Islamic Center, Minggu (03/05/26). Ribuan sanak keluarga dari berbagai penjuru daerah tampak memadati lokasi untuk mengantarkan dan mendoakan keselamatan para tamu Allah yang akan bertolak menuju Asrama Haji Embarkasi Padang.

Turut hadir mendampingi Bupati dalam prosesi tersebut Wakil Bupati Pasaman, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Muksinin, Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Ralitasman, serta Ketua TP-PKK Pasaman Ny. Lusi Welly Suhery.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pasaman, H. Muksinin, S.Ag., M.Pd., dalam keterangannya memperkirakan bahwa jamaah haji Kabupaten Pasaman tahun 1447 Hijriah ini tergabung dalam Kloter X (sepuluh) dengan total 193 orang. Rincian jamaah per kecamatan terdiri dari:

Padang Gelugur: 47 orang

Lubuk Sikaping: 47 orang

Rao: 32 orang

Panti: 18 orang

Rao Selatan: 16 orang

Tigo Nagari: 14 orang

Bonjol: 8 orang

Duo Koto: 6 orang

Rao Utara: 5 orang

Tercatat jamaah termuda atas nama Amalia Indah (21), seorang pelajar dari Padang Gelugur, sementara jamaah tertua adalah Dasiar Boer Burhanuddin (84) dari Kecamatan Bonjol. Keberangkatan ini dipimpin oleh Ketua Kloter Busra Nazir, didampingi pembimbing ibadah H. Asrul, serta petugas kesehatan Titania Yuliska dan Syafliadi.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, dalam Perayaannya menyatakan rasa terima kasih yang mendalam atas kesempatan yang diberikan kepada ratusan warga Pasaman untuk menunaikan rukun Islam kelima. Beliau berpesan agar para jamaah senantiasa berpegang pada niat dan menjaga keikhlasan selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah.

“Ibadah haji adalah perjalanan fisik, mental, dan spiritual. Saya meminta jamaah untuk disiplin menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, dan jangan memaksakan diri. Jaga kekompakan, kebersamaan, serta saling tolong-menolong antar sesama jamaah selama berada di Tanah Suci,” tegas Bupati Welly.

Selain itu, Bupati juga menitipkan pesan agar jamaah menjadi duta daerah yang baik dengan menunjukkan akhlakul karimah serta menjaga nama baik Kabupaten Pasaman dan bangsa Indonesia. “Perbanyak doa dan zikir untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga seluruh jamaah mendapatkan predikat haji yang mabrur dan selamat kembali ke kampung halaman,” tutupnya.

Proses pelepasan diakhiri dengan suasana penuh haru saat para jamaah menaiki bus khusus menuju Padang, melakukan doa dan lambaian tangan ribuan keluarga yang melepas.(Tio)

Padang Aro (Rangkiangnagari) - Dari dapur sederhana hingga mendatangkan penghasilan tambahan untuk keluarga, Dasawisma Mawar IV Jorong Sinar Paninjauan Nagari Sungai Kunyit Barat

Sangir Balai Janggo membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari unit terkecil masyarakat.

Setelah mengambil posisi pertama Dasawisma Berprestasi tingkat Kabupaten Solok Selatan, kini dasawisma ini menerima kunjungan dari Tim Penilai Lomba Koordinator Dasawisma Berprestasi Tingkat Sumatera Barat. Dasawisma ini pun bersaing dengan daerah lain untuk memperebutkan posisi pertama tingkat provinsi. 

Kunjungan ini dipimpin oleh Staf Ahli TP-PKK Provinsi Sumatera Barat Ny. Detta Vasco saat berkunjung ke Dasawisma Mawar IV pada Kamis (30/4/2026) siang.

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi, menyampaikan bahwa Dasawisma merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas hidup masyarakat dari tingkat paling dasar. 

“Dari dasawisma, kita bisa melihat bagaimana kualitas hidup masyarakat dibangun dari tingkat paling dasar. Kami berharap program ini benar-benar dilaksanakan secara optimal oleh semua pihak,” ujar Yulian Efi.

Kegiatan visitasi ini merupakan bagian dari proses penilaian lomba dasawisma tingkat Provinsi Sumatera Barat. Kehadiran tim penilai disambut hangat oleh masyarakat sekitar yang menunjukkan kekompakan serta partisipasi aktif dalam mendukung program pemberdayaan keluarga.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Solok Selatan Ny. Erniati Khairunas, menyampaikan harapan agar proses penilaian berjalan obyektif dan memberikan hasil terbaik bagi daerah. 

Erniati mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terhadap program penguatan dasawisma di seluruh wilayah.

Saat ini terdapat 2.689 kelompok dasawisma yang tersebar di 227 jorong, dan 368 kelompok berada di Kecamatan Sangir Balai Janggo.

“Kami berharap Dasawisma Mawar IV ini dapat menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Sumatera Barat,” ungkap Erniati.

Lebih lanjut, Erniati mengungkapkan inovasi TP-PKK Solok Selatan terkait Dasawisma, yaitu aplikasi SIMSALABIM (Sistem Informasi Dasawisma Langsung Bermanfaat Inovatif Mandiri) akan menjadi bagian dari “Satu Data Solok Selatan.

“Aplikasi ini tidak hanya berisikan data warga kelompok Dasawisma sesuai format buku wajib dasawisma, tetapi juga akan memberikan informasi tentang berbagai bantuan masyarakat yang telah diterima bahkan melalui kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik, informasi Desil Rumah Tangga sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN),” terangnya. 

Sementara itu, Ketua Rombongan Tim Penilai Dasawisma Provinsi Sumatera Barat, Dianita Maulin Vasco, menyampaikan penghargaan atas masyarakat hangat serta kekompakan berbagai warga dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami sangat terkesan dengan perayaan hangat masyarakat di sini. Selain itu, rendang yang disajikan juga sangat enak,” ujarnya.

Ia menambahkan, penilaian dasawisma memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya standar hidup sehat serta peningkatan kesejahteraan keluarga di masyarakat tengah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh kelompok dasawisma di Kabupaten Solok Selatan semakin termotivasi untuk meningkatkan peran aktif dalam pembangunan berbasis keluarga. (Dt)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.