Padang Pariaman (Rangkiangnagari) - Apa mungkin salahsatu peninggalan bersejarah Al-Mukarramah Syekh Burhanuddin Ulakan bisa dijadikan Icon Padang pariaman.
Hal ini dipertanyakan oleh Khairul Koto, sebagai Dubalang Khalifah ke 15 Heri Firmansyah Rabu,28/02/25, di Kuraitaji ," semenjak lahirnya kota Pariaman hasil pemekaran dari Padang Pariaman, maka satu persatu yang tadinya aset Padang Pariaman berpindah ke kota Pariaman, termasuk seni budaya Tabuik yang sudah menjadi icon Padang Pariaman diambil alih menjadi icon kota Pariaman.
Semenjak dari berdirinya kota Pariaman sampai sekarang, Padang Pariaman belum punya icon yang pasti.
Dua periode pemerintahan almarhum bapak Ali Mukhni, wacana ini sudah muncul tapi tidak terealisasi, dan dilanjutkan satu periode oleh kepemimpinan bapak Suhatribur, melalui dinas pendidikan ketika itu kepala dinasnya bapak Muliadi, juga pernah di rencanakan bahkan sudah mengarah sebagai pembukaan dengan mendirikan rumah musium peninggalan bersejarah Al-Mukarramah Syekh Burhanuddin yang bertempat di lingkungan surau pondok Ketek, bahkan ketika itu sudah turun tim dari Padang Pariaman dan Sumatra Barat guna peninjauan kelokasi tempat musium yang akan dibangun, juga untuk perdana proposal anggaran sebanyak 45 juta melalui dinas pendidikan Padang Pariaman sudah akan dicairkan.
Namun harapan tersebut menjadi hampa karena proposal anggaran tidak disetujui oleh bupati ketika itu, maka batallah pembangunan rumah musium tempat peninggalan bersejarah Al-Mukarramah Syekh Burhanuddin dan icon Padang Pariaman.
Harapan masyarakat Padang Pariaman, semoga pada pemerintahan Jhon Kenedy Azis dengan Rahmat Hidayat ini bisa mengabulkan harapan masyarakat untuk membuat rumah musium peninggalan bersejarah Al-Mukarramah Syekh Burhanuddin dan icon Padang Pariaman yang permanen dan menjadi kebanggaan kabupaten Padang Pariaman.(Kk)