Latest Post

Payakumbuh (RangkiangNagari) - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Payakumbuh mengingatkan masyarakat calon penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) agar memahami seluruh tahapan dan mekanisme program sebelum pelaksanaan bantuan dimulai.

Kepala Dinas PKP Kota Payakumbuh Marta Minanda mengatakan sosialisasi tersebut dilaksanakan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait proses pelaksanaan Program BSPS agar berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sesuai arahan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, pemerintah terus mendorong agar masyarakat dapat memiliki hunian yang lebih layak, sehat, dan aman melalui peningkatan kualitas rumah tidak layak huni. Karena itu, melalui sosialisasi ini kami ingin masyarakat memahami mekanisme program sejak awal, sebab penerima bantuan nantinya harus mengikuti seluruh tahapan yang telah ditetapkan,” kata Marta Minanda saat membuka sosialisasi BSPS di Aula Pertemuan Dinas PKP Kota Payakumbuh, Rabu (13/05/2026).

Ia menjelaskan Program BSPS merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni melalui pola swadaya masyarakat dengan dukungan bantuan stimulan dari pemerintah pusat.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian, partisipasi, dan semangat gotong royong masyarakat dalam menciptakan lingkungan hunian yang lebih layak dan sehat.

“Bantuan yang diberikan sebesar Rp20 juta per unit dan sifatnya stimulan. Karena itu masyarakat perlu menambah swadaya, baik dalam bentuk tenaga, material, maupun dukungan dari lingkungan sekitar agar hasil pembangunan lebih maksimal,” ujarnya.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Perumahan Dinas PKP Kota Payakumbuh Murdifin, Koordinator Program BSPS Rima Melini, Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), para lurah se-Kota Payakumbuh, serta masyarakat calon penerima bantuan.

Dalam kesempatan itu, Koordinator Program BSPS Rima Melini menjelaskan masyarakat yang mengikuti sosialisasi masih berstatus sebagai calon penerima bantuan dan belum ditetapkan secara resmi.

“Penetapan penerima bantuan masih menunggu Surat Keputusan Direktur Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Setelah SK diterbitkan, barulah penerima bantuan dipastikan secara resmi,” katanya.

Ia menambahkan pemahaman masyarakat terhadap aturan dan mekanisme program menjadi hal penting agar pelaksanaan BSPS dapat berjalan lancar di lapangan.

Menurutnya, pendampingan melalui Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) juga akan terus dilakukan guna membantu masyarakat selama proses pelaksanaan program berlangsung.

“Kami ingin masyarakat memahami seluruh tahapan program mulai dari administrasi hingga pelaksanaan pembangunan sehingga tidak muncul kendala saat program berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan Dinas PKP Kota Payakumbuh Murdifin mengatakan pihaknya juga melibatkan lurah dalam proses pendampingan dan pengawasan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, pendamping, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan Program BSPS di Kota Payakumbuh.

“Kolaborasi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar program ini tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat penerima bantuan,” pungkasnya.

Payakumbuh (RangkiangNagari) - Pemerintah Kota Payakumbuh kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan berbasis Al-Qur’an. Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menghadiri haflah penghargaan para penghafal Al-Qur’an Kuttab Al-Huffazh Payakumbuh di Aula SMAN 2 Kota Payakumbuh, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan penganugerahan angkatan kedelapan sekaligus menandai haflah ke-10 sejak pertama kali diselenggarakan.

Dalam sambutannya, Elzadaswarman menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para santri yang memilih menghafal Al-Qur’an di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan hiburan modern.

“Anak-anakku sekalian, kalian adalah generasi istimewa. Kami bangga kepada kalian. Di tengah gempuran gawai dan hiburan modern, kalian memilih menyibukkan diri dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Itu adalah pilihan yang luar biasa. Melalui kalian, Kota Payakumbuh tidak hanya dikenal sebagai kota wisata, tetapi juga sebagai kota yang melahirkan para penghafal Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada santri yang telah mencapai hafalan 12 juz. Menurutnya, capaian tersebut setara dengan sepertiga Al-Qur’an dan membutuhkan kesabaran serta ketekunan luar biasa.

“Kalian telah membuktikan bahwa anak-anak Payakumbuh mampu bersaing dalam kebaikan. Saya titip, jangan berhenti sampai di sini. Lanjutkan hingga 30 juz. Insyaallah, Pemerintah Kota Payakumbuh akan selalu mendampingi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama dirinya dan jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh untuk terus mendukung program-program tahfiz melalui pengalokasian anggaran, pemberian insentif bagi guru tahfiz, serta pemberian penghargaan dan beasiswa bagi hafiz dan hafizah berprestasi.

“Kami percaya bahwa anak-anak penghafal Al-Qur’an merupakan aset daerah dan benteng moral kota ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Huffazh, Edi Kusmana, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 84 santri yang terdiri atas 45 perempuan dan 39 laki-laki menerima penghargaan pada haflah kali ini. Para santri berhasil menyelesaikan hafalan mulai dari 1 juz hingga capaian tertinggi 12 juz.

Edi menjelaskan bahwa santri yang ingin memperoleh syahadah (sertifikat) untuk setiap juz harus melalui ujian ketat dengan toleransi kesalahan maksimal 10 kali per juz.

“Setiap juz hanya boleh salah maksimal 10 kali. Jadi, tingkat ketepatannya mencapai lebih dari 99 persen. Bahkan, ada santri yang masih berjuang hingga tadi malam sebelum akhirnya dinyatakan lulus dan dapat mengikuti haflah hari ini,” jelasnya.

Ia juga memaparkan bahwa filosofi pendidikan Kuttab Al-Huffazh diadopsi dari sistem pendidikan Islam pada masa para nabi.

“Pada masa para nabi, pendidikan kuttab mampu melahirkan generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kemandirian yang kuat. Semangat itulah yang ingin kami hadirkan agar sejak usia sekolah dasar anak-anak memiliki kemampuan dan karakter unggul,” katanya.

Menurut Edi, kurikulum Kuttab Al-Huffazh berbeda dengan sekolah formal pada umumnya karena dibangun sepenuhnya berbasis Al-Qur’an. Hal tersebut berbeda dengan SD Al-Huffazh yang juga berada di bawah naungan yayasan yang sama.

Ia menambahkan bahwa salah satu syarat kelulusan di Kuttab Al-Huffazh adalah kemampuan santri dalam melakukan presentasi, menyusun materi, menulis makalah, hingga mempertahankan argumentasi. Kemampuan berbicara di depan umum dan berdebat juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dan evaluasi.

“Kuttab ini bukan hanya sekolah Al-Qur’an. Santri juga dibekali kemampuan literasi, berbicara di depan umum, dan kemampuan berdebat. Ini menjadi modal besar bagi anak-anak kita pada masa depan,” tegasnya.

Edi menyebutkan bahwa banyak alumni Kuttab Al-Huffazh yang melanjutkan pendidikan ke pesantren-pesantren ternama dan mampu meraih prestasi.

“Banyak alumni kami yang menjadi contoh prestasi di berbagai pesantren. Lulusan Kuttab Al-Huffazh mampu unggul dan bersaing,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Yayasan Al-Huffazh yang telah berdiri selama 22 tahun di Kota Payakumbuh terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Selain itu, Edi mengungkapkan bahwa TK Al-Huffazh dinobatkan sebagai satu-satunya taman kanak-kanak di Kota Payakumbuh yang menjadi sekolah model dari Kementerian Pendidikan untuk penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) dan pendidikan kecerdasan artifisial (AI).

“TK Al-Huffazh menjadi satu-satunya TK di Kota Payakumbuh yang ditetapkan sebagai sekolah model oleh Kementerian Pendidikan. SD Al-Huffazh juga meraih akreditasi A Unggul, begitu pula Kuttab Al-Huffazh yang telah terakreditasi A Unggul. Jadi, masyarakat tidak perlu ragu terhadap legalitas maupun pengakuan ijazahnya,” jelasnya.

Pada akhir penyampaiannya, Edi mengapresiasi sinergi antara pihak sekolah, wali santri yang tergabung dalam Sahabat Kuttab, serta dukungan pemerintah daerah.

“Tanpa dukungan wali santri dan pemerintah, lembaga ini tidak akan berkembang seperti sekarang,” tutupnya.

Payakumbuh (RangkiangNagari) - Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh menjadikan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sebagai langkah memperkuat reformasi birokrasi serta membangun pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, Rabu (13/05/2026).

“Zona Integritas memiliki peran strategis dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan efisien. Hal ini sejalan dengan arahan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta yang menegaskan komitmen Pemko Payakumbuh dalam memperkuat reformasi birokrasi melalui pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM di seluruh perangkat daerah” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh M. Faizal.

Menurutnya, komitmen tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya kerja yang anti korupsi dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, khususnya di lingkungan Dinas Koperasi dan UKM.

Faisal menjelaskan pembangunan Zona Integritas menitikberatkan pada perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur agar lebih disiplin, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menyebut pembangunan ZI juga mendorong lahirnya unit kerja percontohan menuju WBK dan WBBM yang nantinya dapat menjadi model penerapan reformasi birokrasi di lingkungan perangkat daerah lainnya.

“Perubahan mindset dan culture set menjadi langkah utama agar reformasi birokrasi berjalan lebih cepat dan berkelanjutan. ASN harus memiliki semangat melayani, bukan dilayani,” katanya.

Selain mendorong perubahan budaya kerja, pembangunan Zona Integritas juga diarahkan untuk meningkatkan pengawasan internal dan memperkuat akuntabilitas kinerja organisasi.

“Kita ingin Dinas Koperasi dan UKM menjadi bagian dari akselerator reformasi birokrasi di Kota Payakumbuh. Dengan komitmen bersama, kita yakin perubahan positif akan terjadi lebih cepat dan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik,” kata Faizal.

Ia menambahkan pembangunan Zona Integritas juga menjadi upaya memperkuat integritas aparatur dalam mendukung pelayanan kepada koperasi dan pelaku UMKM.

Menurutnya, pelayanan yang transparan dan akuntabel akan menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan produktif.

“Zona Integritas harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar program. Ketika integritas, profesionalisme, dan pelayanan prima tumbuh di setiap ASN, maka kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi juga akan semakin kuat,” pungkasnya.

Pencanangan pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM itu dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di di lingkungan Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh.

Kegiatan itu turut dihadiri Inspektur Kota Payakumbuh Dr. Syahrir, SH, MH, CGCAE serta mitra kerja seperti Dekopinda dan UMKM Badunsanak.

Kehadiran seluruh unsur tersebut memperlihatkan kolaborasi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Kota Payakumbuh.

“Pembangunan Zona Integritas bukan hanya memenuhi administrasi, tetapi bagaimana seluruh ASN mampu menghadirkan pelayanan yang profesional, cepat, dan bebas dari praktik korupsi,” ujar Inspektur Kota Payakumbuh Dr. Syahrir.

Langkah tersebut, lanjut Dr. Syahrir dinilai penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi pemerintah daerah.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.