Latest Post

Tim kebencanaan Unand dan Bupati Jon Firman Pandu serta jajaran foto bersama selesai diskusi

Arosuka, Rangkiang Nagari - Tim Pusat Studi Bencana ( PSB) dan Program Studi Magister Manajemen Bencana ( MMB) Pascasarjana Universitas Andalas melakukan kunjungan dan diskusi dengan Bupati Solok Jon Firman Pandu dan jajaran guna melakukan kajian dan audit secara keseluruhan terkait dengan peristiwa bencana yang terjadi 21 September 2026 silam.

Bupati dengan segenap pimpinan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD)  sangat menunggu kajian dan rekomendasi yang diberikan tim Unand guna melakukan rehabilitasi, rekonstruksi dan kebijakan lain yang diperlukan dalam membangun infrastruktur di daerah itu.


Tim Bencana Unand ketika diskusi

Sesaat berlangsung diskusi dengan Bupati Jon F Pandu

Mengawali sambutan Bupati menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kedatangan tim lengkap kebencanaan ke daerah Solok. Harapan kepada tim yang terdiri dari lima profesor dan dua orang  doktor ini, bisa mencarikan jalan terbaik dalam merekontruksi pembangunan Solok terutama di pusat pemerintahan Arosuka.

Bupati mengatakan ia sedang menunggu kajian itu dan optimis dana yang dibutuhkan untuk pembangunan itu akan disiapkan segera.

Tim Universitas Andalas yang melakukan kunjungan terdiri dari Prof Is Prima Ananda Dekan Fakultas Teknik, Prof Werry Darta Taifur ahli ekonomi,  Prof Hakam,  Prof Fauzan, Prof Bambang Istijono, Dr Rina Yuliet dan Dr. Basril Basyar.  Tim didampingi sebanyak 10 orang mahasiswa MMB.


Banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin malam, 21 September 2026, menimbulkan total kerugian material yang ditaksir mencapai Rp511 miliar hingga Rp512 miliar.

Korban Jiwa dilaporkan dua orang meninggal dunia, beberapa luka-luka, dan sempat ada warga yang hilang. Sekitar 84 hingga 100 unit rumah warga terdampak (dengan puluhan di antaranya mengalami rusak berat hingga ringan).

Infrastruktur dan  Transportasi mengalami rusak berat. Jembatan putus, beberapa ruas jalan nasional Padang–Solok tertimbun material longsor, serta puluhan kendaraan (mobil dan sepeda motor) rusak parah.

Puluhan hektar lahan pertanian dan sawah tertimbun material lumpur serta batuan. Perkantoran yang mengalami kerusakan dan hancur adalah Gedung Kantor  Sekretariat DPRD, Gedung Kantor Dinas Pariwisata, Gedung Kantor Dinas PUPR, Gedung Kantor DPMN (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari), Gedung Pos Jaga Satpol PP Serta beberapa fasilitas lain di kompleks tersebut.

Pusat pemerintahan Kabupaten Solok berada di Arosuka terletak di Kecamatan Gunung Talang, Sumatera Barat.

Pusat pemerintahan ini pindah 2004.  Ibu kota Kabupaten Solok secara resmi dipindahkan ke Arosuka (Kayu Aro-Sukarami, Kecamatan Gunung Talang) berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2004 yang ditandatangani 18 Oktober 2004.

Sejak itu kegiatan pemerintahan dan pelayanan umum dilaksanakan di kantor baru tersebut. Kedatangan tim Unand diterima Bupati ysng didampingi
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Solok  Nafri, ST, MT, M.Sc. Selain itu hadir Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok adalah Effia Vivi Fortuna, ST, MM dengan segenap staf. (01).

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Pemerintah Kabupaten Solok mulai mempersiapkan langkah pemulihan pascabencana banjir bandang dengan memasuki masa transisi selama enam bulan ke depan, setelah berakhirnya masa tanggap darurat yang telah berlangsung selama 21 hari. Persiapan tersebut dibahas dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda Kabupaten Solok dalam rangka penetapan status bencana, yang digelar pada Senin (12/10) di Posko Utama Bencana Arosuka, Lapangan Kantor Bupati Solok.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, didampingi Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.HI, serta menghadirkan unsur Forkopimda Kabupaten Solok, Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, kepala OPD, kepala balai Kementerian Pekerjaan Umum, perwakilan BMKG Sumatera Barat, BUMN dan BUMD, serta peserta FGD lainnya.

Dalam arahannya, Bupati Solok menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimda serta pihak-pihak terkait yang telah membantu pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan bencana di Kabupaten Solok.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama membantu penanganan bencana ini. Memasuki masa transisi, persiapan ke depan menjadi sangat penting karena kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa masa transisi harus dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat langkah-langkah pemulihan. Ia meminta seluruh kepala OPD untuk meningkatkan komunikasi, saling mendukung, dan bekerja bersama agar proses pemulihan dapat berjalan secara terarah dan optimal.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan program pemulihan. Seluruh kemajuan pekerjaan yang telah dan akan dilaksanakan harus dipersiapkan dengan baik, termasuk percepatan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Kita akhiri hari ini adalah masa tanggap darurat yang telah kita laksanakan selama 21 hari, dan kita akan masuk ke masa transisi selama enam bulan ke depan,” tegasnya.

Dalam FGD tersebut, turut dibahas informasi prakiraan cuaca dari Stasiun Meteorologi Kelas III Minangkabau. Berdasarkan pemaparan yang disampaikan, wilayah Sumatera Barat diprediksi mengalami puncak musim hujan pada November hingga Desember mendatang, dengan wilayah Solok diperkirakan memiliki curah hujan yang cenderung lebih tinggi.

Perwakilan BMKG juga menyampaikan bahwa informasi prakiraan cuaca akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer. Untuk Kabupaten Solok, prakiraan cuaca pada hari ini menunjukkan potensi hujan sedang, sedangkan dalam lima hari ke depan diperkirakan terjadi hujan ringan.

Informasi tersebut menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam menyusun langkah antisipasi, mengingat tingginya curah hujan berpotensi mempengaruhi upaya pemulihan wilayah terdampak bencana.

Melalui FGD ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, instansi teknis, BMKG, BUMN, BUMD, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat, sehingga masa transisi menuju pemulihan dapat berjalan efektif.

Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi, memastikan bantuan bagi masyarakat terdampak segera terealisasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok.

Kabupaten Solok (Rangkiangnagari) - Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, menerima kunjungan mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) yang melakukan kegiatan mengajar di Sekolah Rakyat Kabupaten Solok, Senin (12/10), bertempat di Posko Utama Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Solok.

Kunjungan tersebut juga turut dihadiri Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Khairul, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Desamlia, serta dosen pembimbing Unhan RI, Tri Panca, bersama para mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan pendidikan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Solok menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada dosen pembimbing serta mahasiswa Unhan RI atas kontribusi dan kontribusi mereka dalam mendukung pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Solok.

Bupati menilai keterlibatan siswa dalam kegiatan mengajar merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus kontribusi nyata dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam memberikan pendampingan dan motivasi kepada anak-anak Sekolah Rakyat.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun generasi muda yang berkualitas, berkarakter, disiplin, serta memiliki semangat kebangsaan. Oleh karena itu, anak-anak perlu mendapatkan dukungan, pendampingan, dan motivasi agar semakin bersemangat dalam mempelajari ilmu dan mengembangkan potensi diri.

Bupati juga menekankan pentingnya membangun semangat dan kepercayaan diri anak-anak Sekolah Rakyat agar mereka berani bermimpi, memiliki cita-cita tinggi, serta menyadari bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Bupati berharap anak-anak Sekolah Rakyat dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

Kehadiran mahasiswa Unhan RI diharapkan tidak hanya membantu proses pembelajaran, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para siswa melalui nilai-nilai kedisiplinan, semangat belajar, cinta tanah air, dan pengabdian kepada bangsa.

Selain itu, Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang pendidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Solok.

Di tengah situasi pemulihan pascabencana yang sedang dihadapi Kabupaten Solok, perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak juga menjadi hal yang penting. Dukungan dari berbagai pihak yang diharapkan dapat memastikan anak-anak tetap memiliki semangat belajar dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap terbangun semangat belajar yang semakin kuat di kalangan siswa Sekolah Rakyat, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang berkualitas dan turut mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.