Latest Post

Pasaman (Rangkiangnagari)Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus memprioritaskan percepatan akses internet di wilayah blankspot sebagai bagian dari program unggulan Bupati Pasaman.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasaman, Ahdi Susanto, mengatakan hingga saat ini masih terdapat beberapa kejorongan yang belum terjangkau layanan internet. Oleh karena itu, upaya penyediaan akses terus dilakukan secara bertahap.

“Kita masih memiliki target beberapa titik blankspot yang harus di-on air-kan. Ini merupakan program unggulan Bapak Bupati,” ujar Ahdi di ruang kerjanya, Rabu (5/8).

Menurut Ahdi, pemerataan akses internet di seluruh wilayah Kabupaten Pasaman menjadi sasaran yang akan dituntaskan selama lima tahun masa kepemimpinan Bupati Pasaman. Hingga tahun pertama pelaksanaan program, sebanyak 59,52 persen kejorongan yang sebelumnya berstatus blankspot telah berhasil terhubung dengan jaringan internet.

"Kita memiliki waktu lima tahun. Saat ini lebih dari separuh wilayah blankspot sudah berhasil terkoneksi. Insyaallah target ini dapat kita selesaikan sesuai rencana," ungkapnya.

Selain melalui kegiatan pengembangan jaringan intra pemerintah daerah setiap tahun, Kominfo Pasaman juga melakukan berbagai langkah percepatan. Salah satunya adalah pendataan secara berkelanjutan terhadap lokasi-lokasi blankspot untuk memperoleh data yang akurat sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.

Ahdi menjelaskan, program ini juga terintegrasi dengan program prioritas nasional. Oleh karena itu, Kominfo Pasaman memanfaatkan berbagai peluang dukungan dari pemerintah pusat dengan mengajukan permohonan penambahan perangkat akses internet melalui aplikasi PASTI (Permohonan Akses Telekomunikasi dan Informasi).

Di sisi lain, Kominfo juga melakukan relokasi perangkat internet yang sebelumnya dipasang di wilayah yang kini telah mendapatkan akses dari penyedia layanan lain. Perangkat milik BAKTI maupun Starlink tersebut kemudian dipindahkan ke titik-titik blankspot baru berdasarkan hasil pendataan terbaru.

“Relokasi ini bertujuan agar perangkat yang sudah tidak lagi dibutuhkan di satu lokasi dapat dimanfaatkan untuk membuka akses internet di wilayah lain yang masih blankspot,” jelas Ahdi.

Dengan berbagai strategi yang telah dijalankan, Ahdi optimistis seluruh titik blankspot di Kabupaten Pasaman dapat terlayani jaringan internet dalam kurun waktu lima tahun.

“Kami optimistis, selama lima tahun masa program inix seluruh titik blankspot di Kabupaten Pasaman akan berhasil terakses jaringan internet,” tegas Ahdi.


Direktur Operasional Bank Nagari Zilfa Efrizon dan Sekper Yosviandri dan tim langsung menyiapkan bantuan korban banjir Padang 

Padang (Rangkiangnagari) - Merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Bank Nagari melalui Tim Reaksi Cepat Bank Nagari Tanggap Bencana (TRC BNTB) bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 1.000 porsi makan malam dan 30 dus air mineral kepada masyarakat terdampak, Selasa (4/8).

Langkah ini menjadi wujud komitmen Bank Nagari sebagai bank pembangunan daerah yang tidak hanya menghadirkan layanan perbankan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat saat menghadapi musibah.

Bantuan diserahkan oleh Direktur Operasional Bank Nagari, Zilfa Efrizon, didampingi Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Nagari, Yosviandri Asril bersama TRC BNTB.

Bantuan diberangkatkan dari Kantor Pusat Bank Nagari, Jalan Pemuda No. 21 Padang, untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah yakni Guo Komplek Berlindo Sungai Sapih, Parak Jambu Maransi, Pasar Lalang Kuranji, dan Kecamatan Nanggalo.

Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, mengatakan kehadiran Bank Nagari di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan layanan keuangan, tetapi juga melalui aksi nyata kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Sebagai Bank Pembangunan Daerah, kami mempunyai tanggung jawab moral untuk selalu hadir bersama masyarakat, terutama ketika terjadi bencana.

Melalui Tim Reaksi Cepat Bank Nagari Tanggap Bencana (TRC BNTB), kami berupaya memastikan bantuan dapat disalurkan secepat mungkin agar masyarakat yang terdampak segera merasakan manfaatnya,” ujar Gusti Candra.

Ia menuturkan, kecepatan dalam merespons bencana merupakan bagian dari nilai kepedulian yang terus ditanamkan kepada seluruh insan Bank Nagari.

“Kami percaya keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kontribusi sosial yang mampu diberikan kepada masyarakat.

Semangat inilah yang menjadi landasan hadirnya TRC BNTB sebagai garda terdepan Bank Nagari dalam setiap aksi kemanusiaan,” tambahnya.

Gusti menegaskan Bank Nagari akan terus memperkuat berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya pada kondisi yang membutuhkan penanganan cepat.

Menurutnya, selain membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Bank Nagari dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat sebagai mitra utama pembangunan daerah.

TRC BNTB merupakan tim khusus yang membentuk Bank Nagari untuk merespons berbagai kejadian bencana di Sumatera Barat maupun wilayah operasional Bank Nagari lainnya. 

Tim ini bertugas melakukan koordinasi, asesmen kebutuhan, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan secara cepat, tepat sasaran, dan terkoordinasi.

Melalui keberadaan TRC BNTB, Bank Nagari berharap dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan pemulihan pascabencana melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, relawan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Ke depan, Bank Nagari akan terus memperkuat budaya kepedulian sosial sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai perusahaan.

Dengan demikian, kehadiran Bank Nagari diharapkan tidak hanya dirasakan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang selalu hadir dalam setiap momentum, termasuk saat terjadi bencana. (Rel.)


Payakumbuh (Rangkiangnagari) – Tigo Kayo FC Payakumbuh akhirnya mengangkat trofi Piala Wali Kota Payakumbuh 2026 setelah melewati final penuh ketegangan melawan Bimbel Galatama FC. Bermain imbang 1-1 hingga waktu normal, Tigo Kayo FC memastikan gelar juara melalui drama adu penalti dengan kemenangan 5-3 di Lapangan Kapten Tantawi, Tanjung Pauh, Kota Payakumbuh, Selasa (4/8/2026) sore.

Partai puncak tersebut disaksikan langsung Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh, Ketua KONI Kota Payakumbuh Chairul Mufti, serta Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Payakumbuh Diki Engla Mardianto.

Ribuan masyarakat memadati Lapangan Kapten Tantawi untuk menyaksikan laga penentuan tersebut. Dari pinggir lapangan, suara dukungan suporter terus bergemuruh mengiringi setiap serangan dan peluang kedua kesebelasan. Atmosfer semakin panas ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir dengan skor masih terkunci 1-1.

Kehadiran kepala daerah, jajaran Forkopimda, dan ribuan masyarakat menambah semarak partai puncak sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme publik terhadap perkembangan sepak bola di Kota Payakumbuh.

Pertandingan berlangsung terbuka sejak menit awal. Kedua kesebelasan tampil agresif dan silih berganti membangun serangan. Namun, rapatnya pertahanan masing-masing tim membuat sejumlah peluang belum mampu dikonversi menjadi gol hingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, Bimbel Galatama FC langsung memberikan kejutan. Pemain pengganti Januardi memecah kebuntuan sesaat setelah babak kedua dimulai dan membawa timnya unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Tigo Kayo FC merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Tekanan demi tekanan dilancarkan untuk mengejar ketertinggalan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah Fachrial mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-72.

Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka. Kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol kemenangan. Jual beli serangan terjadi hingga menit-menit akhir, sementara setiap peluang yang tercipta disambut sorakan penonton dari sisi lapangan.

Tempo pertandingan yang tinggi juga membuat wasit beberapa kali mengeluarkan kartu kuning untuk menjaga pertandingan tetap terkendali.

Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan. Skor 1-1 bertahan dan pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Ketegangan kemudian berpindah ke titik putih. Ribuan pasang mata tertuju ke arah gawang ketika para pemain satu per satu maju sebagai eksekutor.

Tekanan langsung menghampiri Bimbel Galatama FC pada eksekusi pertama. Tendangan pemainnya melambung di atas mistar gawang. Sebaliknya, Tigo Kayo FC mampu menjalankan eksekusi dengan baik.

Keunggulan tersebut menjadi modal penting bagi Tigo Kayo FC. Eksekutor berikutnya mampu menjalankan tugas masing-masing hingga memasuki tendangan kelima.

Eksekusi terakhir menjadi penentu. Ketika bola bersarang di gawang Bimbel Galatama FC, Tigo Kayo FC pun memastikan kemenangan. Skor adu penalti berakhir 5-3.

Selebrasi langsung pecah di tengah lapangan. Para pemain Tigo Kayo FC berhamburan merayakan kemenangan, sementara sorakan suporter menggema dari sekeliling lapangan. Setelah melewati final yang berlangsung ketat hingga titik putih, trofi Piala Wali Kota Payakumbuh 2026 akhirnya berada di tangan Tigo Kayo FC.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyampaikan selamat kepada Tigo Kayo FC atas pencapaian tersebut. Ia juga meminta Bimbel Galatama FC tidak berkecil hati dan menjadikan hasil pertandingan sebagai bagian dari proses untuk terus berkembang.

"Selamat kepada Tigo Kayo FC atas pencapaian ini. Kepada Bimbel Galatama, jangan berkecil hati. Tetap semangat dan semoga menjadi yang terbaik pada event selanjutnya," kata Zulmaeta setelah menyerahkan trofi kepada tim juara.

Menurut Zulmaeta, Piala Wali Kota Payakumbuh tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan untuk melahirkan bibit-bibit pemain potensial sekaligus memperkuat ekosistem olahraga di daerah.

"Melalui turnamen seperti ini, kami berharap Payakumbuh dapat menjadi magnet bagi para pecinta olahraga. Kegiatan olahraga juga harus memberikan efek domino bagi pelaku UMKM sehingga ekonomi masyarakat ikut bergerak dan semakin tumbuh," ujarnya.

Ia mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menyaksikan pertandingan membuka peluang bagi pelaku UMKM dan sektor usaha lainnya untuk memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas selama turnamen berlangsung.

Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi olahraga secara berkelanjutan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Askot PSSI Kota Payakumbuh Diki Engla Mardianto mengapresiasi seluruh tim yang telah berpartisipasi dalam turnamen serta berbagai pihak yang mendukung penyelenggaraan Piala Wali Kota Payakumbuh 2026.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga turnamen ini dapat terlaksana dengan baik, terutama Pemko Payakumbuh, para sponsor, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Piala Wali Kota Payakumbuh 2026," kata Diki.

Tigo Kayo FC akhirnya menutup perjalanan turnamen dengan kemenangan yang lahir dari ketenangan di titik putih. Di hadapan ribuan masyarakat Payakumbuh yang memenuhi Lapangan Kapten Tantawi, para pemain merayakan trofi dengan penuh suka cita, menandai malam kemenangan sepak bola bagi tim kebanggaan kota tersebut. 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.