Latest Post

PADANG (RangkiangNagari) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menerima Penghargaan Platinum dalam program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2HIV-AIDS) di Tempat Kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Ahmad Zakry, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat, Firdaus Firman kepada Asisten Manager KAI Divre II Sumbar, dr. Doni Fitra Yogi, Senin (11/5).
Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di lingkungan kerja, sekaligus mendorong terciptanya tempat kerja yang aman, sehat, nyaman, dan bebas diskriminasi bagi seluruh pekerja.
Proses penilaian penghargaan dimulai dari tahapan pendaftaran dan verifikasi kelengkapan dokumen administrasi. Perusahaan yang lolos pada tahap tersebut selanjutnya mengikuti pemeriksaan uji petik langsung oleh tim penilai pusat Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia ke lokasi perusahaan terpilih. Untuk PT KAI (Persero) Divre II Sumbar, pelaksanaan penilaian uji petik dilakukan pada 25 November 2025.

Dalam proses penilaian tersebut, terdapat sejumlah indikator yang menjadi perhatian tim penilai, meliputi dokumen kebijakan perusahaan terkait P2HIV-AIDS, rencana kegiatan atau program yang dijalankan, serta hasil kegiatan yang telah dicapai perusahaan dalam mendukung program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.
Kegiatan penghargaan ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan terbaik dan terpilih dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Dari total 488 perusahaan penerima penghargaan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2HIV-AIDS) di Tempat Kerja dengan kategori Silver, Gold, dan Platinum, PT KAI (Persero) Divre II Sumbar berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan tertinggi kategori Platinum tingkat nasional.
“Penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen dan kolaborasi seluruh insan KAI Divre II Sumbar dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan inklusif. Kami meyakini bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja bukan hanya bagian dari pemenuhan regulasi, tetapi juga bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan, kesejahteraan, serta perlindungan hak seluruh pekerja,” ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran KAI Divre II Sumbar yang telah mendukung implementasi program P2HIV-AIDS secara konsisten di lingkungan kerja.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pekerja, manajemen, serta seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mendukung program ini. Penghargaan tingkat nasional ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan budaya kerja yang sehat, peduli, dan bebas diskriminasi,” tambahnya.

Ia menambahkan, KAI Divre II Sumbar akan terus mendukung berbagai program edukasi, sosialisasi, dan kampanye kesehatan kerja secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran pekerja serta membangun budaya kerja yang inklusif dan humanis.
“Melalui penghargaan ini, kami berharap semangat kepedulian terhadap sesama dan pentingnya kesehatan kerja dapat terus tumbuh di lingkungan perusahaan, sehingga tercipta tempat kerja yang produktif, harmonis, dan berkelanjutan,” tutupnya.

PADANG (RangkiangNagari) - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat percepatan penanganan Tuberkulosis (TB) menyusul dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terhadap program eliminasi TB di Sumatera Barat.
Komitmen tersebut disampaikan Maigus usai menghadiri kuliah umum bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus di Aula Prof. dr. M. Syaaf Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Selasa (12/5/2026).

Turut hadir Direktur Penyakit Menular Ditjen P2P Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine; Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Aklima; Rektor Unand, Efa Yonnedi; Direktur Utama RSUP dr. M. Djamil, Dovy Djanas; para kepala daerah se-Sumbar; civitas akademika; serta tenaga kesehatan.

Maigus menyebut kehadiran Wakil Menteri Kesehatan menjadi momentum penting untuk memperkuat percepatan eliminasi TB di Kota Padang.
Menurutnya, Pemko Padang di bawah arahan Wali Kota Fadly Amran segera menindaklanjuti berbagai dukungan dari Kementerian Kesehatan, mulai dari pendataan pasien TB yang belum terjangkau layanan kesehatan, penguatan deteksi dini, hingga bantuan rumah layak huni bagi penderita TB dari keluarga kurang mampu.
“Kita bersyukur Kota Padang saat ini menjadi daerah dengan capaian penanganan TB terbaik di Sumatera Barat. Dukungan pemerintah pusat sangat berarti, mulai dari pendataan pasien, pengobatan, penguatan deteksi dini, hingga bantuan rumah layak huni bagi penderita TB,” katanya.

Maigus memaparkan jumlah kasus TB di Kota Padang saat ini tercatat lebih dari 4.000 kasus. Dari jumlah tersebut, sekitar 95 persen pasien telah menuntaskan pengobatan.
“Berdasarkan data, lebih dari 4.000 kasus TB di Kota Padang dan sekitar 95 persen sudah tuntas pengobatan. Tinggal sebagian kecil lagi yang terus kita dorong agar menyelesaikan pengobatan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung upaya eliminasi TB dengan menciptakan lingkungan sehat dan bebas asap rokok. Menurutnya, kebiasaan merokok menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko berkembangnya penyakit TB.

“Kami mengimbau masyarakat membebaskan rumah dari asap rokok, termasuk di sekolah dan tempat umum. Selain itu, jangan menganggap TB sebagai aib, karena semakin cepat diperiksa dan diobati, maka peluang sembuh semakin besar dan penularan bisa dicegah,” katanya.
Sementara itu, Benjamin Paulus Octavianus menegaskan pemerintah pusat terus mempercepat program eliminasi TB melalui pemeriksaan aktif berbasis by name by address, pengiriman alat rontgen portabel dan PCR ke daerah, pembentukan kader TB di desa dan kelurahan, hingga bantuan renovasi rumah bagi pasien TB dari keluarga kurang mampu.
“TB masih menjadi persoalan serius di Indonesia dengan sekitar 120 ribu kematian setiap tahun. Di Sumatera Barat estimasi penderita TB mencapai 25 ribu orang dan baru sekitar 62 persen yang berhasil ditemukan serta ditangani. Ini PR kita bersama ke depan,” ujarnya.

 

#Rn

PADANG (RangkiangNagari) - Pemerintah Kota Padang terus memperkuat upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Langkah tersebut membuahkan hasil positif dengan turunnya angka inflasi Kota Padang secara signifikan.
Berdasarkan data April 2026, angka inflasi Kota Padang secara year-on-year tercatat sebesar 1,97 persen. Angka itu turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,3 persen.

Capaian tersebut juga masih berada dalam rentang target inflasi nasional yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Penurunan angka inflasi Kota Padang itu terungkap dalam High Level Meeting TPID Provinsi Sumatera Barat di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Padang, Selasa (12/5/2026).
Kepala Bagian Perekonomian dan PSDA Setdako Padang, Indra Noveri mengatakan Pemko Padang mengoptimalkan empat langkah strategis dalam pengendalian inflasi daerah.
Menurutnya, langkah pertama dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar di seluruh 104 kelurahan di Kota Padang bekerja sama dengan Bulog dan Bank Indonesia guna memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau.

Langkah kedua dilakukan melalui pemantauan harga secara real-time di sembilan pasar utama di Kota Padang.
“Masyarakat dapat memantau perkembangan harga ini secara transparan melalui aplikasi Padang Mobile, Sidingdang, dan aplikasi milik Kementerian Pangan,” katanya.
Selain itu, Pemko Padang juga memperkuat komunikasi publik melalui sosialisasi dan penyampaian informasi harga terkini kepada masyarakat untuk menjaga ekspektasi pasar.

Strategi lainnya dilakukan melalui pemberian subsidi transportasi pada layanan Trans Padang di enam koridor guna menjaga biaya logistik dan angkutan tetap terjangkau.
Dalam upaya koordinasi lanjutan, Pemko Padang juga telah menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah pada 7 Mei 2026 di Gedung Putih Rumah Dinas Balaikota Padang.
Rapat tersebut dipimpin Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir dan dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Forkopimda, seluruh OPD, serta para camat di Kota Padang.
“Dari hasil pertemuan tersebut, kita mendapatkan gambaran bahwa kondisi pangan di Kota Padang dalam status aman. Kami siap menghadapi hari besar keagamaan Idul Adha,” ujar Indra.
Selain komoditas pangan, pemerintah juga terus memantau ketersediaan barang bersubsidi seperti Minyakita, BBM, dan LPG agar distribusinya tetap lancar di tengah masyarakat.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.